
Tim putri sedang melakukan pemanasan ditemani Koh Toni, coach Wibowo pelatih tunggal putri, coach Hafiz pelatih ganda putri beserta asisten pelatih masing-masing sektor. Tim putri akan menjadi pembuka di laga pagi ini melawan Thailand. Wajah Annisa dua kali lebih tegang daripada saat pertandingan melawan vietnam. Tadi malam, tim putri telah sepakat menurunkan skuad utama yang kemarin bermain melawan Vietnam. Tim putri kelihatan lelah, laga kemarin berakhir malam hari dan mereka Cuma punya sedikit waktu istirahat kondisi mereka belum pulih 100%.
Annisa harap-harap cemas melihat satu persatu pemain yang meskipun lesu tak menunjukan tanda-tanda akan mundur. Annisa tak bisa berbuat banyak, kalau saja kemarin mereka menang pun formasi yang diturunkan tetap tak berubah.
“Semuanya berkumpul” ujar Koh Toni sembari melihat waktu yang tertera di jam digitalnya, lima belas menit lagi pertandingan dimulai.
“Hari ini lawan kita adalah Thailand, saya paham teman-teman pasti capek karena sudah diturunkan kemarin. Hilangkan beban kalian, bermainlah lepas Kalah menang itu adat pertandingan, jaga fokus dan lakukan terbaik yang kalian bisa” ujar Koh Toni.
Perasaan tim putri lega, beban kemenangan yang harus mereka tanggung menjadi berkurang saatnya menunjukan performa terbaik mereka melawan tim putri terkuat di SEA Games.
Annisa maju di pertandingan pertama, melawan rangking 4 dunia tunggal putri terbaik dari Thailand. Sebagai kapten, Annisa merasa tanggungjawab berada di pundaknya. Dia fokus memenangkan pertandingan pertama agar tim selanjutnya termotivasi menambah poin. Pergulatan panjang dimulai, meskipun lelah Annisa tak berhenti dia dan lawannya sudah sering bertemu di pertandingan individu dan punya rekor dua kali menang dari enam pertemuan mereka. Annisa fokus pada kelemahan lawan, stamina dan defence. Annisa melakukan segala cara dan teknik untuk menembus pertahanan lawan. Jump shoot teknik andalannya menambah poin. Umpan silang yang menjadi andalan tunggal Indonesia dieksekusi dengan baik.
__ADS_1
Tim putra bersorak kegirangan tak kala rubber game membawa Indonesia unggul satu poin. Annisa hampir menangis kerja kerasnya membawa hasil positif ditahannya air mata yang hampir tumpah karena hari ini belum habis, pertandingan masih berjalan.
Tim selanjutnya yang bertanding melawan unggulan ketiga dunia, pasangan ganda putri nomor satu Thailand yang salah satu pemainnya merangkap di ganda campuran. Lewat pertarungan sengit Thailand menunjukan eksistensinya kedudukan berubah menjadi satu sama. Pertandingan ketiga dimulai, lebih cepat berakhir dari prediksi. Tunggal kedua Indonesia kalah dengan skor afrika, 9-21, 10-21 kelelahan tampaknya membuat tunggal putri tak mampu mengcover area lapangan pertandingan. Pertandingan keempat ganda putri kembali membangkitkan semangat suporter Indonesia. Poin demi poin terus bertambah tanpa mampu dibendung ganda putri Thailand. Ganda putri Indonesia tak memberi celah bagi Thailand untuk menambah poin dan semakin memperbesar kemenangan ganda putri Indonesia. Skor dua sama terpampang di layar utama lapangan. Pertandingan terakhir didominasi oleh Thailand, seolah membalas kekalahan tim ganda. Pendukung Indonesia berteriak tanpa henti saat tunggal Indonesia berusaha mencegah bola jatuh di area “in” tampaknya kelemahan tunggal Indonesia terbaca dengan jelas tidak hanya oleh lawan tetapi juga penonton yang ada di stadion. Tunggal Indonesia menyerah pada lawan di poin-poin terakhir. Indonesia harus puas dengan skor tim putri 2-3, malam itu Annisa tak kuasa menahan perasaannya, amarah dan sedih bergejolak dalam dada nya yang hanya bisa dia tumpahkan lewat air mata yang sejak tadi ditahannya.
