Ode Untuk Lintang

Ode Untuk Lintang
Hari Buruk Tara


__ADS_3

"Apa? putus?" Tara tidak percaya pada pendengarannya. Lintang memutuskannya lewat telepon.


Laki-laki kurang ajar! batin Tara geram.


Lintang menutup teleponnya setelah memastikan tidak ada yang perlu dia dan Tara bicarakan lagi. Di akhir teleponnya Lintang meminta agar Tara mencari sosok yang lebih baik darinya.


Tara mengacak rambutnya. Mukanya kusut dan penampilannya kacau.


"Prit, aku gak mood shooting hari ini" ujar Tara membanting script yang dipegangnya di hadapan Prita.


"Gak bisa gitu Tara. Kita harus patuh sama kontrak. Pinalty kontrak ini milyaran. Kamu mau bayar pinalty itu hanya karena bad mood?" tanya Prita menolak penjelasan Tara.


"Yuk siap-siap. Waktu istirahat kita gak banyak. Habis ini, scene kamu" Prita membereskan barang-barang Tara.


Tim wardrobe datang membawa baju dan memperbaiki riasan Tara yang mulai luntur. Tara menyiratkan ekspresi tidak suka saat make up artis memperbaiki bulu matanyanya yang hampir copot


"Apa sih pegang-pegang, sakit tahu!" hardik Tara pada penata rias.


Prita memutar bola matanya melihat tingkah Tara yang dibuat-buat. Sebenarnya Prita muak dengan pekerjaanya dan kelakuan Tara, tapi saat ini hanya Tara yang sanggup menawarkan pekerjaan pada Prita dengab gaji yang tinggi.


"Tara sudah siap?" tanya crew film Impromptu The Series.


"Sudah" ujar Prita cepat.


Tara membelalakan matanya tanda tak setuju dengan jawaban Prita.

__ADS_1


"Tara siap" ujar crew tersebut pada crew lainnya menggunakan handy talkie yang sengaja di taruh di saku bajunya.


"Nih, cepat buruan" Prita menarik tangan Tara menuju lokasi take.


Pengambilan gambar adegan pun dimulai. Tara yang berperan sebagai antagonis melakukan perundungan pada salah satu siswa terpintar di kelasnya.


"*Lo mau laporin ke guru? lapor aja kalau berani" ujar Tara menghampiri korban perundungannya.


"Sekali lagi gue peringatkan jangan sentuh cowok gue" Tara menarik kasar rambut lawan mainnya*.


"Cut!cut!cut" teriak sutradara menghentikan adegan Tara.


"Kamu apa-apaan sih. Kok melenceng dari naskah?" tanya sutradara.


Semua crew di lokasi shooting menatap Tara yang hanya terdiam. Tara memalingkan wajah melihat keadaan lawan mainnya yang tampak lebih kacau darinya.


"Kan udah aku bilang fokus!" ujar Prita berbisik mengabaikan semua mata yang tertuju pada mereka.


Tara meminta sutradara mengulangi adegannya, namun sutradara menolaknya Lawan mainnya cukup shock dan meminta waktu istirahat sebentar.


Prita menyodorkan segelas es kopi kesukaan Tara yang langsung ditenggaknya hingga tersisa setengah.


"Udah deh, kamu kosongkan pikiranmu. Tarik nafas yang dalam hebuskan. Lakukan tiga kali. Buang semua pikiran yang meganggu. Fokus pada adegan dan skrip, jangan terbawa perasaan" Prita membantu Tara melakukan relaksasi.


Shooting kembali di mulai. Prita menghela nafas saat sutradara mengumumkan bahwa shooting hari ini sudah selesai dan akan dilanjutkan besok.

__ADS_1


Tara berjalan cepat menuju mobil. Dia mengabaikan panggilan crew lain yang mengajak Tara dan Prita agar ikut bergabung dalam acara makan-makan setelah shooting.


prita terpaksa mencari alibi agar tidak menyinggung crew yang lain.


"Kita ke bandara sekarang" ujar Tara sambil memasang seat belt.


Tanpa banyak bicara Prita segera menuju Bandara Soekarno Hatta.


Tara menerobos lautan manusia di hadapannya. Dia berusaha mencari-cari sosok Lintang.


"Tara"


Tara memalingkan wajahnya saat mendengar suara yang sangat di kenalnya.


Bisma, teman sekamar Lintang berdiri tegap di belakangnya.


"Lintang mana?" tanya Tara panik.


"Udah take off 20 menit yang lalu" ujar Bisma menyelidiki wajah panik Tara.


"Be-berapa lama?" ujar Tara terbatah.


"Hampir dua bulan, tour Eropa" ujar Bisma.


"Aku gak bakal bergabung di tournamen yang ketiga di Belgia" ujar Bisma tersenyum.

__ADS_1


Tara mengabaikan tingkah Bisma. Dia meninggalkan Bandara itu, beruari air mata.


...----------------...


__ADS_2