Ode Untuk Lintang

Ode Untuk Lintang
SEA Games (1)


__ADS_3

Lintang menyeka keringat yang mengalir di wajah dan lehernya. Sesekali dia menegak air mineral, sambil mengatur nafas. Kipas angin yang ada di ruangan itu tak mampu membuat rasa gerah di tubuh para atlet berkurang. Bulan Mei di Vietnam memasuki musim panas, suhu di daerah itu mencapai 32 derajat celcius.


Tim Indonesia baru saja melakukan uji coba lapangan, besok tim putra akan melawan Laos dan tim putri akan melawan Filipina. Sesuai arahan Koh Toni, saat tim putri bertanding di pagi hari, semua tim putra dan pemain putri yang tak diturunkan bertanding akan menjadi suporter di tribun penonton, begitupun sebaliknya sebagai bentuk dukungan terhadap sesama pemain.


Kedua tim bersama pelatih menentukan line up pemain yang akan bertanding besok. Satu skuad berisi lima pertandingan. Susunannya tergantung kesepakatan dua tim yang akan bertanding bisa 3 tunggal dan 2 ganda atau sebaliknya 2 tunggal dan 3 ganda. 


Tim Laos mengusulkan agar 3 tunggal dan 2 ganda kepada panitia pertandingan. Sesuai peraturan pertandingan  grup, Line up akan diumumkan satu jam sebelum pertandingan dimulai. 


Tim Laos mempertimbangkan performa tim ganda Indonesia yang menurut mereka sangat kuat, sedangkan tim tunggal performanya tidak sebagus tim ganda. Strategi tim Laos adalah mencuri poin di sektor tunggal, karena urutan tanding yang disepakati adalah tunggal-ganda-tunggal-ganda-tunggal, di babak penyisihan grup semua sektor akan bermain sesuai urutan sampai habis meskipun lawan telah menang 3 kali dari total pertandingan. Sedangkan di babak quarter final sampai final tiga kemenangan dalam satu kali tanding, sudah cukup untuk mengakhiri pertandingan.


Lintang berembuk dengan tim putra, mereka sepakat menurunkan semua pemain junior sesuai dengan urutan rangking di masing-masing sektor tunggal dan ganda (urutan pemain harus berdasarkan rangking cth : tunggal 1, ranking dunia 134 maka tunggal 2 dipilih rangking seterusnya di atas 134 tidak bisa di acak)


Susunan pemain Indonesia telah ditentukan, pelatih dan seluruh pemain telah setuju. Tingkat kemenangan menurut prediksi adalah 70% untuk tim junior, target yang disepakati satu tunggal dan dua ganda diwajibkan menang.


"Teman-teman, target yang telah disepakati harap.diingat dan jangan dijadikan beban saat bertanding. Kita sudah berlatih selama tiga bulan, sudah sparing dengan senior-senior di luar pelatnas harapan kita apa yang telah dilatih bisa menjadi bekal dan patokan saat bertanding besok" ujar Lintang menyemangati tim Junior yang tampak serius mendengarkan arahan. 


Tim putri Annisa mengarahkan anggotanya. Diantara semua pemain putri dia adalah yang paling senior, usianya memasuki 27 tahun sejak umur 15 tahun dia telah bermain di sektor tunggal sekaligus menjadi pemain termuda di SEA Games saat itu. Annisa sudah mengisyaratkan pensiun sejak tahun lalu namun PBSI nampaknya belum menyetujui, dan masih minta bimbingannya untuk para junior yang akan naik level ke pemain pratama menjadi utama. 

__ADS_1


Tim putri mempersilahkan tim Filipina memilih urutan pertandingan dan tim Filipina memilih tiga tinggal dan dua ganda. Annisa turun menjadi single urutan 1 karena Filipina punya senior tunggal yang pernah diundang BWF berpartisipasi di turnamen Badminton World Championship salah satu turnamen bergengsi selain Olimpiade dan All England. Prediksi tim putri, Filipina akan menurunkan skuad utama.


