Ode Untuk Lintang

Ode Untuk Lintang
Airin


__ADS_3

Seorang wanita paruh baya melenggang ke salah satu hotel mewah di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.


“Hay, ucap wanita itu sambil menyapa teman-teman wanitanya.”


“Halo Mami Airin” sapa salah satu pria yang berdandan layaknya wanita di ruangan itu.


“Cie yang beli tas baru” goda kawannya yang lain.


Airin tentu semakin pamer. Berkat uang yang diberikan oleh putrinya, Tara dia akhirnya bisa membeli sebuah baguette bag original merk Fendi.


Sejak Tara semakin dikenal luas di jagat dunia hiburan tanah air, Airin turut eksis bergabung di perkumpulan para artis dan sosialita tanah air. Tak tanggung-tanggung dia menjadi anggota arisan brondong dan barang mewah. Semua uang dan kemewahan yang Airin dapatkan berkat kerja keras putrinya. Tara harus berterima kasih dan berbakti kepada dirinya, kalau bukan Airin yang merawatnya dan meyakinkan Tara untuk terjun ke dunia hiburan mungkin Tara akan berakhir menjadi Sales Promotion Girl (SPG) dan tukang pijat ++ seperti dirinya dulu.


“Kamu kok mau nyapa dia?” tanya Pinkan artis senior, yang baru saja melangsungkan pernikahan keduanya.


“Santai mak, kalau bukan karena gue butuh endorse nya Tara dia udah gue tendang dari perkumpulan kita” ujar Berny, lelaki kemayu yang tadi menyapa Airin.

__ADS_1


“Iya najis gue sama emak-emak caper, artis juga bukan” sambung Malini penyanyi pop yang tengah naik daun.


Mereka memandang Airin yang sibuk kesana-kemari menyapa anggota arisan di ruangan itu sambil mengomentari penampilan Airin yang menurut mereka norak dan kampungan.


Airin berjalan mendekat ke arah Berny, Pinkan, dan Malini sembari memberi isyarat bahwa saat itu dia tengah mengenakan tas bermerk. Mereka bertiga bertingkah seolah penampilan Airin yang paling wow di ruangan itu.


“Si brondong kemana?” tanya Berny dengan nada Julid. Brondong yang dimaksud dalah pacar airin yang usianya 18 tahun lebih muda darinya.


“Udah ku putusin, ketahuan selingkuh sama om-om” ujar Airin santai.


“Duit kamu kurang banyak, makanya brondong pergi” Pinkan mulai mengompori Airin.


“Iya jaman sekarang mah gak ada duit brondong kabur, di dunia entertain mah biasa itu”


“Hidup butuh duit nek, apalagi brondong kamu kemarin itu model kan, sebentar lagi bakal diorbitkan jadi artis pendatang baru. Deketin om-om sponsor mah wajar” Berny cekikikan sambil menutup mulutnya dengan jari-jari lentiknya.

__ADS_1


“Udah sama anak kuliahan aja yang biasa, pengeluarannya gak banyak paling buat bayar kos sama jajan” ketiga orang itu cekikikan.


Airin menanggapi pendapat mereka dengan senyum kecut lalu pura-pura pamit. Ada benarnya juga mulut ember ketiga orang itu. Lagipula uang yang Tara berikan tidak cukup untuk dirinya bersenang-senang bersama pacarnya. Tara harus bekerja lebih keras agar mami tercintanya ini bisa hidup layak. Airin membayangkan dirinya ditinggal kaum sosialita hanya tidak sanggup membiayai brondong, membayar arisan mewah, dan jalan-jalan ke luar negeri. Tidak, tidak! Sadar Airin, sekarang kamu adalah ibu dari artis Tara Widuri. Hidupmu harus mewah, dan berkelas.


Airin menghembuskan asap rokoknya. Dia berada di salah satu kamar hostel murah di pinggiran Jakarta, setelah menghabiskan waktu bersama brondong yang mendekatinya di acara tadi.  Dia sedang menelpon Tara sambil mengancam agar Tara segera mentransfer sejumlah uang. Uang-uang yang diberikan Tara telah habis terpakai. Biaya perawatan apartemen, sampah, keamanan, biaya sewa barang branded, dan biaya sewa mobil belum dibayarnya.


“Mah, aku belum dibayar dari semua kerjaanku” ujar Tara memelas saat mendengar Airin melontarkan makian-makiannya.


“Halahhh banyak alasan kamu, bilang aja semua duit kamu sudah kamu berikan ke atlet miskin itu!” teriak Airin.


“Mah, aku gak bohong aku cuma bisa transfer mama dua juta, itu uang sisa aku di bulan ini mah” ujar Tara pelan.


“Hey anak sial, mana rasa terima kasihmu sama mama hah! sudah untung kamu mama hidupi sampai segede ini sekarang sudah mulai durhaka. Mama gak mau tahu, besok atau lusa semua tagihan harus lunas!”


Tara menatap nanar ponselnya, pikirannya kacau. Semua ucapan Airin berputar di kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2