Ode Untuk Lintang

Ode Untuk Lintang
Stalking


__ADS_3

...Halo semua, berhubung ujianku diundur hingga bulan Oktober, aku akan usahakan update satu part perhari....


...Selamat membaca.....


....................................


Tara membanting semua barang di kamarnya ke sembarang arah. Sikap Lintang membuatnya marah. Harga dirinya sebagai seorang selebgram terkenal serasa hancur. Dia merelakan penghasilannya hanya untuk


menyenangkan Lintang tetapi yang didapatnya malah pengusiran secara paksa.


Dada Tara naik turun membayangkan kata-kata Lintang. Laki-laki itu berusaha menghindarinya dengan dalih fokus latihan. Alasan basi yang sudah bosan Tara dengar. Sejak awal pacaran hingga saat ini Lintang benar-benar tidak kreatif mencari alasan yang lebih masuk akal.


Hah! Lintang salah memilih lawan batin Tara murka.


Diambilnya handphonenya dan dia mulai membuka satu persatu orang yang diikuti Lintang di semua media sosialnya. Tidak puas melihat semua jejaring pertemanan Lintang, Tara memfokuskan pencariannya di akun khusus persatuan atlet bulu tangkis nasional.


Tara mendata satu persatu atlet bulu tangkis wanita yang kemungkinan pernah menjalin hubungan dengan Lintang. Tara tidak bisa membiarkan Lintang lepas dari genggamannya begitu saja. Jejak digital pasti bisa dicari, pikir Tara.


Tara menyerah setelah setengah hari menghabiskan waktu dengan ponselnya. Bola matanya tampak perih dan mulai berwarna kemerahan. **** contac lens  yang dipakainya membuat seolah matanya


akan buta jika tidak hati-hati melepasnya.

__ADS_1


Baiklah, jika itu mau Lintang ! maka bersiaplah untuk kehancuran karirnya kecuali jika laki-laki itu berlutut dan meminta maaf padanya.


“Hai sis, aku punya berita baru nih” Tara mengirim direct message pada seseorang.


“Apa tuh?”


“Ini, fresh from the oven”  Tara mengirim sebuah video.


“Durasinya cuma tiga menit sis, harganya sejuta”


“Gratis sis, gak perlu di bayar”


Beberapa menit kemudian sebuah berita muncul di time line instagram @cangkemasem berisi potongan video yang telah diedit Tara dengan caption  “ulalala  ada yang selingkuh, gimana pendapat kalian cangkem mania?” komen di bawah”


Baru beberapa detik, banjir komentar memenuhi postingan tersebut. Sebagian besar komentar mendukung Tara untuk memberi pelajaran pada Lintang, sisanya memilih netral dan sudah pasti badminton lovers  mendukung Lintang.


Tara log out dari akun bodong yang diapakainya untuk stalking. Dia membuka akun pribadinya, kolom komentar postingan terakhirnya dipenuhi simpati orang- orang yang tidak dikenalnya, dan ada juga yang secara langsung menyemangatinya lewat Direct Message.


Tara tidak peduli dengan simpati yang diberikan netizen padanya, yang dia pedulikan hanya sikap Lintang. Reputasi Lintang tergantung sikap pria itu pada Tara.


Tara terus memantau komentar yang masuk hingga sebuah komentar yang pro Lintang menjadi komentar kedua yang paling banyak di like.

__ADS_1


“Terlepas dari Lintang selingkuh atau tidak, sangat disayangkan public figure seperti


Tara attitudenya kurang baik. Tidak perlu diumbar ke publik, diselesaikan


berdua saja”


Cihh! tau apa orang ini tentang hubungan dia dan Lintang batin Tara tidak terima.


Tara log out dari akun aslinya dan kembali log in dengan akun palsunya. Satu persatu komentar yang menghujatnya dibalas dengan akun tersebut. Perang komentar tidak dapat dihindarkan. Bukannya menyelesaikan masalah malah menambah


masalah baru. Akun palsunya jadi bulan-bulanan netizen yang tidak terima dengan bahasa kasar yang digunakannya.


Tara membanting handphonenya dan jatuh ke lantai hingga layar Iphone seri terbaru itu retak di bagian ujungnya.


“arrrghhhhhhh” teriak Tara sambil meninju bantal guling yang ada di hadapannya.


Ponselnya berdering, sebuah panggilan masuk.


Tara segera memungut Iphone yang tadi dilemparnya. Panggilan masuk dari managernya Prita. Saat ini Tara sedang dalam kondisi tidak ingin mendengar ocehan Prita. Tara menekan tombol reject.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2