Ode Untuk Lintang

Ode Untuk Lintang
Kebiasaan Buruk


__ADS_3

Regata mengigit kuku-kuku jarinya melihat berita kemenangan Lintang di chanel youtube yang khusus membahas


tentang olahraga bulu tangkis.


“Jangan diterusin kebiasaan buruk kamu, itu kuku isinya kuman semua” ujar


mengingatkan Regata.


Audrey, sahabat karib sekaligus rekan kerja Regata di IGD rumah sakit tempatnya bekerja. Malam ini Regata dan Audrey kebagian jatah dinas malam. Sambil


menunggu pasien yang akan berobat malam itu, Regata sengaja menonton ulang euphoria kemenangan Lintang beberapa


hari yang lalu.


Di antara semua berita yang muncul di rekomendasi youtube ada satu berita yang membuatnya resah.


“Lintang Wiryateja dan Tara Widuri akan segera melangkah ke jenjang serius” begitulah judul yang tertulis di video itu dengan Lintang dan Tara yang saling


bergandengan tangan sebagai thumbnail video itu.


Ada rasa sesak yang muncul di dada Regata. Hubungan Lintang dan Tara telah berjalan selama dua bulan sejak publikasi mereka ke berbagai media massa. Saat itu


Regata hanya menganggap berita itu seperti angin lalu. Baginya Lintang tidak


mungkin menduakannya karena pria itu pernah berjanji sehidup semati dengannya.


Tapi itu delapan tahun yang lalu, malam ini kepercayaan diri Regata runtuh.


Delapan tahun bukan waktu yang singkat. Lintang telah banyak berubah. Publikasi


hubungan mereka adalah buktinya.

__ADS_1


Regata gemetar membayangkan apa jadinya jika Lintang tahu darah dagingnya telah tumbuh menjadi malaikat kecil yang sehat dan berbakat. Regata kembali mengigit kuku-kukunya kebiasaan yang dia lakukan saat dirinya sedang dalam keadaan


cemas.


“Lintang lagi?” tanya Audrey sambil mengintip kea rah ponsel Regata.


“Kenapa sih kalian gak balikan dan saling jujur? Kalau kamu terus begini namanya


menyiksa diri” ujar Audrey mengingatkan Regata.


“Aku takut Lintang gak bakal nerima Mia. Selama delapan tahun aku menghilang, lalu


tiba-tiba muncul di hadapan Lintang dan bilang ini anakmu, menurutmu Lintang


bakal percaya?” tanya Regata terbata.


“Dicoba dulu Ata, siapa tahu kalau dijelasin Lintang bakal terima. Mumpung dia


sama pacarnya belum ke jenjang yang lebih serius”


dan Mia.


“Selanjutnya kamu akan ke mana?” tanya


Arimbi pada Regata yang sedang menyusui putrinya Mia. Usia Mia sudah genap tiga


bulan.


“Ata sedang lamar kerja Ma, ada beberapa


rumah sakit di luar pulau yang butuh tenaga kontrak untuk Dokter” ujar Regata

__ADS_1


“Kamu yakin mau ke luar kota?” tanya


Arimbi khawatir.


“Itu satu-satunya jalan Ma, agar aku gak


ganggu karir Lintang. Aku gak mau jadi penghalang mimpi Lintang untuk


mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional” ujar Regata sambil


membelai kepala putrinya yang mulai ditumbuhi rambut-rambut halus.


Memasuki bulan keempat usia Mia, Regata


mendapat telepon dari bagian personalia sebuah Rumah Sakit Swasta di Manado. Mereka sedang membutuhkan dokter umum untuk ditempatkan di IGD mereka menggantikan seorang Dokter yang pindah tugas mengikuti suaminya yang seorang abdi Negara.


“Ma, kalau Lintang tanya bilang aja aku


dapat tugas dipedalaman susah sinyal” ujar Regata sambil mempersiapkan barang-barangnya dan Mia untuk berangkat ke Manado.


“Aku bakal ganti nomor Ma, kalau Lintang


tanya bilang aja masih pakai nomor yang lama” ujar Regata lagi.


Arimbi menuruti keinginan putrinya.


Sebagai seorang ibu dia telah menasihati putrinya untuk jujur namun Regata


terlalu keras kepala sehingga mengabaikan ucapan Arimbi dengan alasan suatu


saat dia sendiri yang akan jujur pada Lintang.

__ADS_1


Meskipun Regata adalah putrinya namun Arimbi menyadari Regata telah memberinya cucu dan sudah bukan anak kecil lagi yang mesti didikte cara menjalani hidup. Rumah tangga Regata adalah urusan Regata sendiri, sebagai orangtua Arimbi hanya bisa mendoakan semoga puterinya bijak dalam mengambil keputusan.


...----------------...


__ADS_2