“Kak, kita masih ada pertandingan lagi. Kalau kita berhenti di sini dan kakak menyerah lebih baik tak usah ikut dari awal” ujar salah satu juniornya.
Annisa berpikir sejenak, mengatur nafas dan membuang semua emosi dan pikiran negatifnya lewat hembusan nafas. Tahun lalu, dia tidak berhasil membawa Indonesia meraih medali emas, dan tahun ini dia tidak ingin luka lama itu terulang. Sebelum benar-benar pensiun dia ingin di turnamen beregu putri bisa bersanding dengan tim putra membawa medali emas bersama.
“Terima kasih untuk teman-teman yang sudah bertanding hari ini, besok kita akan melawan tim Brunei Darussalam. Tim junior, kita sama-sama berjuang untuk pertandingan besok. Jangan cepat puas dan jangan meremehkan lawan, tetap jaga pikiran dan stamina. Sekarang kita istirahat, jangan lupa makan, berdoa dan jaga kesehatan” ujar Annisa mempersilahkan tim putri meninggalkan ruang pertemuan mereka.
Pelapis ganda putra Indonesia sempat kewalahan menahan serangan bertubi-tubi milik Filipina. Mengalahkan tim kuat adalah tujuan utama Filipina, agar bisa membuktikan bahwa posisi Indonesia bisa bergeser kapan saja karena banyak negara telah belajar kelebihan dan kekurangan gaya bermain yang diterapkan Indonesia.
__ADS_1
Tim putra mengukuhkan posisinya menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan. Statistik permainan dan perolehan poin Indonesia berada di urutan satu, apapun hasil pertandingan besok, Indonesia tetap lolos ke semifinal.
*****
Tim putri bersorak-sorai saat Annisa kembali meraih kemenangan di babak pembuka. Meskipun pelatih menyuruhnya istirahat, Annisa tetap pada pendiriannya, konsisten menyumbang satu angka bagi Indonesia. Indonesia bersorak gembira pertandingan ditutup dengan kemenangan sempurna 5-0 sekaligus mengantar Indonesia menjadi runner up grup dan melaju ke babak semifinal bersama Thailand karena perolehan poin Vietnam selisih empat angka di bawah Indonesia.
Tim putra melaju tanpa hambatan, setelah mengalahkan Myanmar 5-0 dan kukuh sebagai pemimpin group. Semua berkumpul di arena yang disiapkan panitia, drawing semifinal diundi ulang. Wakil tim putra ada Indonesia, Malaysia, Thailand dan Singapura. Wakil Tim putri ada Thailand, Indonesia, Malaysia dan Singapura entah mengapa drawing kali ini sangat unik kedua tim membawa putra-putri wakil dari negara masing-masing. Hasil undi drawing tim putra akan melawan Singapura dan tim putri melawan Malaysia. Peluang tim putra ke final lebih besar dibanding tim putri.
Tak bosan-bosan pelatih memotivasi masing-masing pemain, besok pertandingan akan mulai pukul 13.00 waktu Hanoi yang berarti cuaca dalam kondisi yang panas, pagi hari mereka berlatih sekaligus pemeriksaan bersama dokter dan terapis yang ikut sebagai official, memastikan kondisi mereka tetap fit sampai pertandingan selesai. Dua orang tunggal putri tak dapat dimasukan dalam deretan pemain yang akan diturunkan karena cedera betis dan punggung, sehingga mereka akan diistirahatkan sedangkan tunggal putra Niko yang menjadi tulang punggung tunggal putra tidak dijadwalkan turun dalam semifinal dengan maksud pemulihan kondisi agar siap tanding seandainya Indonesia lolos ke final.
Skuad utama tim putri berganti formasi menjadi satu tunggal senior dan dua tunggal pratama. Formasi Malaysia sesuai prediksi akan sama dengan tim putra, tiga ganda dan dua tunggal yang akan bermain. Keputusan ini akan jadi 50:50, kekuatan mereka imbang. Annisa meyakinkan tim putri bahwa mereka tidak akan kalah, satu langkah lagi menuju final. Pikirkan semifinal, pertandingan, dan usaha hasil akan berbanding lurus dengan usaha.
__ADS_1
...----------------...