Ode Untuk Lintang

Ode Untuk Lintang
Serli dan Adam


__ADS_3

Meeting dengan perusahaan X 10 menit lagi. Tara melihat alarm di ponselnya bergetar. Dia duduk di meja rapat bersama Prita dan beberapa orang lain yang tidak dikenalnya. Make up tebal tidak mampu menutupi lingkaran hitam yang samar-samar masih terlihat di bawah matanya.


"Hoam" Tara menguap pelan.


Prita menyenggol lengannya. 


"Apa sih" ujar Tara emosi.


Dia menegak kopi berukuran 1 liter yang dibelinya di FamilyMart. 


Tara menoel-noel Prita yang tampak fokus mendengarkan konsep yang akan diusung untuk iklan nanti.


Prita menoleh. Ekspresi wajahnya seolah bertanya "apa lagi" 


Tara menunjuk-nunjuk punggung tangan kirinya. Daerah antara ibu jari dan jari telunjuk. Prita paham maksud Tara. Ditekannya kulit punggung tangan itu sekuat tenaga.


Tara merintih kecil.


Rasa sakit tadi membantunya tersadar dari rasa kantuknya. Tidak seampuh saat sekolah dulu Tara sering meminta Prita memukul keras dahinya saat dirinya sedang ngantuk berat.


"Nonton badminton lagi?" hardik Prita.


Kedua orang itu telah selesai meeting dan kini duduk di kursi yang ada di dalam FamilyMart. 

__ADS_1


"Katanya kopinya gak bermanfaat" sindir Prita melihat Tara melahap bakpao dan menyeruput sisa kopi 1 liternya.


"Terpaksa" ujar Tara pendek.


Cih, terpaksa apanya. Tara melahap paket nasi ayam b. Dada ayam berukuran jumbo dilahapnya tanpa sisa.


Tara merasakan kenikmatan yang luar biasa. Nasi ayam versi lite ini tidak seenak KFC tapi entah kenapa Tara ingin berlama-lama di family mart sambi menunggu perutnya berkurang setengah dan berniat makan seporsi lagi.


Tara rela bangun di jam dua subuh demi menyaksikan Lintang bertanding di All England, kompetisi bergengsi sekaligus tertua di cabang olahraga badminton. Perbedaan waktu enam jam antara London dan Jakarta. Tara merasakan kepuasan tersendiri menyaksikan pertandingan secara live dibandingkan siaran ulang. 


"Hay" sapa seorang pria berdiri di hadapan Tara dan Prita.


Tara nyaris tersedak melihat Tedja Aribawa tersenyum konyol dihadapannya. 


Tedja Aribawa protagonis dalam sinetron yang diperankan Tara beberapa waktu lalu. Dalam film itu Tedja berperan sebagai second male lead, yang rela membantu pemeran utama wanita yang berakhir dengan cinta bertepuk sebelah tangan. Sedangkan Tara memerankan tokoh antagonis. Sungguh naas pikir Tara. 


Tara dan Tedja cukup intens beradu peran di tiga episode. Lewat peran tersebut rating tiga episode naik signifikan. Polling dan komentar pemirsa membanjiri kanal youtube channel milik rumah produksi sinetron yang Tara bintangi.


Tara cukup muak membaca komentar-komentar yang menyarankan sutradara membuat season dua yang menceritakan perjalanan Serli dan Adam (peran mereka dalam sinetron itu). Sampai akhirnya salah satu situs jual beli online  menawarkan bayaran fantastis jika Tara dan Tedja terlibat dalam iklan mereka.


Tedja membawa box makanan yang sama dengan milik Tara, duduk di hadapan Tara, tersenyum, dan mulai makan. Tara melonggo, ditatapnya Prita yang kini berpindah meja sibuk berbincang dengan manajer Tedja.


"**** you" umpat Tara tanpa suara, matanya menatap Prita galak.

__ADS_1


"Kita bakal sering ketemu selama project ini" Tedja membuka percakapan.


Prita menatap Tedja sinis seolah dia peduli dengan ucapan Tedja.


"Ada yang ingin kamu katakan?" tanya Tedja.


"Tidak ada" 


Tedja menaikan bahunya.


"Aku tidak tahu apa yang membuatmu begitu sinis tiap kita bertemu. Kalau kamu punya masalah katakan saja" 


"Sinis?" tanya Tara tak percaya. 


Tara berpikir sejenak. Tidak ada, hanya saja Tara muak melihat sikap Tedja yang ramah pada siapapun bahkan Tedja yang seorang artis membantu para crew mengerjakan tugas mereka. Bukankah itu terlalu palsu?


"Tidak ada. Semoga proyek ini berjalan dengan lancar, sampai ketemu lagi" pamit Tara terdengar awkward. 


"Kenapa buru-buru, kalian gak mau ngobrol gitu" goda Prita di mobil.


Tara memutar bola mata. Dia membuka ponselnya sambil mengecek jadwal pertandingan Lintang. Breaking News, lawan Lintang di babak perempat final mengundurkan diri karena cedera di akhir laga kemarin. Kesempatan besar bagi Lintang melaju ke babak final. Malam ini aku bisa tidur nyenyak, batin Tara sembari meregangkan otot leher dan bahunya.


 

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2