
"Prita cepat! lu harus ikutan juga" paksa Tara menarik-narik tangan Prita.
Prita yang sejak satu jam yang lalu sibuk melihat tabel rencana kerja mengalihkan perhatian dari tabel tersebut. Dia memandang Tara kesal.
"Cepat lu login akun palsu lu, terus ikutan komen" ujar Tara panik.
Lintang Wiryateja baru saja kalah dalam pertandingan yang artinya neraka bagi Prita dan kerjaannya. Prita terpaksa harus menurut pada kemauan Tara agar mengaktifkan akun Instagram palsu yang sering dipakai Prita untuk menstalking akun gosip dan akun akun-akun badminton.
Tara memaksanya memberi komentar positif pada postingan kekalahan Lintang yang dibanjiri dengan hate comment.
"Gila ini banyak banget komen negatifnya harus dibalas satu-satu?" tanya Prita tidak percaya.
"Udah top komen negatif aja yang lu balas" ujar Tara cepat tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.
"Semua ya" sambung Tara lagi.
"Hah semua apa?" tanya Prita memastikan pendengarannya tidak salah.
__ADS_1
"Semua akun badminton!" ujar Tara gemas.
"Otak lu udah korslet ya? ini endorse bertebaran belum ada satu barang pun, yang lu review. Klien sudah transfer duitnya loh" ujar Prita memperingati Tara.
"Iya nanti gue review cepat ini lebih mendesak"
Belum sampai lima akun, Prita sudah mulai gerah. Akun yang satu membalas komentarnya dengan makian Prita harus bolak balik melakukan war sesuai perintah Tara. Kapan habisnya kalau begini terus? batin Prita.
"brakk" Prita membanting ponselnya di meja. Dia menarik paksa ponsel Tara.
"Hp lu gue sita! sekarang kerjain endorse" teriak Prita.
"Lu duduk! biar gue yang viralin" Prita memviralkan screenshot hate komen yang mentag akunnya di ig story.
"Sudah gue posting semua. Sekarang kerjain tugas lu"
Tara memasang wajah cemberut. Prita mulai mengurutkan barang-barang yang harus di endorse dan menyerahkan naskah endorse yang telah disusunnya.
__ADS_1
Prita mengerjakan itu semua sendirian karena Tara tidak nyaman bekerja dengan content creator seperti usulan Tara agar pekerjaan utamanya selesai tepat waktu. Tara juga tidak ingin kehidupan pribadinya diketahui oleh orang lain selain Prita. Usulan Prita agar menambah tenaga sebagai admin sosial media Tara ditolak mentah-mentah. Sekarang mereka berdua harus mengerjakan pekerjaan tersebut bersama-sama. Tidak jarang Prita meluapkan emosinya karena sikap tidak profesional Tara.
"Ayo yang semangat endorsenya" ujar Prita saat melihat hasil foto Tara yang menunjukan wajah kurang semangatnya.
"Aku gak terlalu suka produknya" ujar Tara.
"Jangan banyak alasan lu. Kalau gak suka ngapain diterima barangnya. Sekarang lu harus tanggung jawab. Lu mau citra endorse lu jadi menurun? Lu udah lupa? semua tawaran yang datang sama lu berawal dari endorse?" ujar Prita.
Tara menghembuskan nafasnya. Dia tidak bisa menyanggah ucapan Prita apalagi membantahnya. Tara membranding dirinya dengan harga endorse yang termasuk murah Rp. 5.500.000 tiap endorsenya termasuk ongkos kirim. Tara berusaha semaksimal mungkin agar endorsenya menghasilkan impact yang bagus untuk pemilik produk.
Manajemen artisnya pernah mengusulkan agar Tara menaikan harganya, mengingat harga tersebut terasa tidak masuk akal dan keuntungannya sedikit. Belum lagi jika tidak menghasilkan impact sebanyak 50% maka uang pemilik produk akan dikembalikan 100% dipotong ongkos kirim. Bahkan ada artis yang menganggap Tara kurang cerdas dalam berbisnis.
"Prit, lu tahu endorse jalan awal gue masuk ke dunia entertainment. Gue selalu berusaha agar endorse gue tidak merugikan orang lain. Toh sekarang penghasilan gue bukan dari endorse saja. Gue dapat banyak bonus dari kerjaan gue yang sekarang. Rasanya gak adil kalau gue naikin harga endorse dan kebanyakan endorse yang gue terima dari bisnis yang kurang terkenal" kata-kata Tara terus terngiang dalam Prita.
Tara hanya menerima endorse dan promosi di story. Dia menolak promosi di feeds untuk sementara waktu. Promosi di story dibanderol dengan harga Rp. 3.500.000 sebanyak 3 story. Sebagian penghasilannya dia sumbangkan ke yayasan Thalassemia dan menjadi donatur tetap untuk yayasan yang membantu sekolah terbelakang di pelosok negeri.
"Satu produk dulu untuk malam ini. Sisanya besok pagi sebelum berangkat kerja, dan siang pas break kerja" ujar Prita mengingatkan Tara.
__ADS_1
"Sekarang baca lagi naskah buat besok, biar kamu gak diomelin sama sutradaranya" cerocos prita.
...----------------...