
"Service Fault, too high" ujar service judge sambil meletakan tangan, dengan gestur datar di dada. Poin untuk lawan.
"huuuu" suporter Indonesia di tribun Ceres Arena Denmark mengejek wasit.
Lintang protes pada wasit. Tiga kali dia melakukan servis dalam pertandingan ini dan selalu dinyatakan fault.
"it's not fault!" protes Lintang. Dia mendekat pada wasit dan mencontoh servis yang baru saja dia lakukan. Lintang bahkan telah menekuk salah satu lututnya, tidak mengangkat shuttlecock dan melakukan servis sejajar pinggang.
"No" ujar Danny Osborn wasit asal Jerman yang bertugas sebagai wasit servis di babak kualifikasi Indonesia vs Prancis.
Lintang berdiri sambil menatap tribun suporter Indonesia. Dia menghentikan pertandingan sejenak.
"Wiryateja, come here" ujar wasit pertandingan meminta Lintang mendekat ke arahnya.
"Don't wasting time. You're serve is fault. Play!" ujar wasit memperingati Lintang.
"Service over. Seventeen, eleven. Play!" ujar Lin Gao Lu wasit asal Taipei.
Babak pertama dimenangkan oleh Prancis dengan skor 21-17.
"Mainnya gak usah buru-buru. Sabar. Gak usah ngangkat, smash dia kenceng kamu susah balikin. Main panjang aja, kasih bola-bola datar terus taruh" ujar Koh Tony mengingatkan Lintang.
"Servis juga gak usah buru-buru. Taruh bola nya ke kanan, dia gak bisa balikin kalau ke kanan" ujar Koh Toni sambil menepuk pundak Lintang, memberi semangat.
__ADS_1
"Ready to play" wasit pertandingan menginstruksikan agar pemain kembali ke lapangan, dan melanjutkan pertandingan.
Laga pembuka Denmark Open sangat ramai, dipenuhi oleh pendukung Denmark dan pendukung Indonesia yang memenuhi tribun penonton. Laga Super 750 ini adalah salah satu laga bergengsi dalam turnamen bulu tangkis. Selain karena hadiah yang ditawarkan sangat menggiurkan, yang paling penting adalah jumlah poin yang akan pemain dapatkan. Poin tersebut berfungsi sebagai penentuan ranking dunia dan perhitungan poin untuk turnamen akhir tahun.
Pemain di hadapannya, Jeremiah Delcano adalah pemain junior Prancis yang baru memulai debut di level senior. Pekan lalu, Jeremiah memenangkan medali emas Spain Open Super 300.
"Fokus Lintang jangan remehkan lawan kamu" batin Lintang mengingatkan dirinya agar tidak sombong saat berhadapan dengan pemain junior.
"Out" wasit garis menyatakan flick serve Lintang keluar dari servis area.
"Servis biasa aja!" teriak Koh Toni pada Lintang, yang sengaja mundur ke belakang lapangan agar bisa mendengar instruksi lanjut dari koh Toni.
Kedudukan menjadi delapan untuk Lintang, dan dua sebelas untuk Jeremiah.
Poin Lintang bertambah, sedangkan poin lawan semakin dekat ke game point. Delapan belas untuk Jeremiah dan lima belas untuk Lintang.
Garuda di di dadaku, Garuda kebanggaanku. Ku yakin hari ini, pasti menang.
Pendukung Indonesia menyanyikan lagu Garuda di Dadaku, milik grup band Netral untuk menyemangati Lintang. Bunyi-bunyian dan terompet memenuhi arena itu saat Lintang memperoleh poin demi poin.
"Match point, twenty all" ujar wasit. Kedua pemain memiliki poin yang sama, yang artinya harus ada yang unggul dua poin lagi untuk menentukan pemenang babak ke-2.
Giliran Lintang yang melakukan service. Lintang tidak mau ambil resiko di poin genting. Dia melakukan forehand service. Bola dipukul jauh ke garis belakang lawan.
__ADS_1
Jeremiah mengembalikan bola Lintang dengan pukulan dropshot. Lintang mengembalikan bola tersebut, dan langsung di smash oleh Jeremiah.
Dua puluh satu, dua puluh.
Lintang menarik nafas sejenak, dia menatap papan skor.
Pertandingan kembali dilanjutkan.
Jeremiah melakukan servis pendek namun servisnya tidak melewati garis servis. Kedudukan mereka dua puluh satu sama.
Kali ini Lintang mencoba low service dan berhasil. Jeremiah mengembalikan servis Lintang namun tersangkut pada jaring net.
"aaaahhhhh satu lagi, satu lagi" teriakan pendukung Indonesia menggema.
Lintang melakukan servis pendek lalu di sambar Jeremiah. Mereka berdua melakukan adu drive hingga Jeremiah mengembalikan bola jauh ke belakang. Melihat kesempatan bola lambung, Lintang membalas dengan smash keras ke arah badan Jeremiah. Bola berhasil dikembalikan Jeremiah, sayangnya bola melebar ke sisi lapangan dan jatuh di luar garis putih.
"Out" ujar wasit garis mengakhiri pertandingan kedua, 21-23.
Babak ketiga berlangsung. Pertandingan dapat dikuasai Lintang. Lintang mulai beradaptasi dengan lapangan yang minim pencahayaan di court 3, dan shuttlecock yang terasa berat akibat dipengaruhi cuaca dingin. *C*ock yang dipukul melaju lebih lambat, dibanding saat bermain di daerah tropis.
Pertandingan ketiga diakhiri oleh Lintang dengan skor 14-21.
Penonton Indonesia riuh rendah mengiringi kepergian kedua pemain meninggalkan lapangan pertandingan
__ADS_1
...----------------...