Ode Untuk Lintang

Ode Untuk Lintang
Penuh Drama


__ADS_3

Babak kualifikasi hari pertama Denmark Open telah selesai. Perwakilan Indonesia yang bertanding di babak kualifikasi terdiri dari 2 ganda campuran, 1 tunggal putra dan 1 tunggal putri semuanya telah sukses mengalahkan lawan-lawannya di laga pembuka.


Selepas makan malam, Koh Aliong selaku Kepala Bidang Pembina Prestasi Atlet Badminton mengadakan rapat kecil, mengevaluasi pertandingan yang telah berjalan.


"Terima kasih kepada semua atlet yang telah bertanding hari ini. Meskipun hari ini kita menang, tapi kita jangan cepat berpuas diri. Kita harus tetap evaluasi pertandingan hari ini seperti teknis permainan dan lain-lain lebih lanjut akan disampaikan oleh pelatih masing-masing saat latihan untuk laga selanjutnya. Untuk atlet yang akan bertanding besok, persiapkan diri kalian. Istirahat yang cukup, jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan tetap semangat berjuang untuk Indonesia" ujar Koh Aliong berapi-api.


"Sekian dari saya, selamat malam, selamat beristirahat"


"Indonesia"


"Bisa!"


"Siapa kita?"


"Indonesia" teriakan official PBSI dan atlet yang hadir dalam rapat itu.


Mereka kembali ke kamar bersiap istirahat untuk memulai latihan dan laga kualifikasi hari kedua.


Sementara itu di Jakarta ...

__ADS_1


Tara berusaha menghubungi Lintang di sela jadwal shootingnya. Prita tampak kesal, hari ini talentnya sudah ditegur tiga kali oleh sutradara karena sikap kurang profesional Tara. 


Tara tidak ambil pusing dengan amarah sutradara dan crew lain yang kelihatan bete dengan tingkah Tara.


"Kamu sadar gak sikap kamu sudah keterlaluan!" ujar Prita kasar.


"Ini bukan hanya soal kontrak tapi juga nama baik kamu, karir kamu!" 


Tara mengabaikan kata-kata Prita dan tetap mencoba menelepon Lintang.


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi. The number you are calling is not ..


Mampus batin Prita.


"Lintang kenapa sih pake matiin hp segala" protes Tara.


"Lintang itu bukan pengangguran yang setiap saat harus terima telepon kamu!" jawab Prita.


Tara makin kesal mendengar jawaban Lintang. 

__ADS_1


"Lagi pula  dia sedang ikut turnamen. Mungkin saja hp nya di kumpul biar tidak mengganggu fokusnya dari orang-orang seperti kamu. Telepon tidak tahu aturan!" 


Prita tidak menyesali kata kasar yang dia lontarkan kepada Tara. Baginya Tara sudah kelewatan. Prita sampai bosan menasehati Tara bahwa kata putus yang keluar dari Lintang, sudah sangat jelas bahwa hubungan mereka sudah end.


Prita teringat percakapan mereka saat Tara curhat padanya Lintang minta putus.


"Cowok kalau udah bilang putus ni ya, gak ada harapan buat cewek ngajak balikan lagi. Kamu gak usahlah ngemis-ngemis gak guna gini. Di dunia ini cowok bukan hanya Lintang aja" ujar Prita memberi semangat pada Tara. 


Kata-kata palsu yang Prita keluarkan dia lakukan untuk menjaga mood Tara, karena mereka terancam penalti kontrak akibat sikap tidak profesional Tara yang dianggap menghambat proses shooting. Padahal dalam hati kecilnya Prita sudah gedeg dengan kelakuan Tara.


"Nggak. Paling Lintang cuma bertahan satu minggu habis itu dia pasti kangen sama aku. Cowokkan gitu" ujar Tara tak terima.


"Kasusnya apa dulu. Kalau kasusnya kayak kamu gini yang ada Lintang berbahagia hidup aman sejahtera" cerocos Prita, lupa bahwa dia harus menjaga emosi Tara.


"Nggak. Pokoknya aku gak mau putus. Kalau ada yang nanya bilang aja kita baik-baik aja. Lagi sibuk sama kegiatan masing-masing" ujar Tara memperingati Prita.


Prita menghela nafas. Ujung-ujungnya Prita yang harus membereskan masalah artisnya. Nasib jadi manager artis, penuh drama.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2