Ode Untuk Lintang

Ode Untuk Lintang
Tidak Terkenal


__ADS_3

Babak kedua Demir merubah strategi permainan. Lintang mulai kelimpungan mengembalikan pukulan - pukulan Demir. Lintang berusaha mencari celah untuk menembus pertahanan Demir yang kian rapat. Mereka saling mengejar angka.


Usaha Lintang berhasil memperlebar jarak menjadi 3 angka lebih unggul, 18-15. Melihat angka Lintang semakin dekat menuju kemenangan, Demir tidak tinggal diam. Mereka berdua memainkan rally panjang yang menguras tenaga. Demir berhasil mendulang angka demi angka, hingga kedudukan mereka setara 18 sama.


Lintang dia tidak punya banyak tenaga rubber game. Dia mati-matian mencegah lawannya menang di set kedua. Lintang berusaha mencegah agar bola demir tidak menghasilkan angka tambahan. Beberapa saat kemudian pukulan Demir jatuh tepat di sisi lapangan. 


"Out" ujar hakim garis sambil mengisyaratkan tanda out.


Demir meminta challenge. Meskipun tahu bola itu out namun mereka berdua nampak kelelahan dan butuh rehat sejenak. Lintang mengusap keringat sambil meneguk air mineral. 


Challenge Demir dinyatakan tidak berhasil. Angka bagi Lintang. 


Dua lagi, ayo kamu pasti bisa


Batin Lintang menarik nafas panjang dan menghembuskannya bersama dengan pukulan service. Bunyi shuttlecock yang beradu dengan racket, memenuhi lapangan 2 tempat pertandingan mereka berlangsung. Lintang melakukan diving, menyelamatkan bola yang jatuh ke sisi kiri luar service area.


Lintang tidak mau mengulang kesalahan dengan berpikir bola itu out. Dia belajar dari kesalahannya di pertandingan sebelumnya. Seminim mungkin Lintang tidak melakukan trickshoot yang akan menjadi boomerang baginya.


Skor ke-20 Lintang berkat dropshot yang sengaja dilakukan dengan mempertimbangkan posisi tubuh Demir yang berada agak ke belakang lapangan, sehingga prediksi Lintang tidak meleset.

__ADS_1


Sabar, fokus..


Batin Lintang. Tinggal tersisa satu angka menuju kemenangan. Lintang tidak melihat raut sedih ataupun kecewa dari lawannya, dan Lintang mengapresiasi itu, Demir tetap menantangnya, sekalipun tahu sulit untuk mengejar ketertinggalan tapi sebelum angka lawan 21 apapun bisa terjadi.


Lintang tidak buru-buru melakukan service. Dia menjaga ketenangan dan kestabilan emosinya. Dia tidak buru-buru mematikan pukulan. Lintang memainkan bola-bola panjang dan memperlambat tempo. Ditengah tempo permainannya dia melakukan umpan silang dan dikembalikan Demir sesuai dengan harapannya. Jump smash keras Lintang mengakhiri laga malam itu.


...****************...


Tara bersorak gembira menyambut kemenangan Lintang. Dia berhenti bertingkah, saat Prita menatapnya tajam. Prita membantunya mengembalikan aksesoris dan baju yang dipakainya dalam talkshow.


"Makan dulu yuk baru ke lokasi" ujar Tara mengajak Prita makan sebelum ke lokasi shooting. Prita melajukan mobil menuju tempat makan yang searah lokasi shooting.


"Udah makan aja gak ada yang kenal juga" ujar Prita kesal.


Tara melihat kanan kiri tempat itu dipenuhi keluarga, sekelompok anak muda, dan pasangan-pasangan yang sedang makan. Tara perlahan membuka masker, topi, dan kacamatanya.


Tara membenarkan rambutnya sambil berkaca pada layar ponselnya. Siapa tahu ada yang menyadari kehadirannya dan meminta foto. 


Makanan telah tertata di atas meja sesuai 

__ADS_1


pesanan Prita. Setelah mencuci tangan pada wastafel yang tersedia disana, Prita mulai makan dengan lahap.


"stt, stt, gue gak apa-apakan makan pakai tangan?" bisik Tara takut kalau imagenya rusak,.atau tertangkap kamera.


Prita tidak menjawab melainkan terus mengunyah makananya. Tara menyerah menggunakan sendok setelah melihat sambal teri super pedas dan sambal hati ayam yang terhidang di hadapannya. Seketika Tara lupa bahwa dia adalah artis dan mulai melahap lauk pauk yang telah di pesan tanpa canggung.


"Gue ternyata gak seterkenal itu ya?" tanya Tara karena di tempat tadi tidak ada satupun yang peduli padanya, minimal berbisik-bisik saat dia ada di sana.


"Emang lo kira lo siapa?" tanya Prita membuat Tara cemberut.


 ddrttt, ddrtt


sebuah pesan masuk terpampang di layar ponselnya.


Besok transfer mama 50 jt.


Tara mengurut kepalanya pelan. Baru lima hari lalu mamanya meminta dengan nominal yang sama, kemana semua uang itu?


Tara berniat membicarakan isi pesan mamanya dengan Prita, dia melihat Prita tampak serius dan sibuk menyetir. Tara mengurungkan niatnya dan berpura-pura memejamkan matanya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2