
Kimigayo, lagu kebangsaan Jepang berkumandang di Ceres arena. Tampak Keisuke tersenyum lebar, sambil memegang medali emas. Laga tunggal putra, sekaligus laga penutup malam itu disambut dengan meriah oleh pelatih, tim, official dan pendukung tim Jepang.
Tak terkecuali tim Indonesia yang menyaksikan pertandingan itu dari lobi sebuah hotel, yang ada di Spanyol. Setelah mengalami kekalahan di semua sektor, tim Indonesia memutuskan terlebih dahulu berangkat ke Spanyol. Mereka menjalani latihan sembari menunggu hari pertandingan.
"Tim Jepang memang staminanya belum ada yang bisa mengalahkan" komentar perwakilan Kedubes Indonesia di Spanyo,l yang saat itu ikut menyaksikan laga final bersama tim Indonesia.
Lintang mengangguk membenarkan ucapan itu. Dia menatap layar televis,i di mana Keisuke kini tengah diwawancarai. Tim Jepang mengalami peningkatan pesat di semua sektor bulu tangkis. Saat Ini, Indonesia hanya mengunggulkan sektor Ganda Putra yang proses regenerasinya lebih cepat dibandingkan sektor lain.
Persaingan di dunia bulu tangkis semakin ketat. Indonesia yang awalnya dielu-elukan sebagai negara raksasa bulu tangkis belum sanggup mengalahkan prestasi China dan Jepang di sektor tunggal putra dan putri. Tidak hanya itu Thailand sedang membangun pertahanan di sektor tunggal putri. Empat pemain tunggal putri mereka mampu berada di posisi 20 besar rangking dunia. Belum lagi Malaysia yang tengah bersinar dengan pemain ganda campuran dan ganda putra yang sedang memasuki fase on fire.
"Siapa saingan terberat kamu selama pertandingan ini?" tanya reporter pada Keisuke.
"Lintang Wiryateja dari Indonesia. Kami pernah bertemu di level Junior. Saya tidak perlu berbicara tentang skil tapi permainannya sangat cepat dan tricky. Dia punya refleks dan ketahanan yang bagus" ujar Keisuke menyebutkan nama Lintang terbata-bata.
Semua mata di lobi itu memandang Lintang antusias. Sang juara mengatakan bukan lawannya di final yang berat, melainkan laga perempatan final dan memuji kemampuan Lintang.
__ADS_1
Lintang tersipu malu saat beberapa pemain menggoda dirinya.
Koh Toni yang berdiri tidak jauh dari Lintang mengamati anak didiknya. Betul yang dikatakan Keisuke meskipun memiliki postur 169 cm, Lintang mampu mengcover seluruh lapangan dan mengeluarkan teknik trick shot yang tidak diprediksi lawan. Tak jarang Lintang menggunakan keberuntungannya dengan trick lucky ball yang kadang menurut Koh Toni terlalu riskan jika dilakukan di poin kritis.
Fisik dan skil mumpuni yang harus saya perbaiki adalah mentalnya sebagai seorang juara, melihat peluang di lapangan dan membaca lawan batin koh Toni.
Lintang duduk di kursi yang ada di kamar hotelnya sambil membuka Instagram. Banyak komentar memenuhi postingan terakhirnya dua minggu lalu saat akan berangkat ke Jerman. Seperti biasa ada banyak dukungan dan juga ujaran kebencian di postingannya. Lintang sudah kenyak dengan segala caci maki dia memilih mengabaikannya.
Lintang sedang asyik membaca komentar saat sebuah telepon masuk.menghentikan aktivitasnya berselancar di Instagram.
Lintang mengerutkan dahinya membaca nama tersebut. Sedetik kemudian dia teringat Tara yang mengganti namanya di jajaran kontaknya.
"Biar beda dari yang lain" ujar Tara saat itu.
Saking sibuknya Lintang dia sampai lupa untuk mengganti kontak tersebut.
__ADS_1
"Halo" ujar Lintang pasrah saat handphone bergetar untuk kesekian kalinya.
"Lama banget angkatnya. Kangen tauk" ujar Tara manja.
Lintang bergidik ngeri mendengar suara Tara.
"Ada apa?" tanya Lintang dingin.
"Lho kok gitu nanyanya, aku kan pacar kamu wajar dong aku kangen, khawatir"
"Kita udah putus. Lebih baik kamu gunakan waktu kamu untuk hal yang lebih bermanfaat"
"Gak aku gak mau putus, aw…" ucapan Tara terpotong karena Lintang telah mengakhiri sambungan teleponnya.
Lintang segera memblokir Tara dari semua kontaknya dan juga media sosialnya. Kalau diladenin makin melonjak kelakuan Tara batin Lintang sembari ikut memblokir nomor manajer dan agensi Tara.
__ADS_1
...----------------...