Ode Untuk Lintang

Ode Untuk Lintang
Saran Koh Toni


__ADS_3

Kehebohan hubungan Tara dan Lintang yang diunggah oleh akun @cangkemasem telah ditonton satu juta lebih pengguna media sosial Instagram. Pagi itu suasana sarapan di ruang makan pelatnas cukup menyeramkan. Beberapa orang berbisik-bisik sambil melihat ke arah Lintang. Bisma teman sekamar Lintang menjadi sasaran atlet lain yang ingin tahu apakah video yang diunggah adalah benar video Tara dan Lintang.


Setelah sarapan Lintang bergabung dengan atlet bulu tangkis yang lain untuk pemanasan. Pemanasan berlangsung kurang lebih tiga puluh ment, setelah itu semua atlet dipisah berdasarkan sektornya dan berlatih secara terpisah.


“Lintang, ikut saya sebentar” ujar coach Arifin pelatih tunggal putra memanggil Lintang yang tengah mengikat tali sepatunya.


Lintang mengikuti coach Arifin menuju sebuah ruangan yang tidak asing baginya. Ruang rapat. Dalam ruangan itu telah ada Bu Titin yang biasa dipanggil Bu Tien selaku


pembina atlet, dan Koh Toni kepala pelatih.


“Kami bertiga, saya Bu Tien, dan coach Arifin sudah melihat ungahan video dari


saudari Tara yang adalah pacar kamu dan sekarang videonya sudah viral di mana-mana. Sekarang kami ingin dengar dari kamu tentang video ini” ujar Koh


Toni mempersilahkan Lintang menceritakan kronologinya.


Ketiga orang yang ada di hadapan Lintang sudah mendengar cerita dari atlet dan pelatih lain yang menjadi saksi kejadian kemarin. Sebagai pengurus, mereka bertiga

__ADS_1


sepakat untuk mendengarkan kesaksian Lintang tanpa menghakimi terlebh dahulu.


“Ini masalah yang sangat personal, namun kami sebagai pengurus terpaksa ikut campur masalah ini karena sudah tersebar ke mana-mana, dan kredibilitas kami pengurus dipertanyakan dalam membina atletnya” ujar Koh Toni.


“Selesaikan masalah ini. Kalau kamu butuh kuasa hukum untuk mendampingi kamu, akan kami fasilitasi” ujar Bu Tien menambahkan.


“Sudah banyak media yang menghubungi bagian humas pelatnas, temasuk ke nomor pribadi kami bertiga untuk mendapatkan informasi tentang kasus ini. Sampai sekarang kami masih bungkam dan kami juga sudah berkoordinasi dengan saksi dari pihak pelatnas yang ada saat kejadian untuk tidak buka suara sampai kamu sendiri yang memutuskan untuk klarifikasi atau tidak” ujar Bu Tien.


Lintang tertunduk. Sejak Bisma memberitahukannya bahwa videonya viral Lintang sibuk berpikir langkah apa yang akan dia ambil untuk menghadapi media, pecinta bulu tangkis, penggemar Tara, fans internasional, dan seluruh masyarakat Indonesia. Lintang mempertimbangkan baik buruk dan akibat yang dia terima jika tidak proporsional memberikan klarifikasi.


“Kamu mau berbicara dengan psikolog?” tawar Koh Toni.


Pikirkan dengan matang sebelum kamu berbicara. Bukan hanya di Indonesia, seluruh dunia akan menilai kamu” ujar Koh Toni.


Lintang setuju dengan saran Koh Toni. Dia pamit dari ruangan tersebut dan menuju ke


ruang psikolog bersama coach Arifin.

__ADS_1


Lintang duduk di antara deretan atlet yang antri bertemu psikolog.


Kehadiran psikolog di pelatnas sangat membantu para atlet. Lintang menyaksikan sendiri atlet seperjuangannya yang terkena star syndrome, melupakan tugas mereka sebagai atlet, hingga mengorbankan


profesionalisme sebagai seorang atlet. Belum lagi memulihkan kondisi mental


pasca kekalahan, dan memulihkan mental dari bullyan di berbagai media.


Saat ini Lintang hanya bisa berdoa semoga menemukan jalan keluar dari masalahnya.


“Saya tinggal ya, saya harus latih yang lain” ujar coach Arifin menepuk pundak Lintang yang sejak tadi sibuk dengan


pikirannya sendiri.


 “E-h iya coach” ujar Lintang tersadar dengan tepukan coach Arifin dalam hati Lintang merasa beruntung dididik di pelatnas, sejak tadi malam dia mempersiapkan dirinya untuk mendengan omelan khas pengurus ternyata pikiran


buruk itu tidak terjadi. Semua orang mendukungnya, untuk mengambil keputusan dengan kepala dingin.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2