*****


Pertandingan hari pertama berjalan sesuai prediksi, tim putri Filipina menurunkan skuad utama. Pertandingan pertama berakhir ketat, Indonesia memimpin dengan skor beregu 1-0 Pertandingan kedua Indonesia kembali unggul kedudukan menjadi 2-0. Pertandingan ke 3 Indonesia kalah rubber game, kedudukan berubah 2-1. Pertandingan ke 4 Indonesia menang mudah, skor 3-1 cukup menjadi bukti kemenangan Indonesia. Pertandingan kelima berakhir manis 4-1, Indonesia unggul di partai pertama.


Sore hari tribun penonton mendadak ramai, dua kali lebih banyak dibanding pagi hari. Nampaknya beregu putra berhasil menarik minat masyarakat sehingga mereka berbondong-bondong hadir di lapangan mendukung keempat tim yang sedang bertanding.


Laos meraih kemenangan pertama lewat tunggal putra senior mereka yang berhasil menang straight game. Pendukung Laos bersorak gembira. Tak mau kalah dari lawan, pendukung putri Indonesia bersorak tak kalah ganda putra memasuki lapangan. Tribun menjadi dua kali lebih heboh karena visual pemain Laos dan iIndonesia. Keempatnya terlihat semakin tampan. Suporter Indonesia yang jahil meneriakan ea..ea..ea.. di tribun saat pemanasan. Kamera menyorot pemain Laos yang tampak salah tingkah, sedangkan pemain ganda Indonesia tampak santai terbiasa dengan jargon khas suporter. 


Pertandingan kedua menuai hasil yang cukup membuat pendukung Indonesia bersorak kesetanan, lebih dari tiga kali wasit dianggap mencurangi pemain Indonesia di poin-poin kritis dan berakhir kekalahan karena tunggal putra Indonesia seperti kehilangan motivasi di lapangan dan tekanan lawan menjadi lebih besar. Kedudukan 2-1 dipimpin Laos.


Ganda putra kedua dipaksa bekerja keras harus memenangkan pertandingan. Lintang mau tak mau memberi pesan kepada tunggal ketiga agar lebih rileks dengarkan arahan pelatih dan abaikan lawan atau suporter yang berusaha memprovokasi.


Keberuntungan ada di pihak Indonesia. Ganda putra tampil percaya diri dan mampu menumbangkan lawan dalam waktu 45 menit 12 detik. Skor imbang 2-2.


Lintang harap-harap cemas di tribun VIP. Pemain lain bersorak ramai namun Lintang memilih diam, fokus pada jalannya pertandingan. 

__ADS_1


"Haiss" desis Lintang saat kock membentur net. 


Jantung Lintang berdegup kencang, rasa tak nyaman membuatnya posisi duduknya berpindah-pindah. 


Set pertama berakhir dengan kekalahan Indonesia 12-21 jarak poin yang cukup jauh. Lintang bimbang, kepercayaan dirinya mulai goyah saat awal set dua Indonesia tertinggal 0-4.


Pendukung Indonesia kembali ribut memukul-mukul balon dan properti suporter yang disediakan sponsor. Setelah pertarungan panjang Lintang bisa menahan lega, rubber game membuktikan junior Indonesia masih menjadi lawan tangguh.


"Terima kasih untuk kerja keras pemain yang telah bertanding hari ini. Besok tim putra akan melawan juara bertahan tim Malaysia, dan tim putri akan melawan tuan rumah. Setelah makan malam kita kumpul lagi untuk tentukan line up" ujar Koh Toni sambil membuat catatan di notes miliknya.


*****


Tim putra Indonesia dan Malaysia memilih urutan tiga ganda dan dua tunggal. Secara kekuatan kedua tim ini imbang apalagi pelatih ganda Malaysia adalah mantan pemain nasional Indonesia yang terbiasa dengan permainan apik di depan net dan tempo permainan cepat. Menurut catatan Koh Toni, dua tunggal yang kemungkinan diturunkan adalah Thian Hao dan satu pemain muda Alvin Lim yang awal tahun baru saja dipromosikan asosiasi badminton Malaysia ke level senior. 


Malaysia dan Indonesia menurunkan skuat utama tentu saja dengan ambisi untuk merebut emas sedangkan Malaysia butuh mempertahankan gelar. Pertandingan besok dipastikan menjadi babak penyisihan paling sengit di pekan SEA Games batminton.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2