Ode Untuk Lintang

Ode Untuk Lintang
Seafood Om!


__ADS_3

Bi Nina harap-harap cemas menunggu teleponnya tersambung ke salah satu Dokter IGD sahabat Regata, dr. Jenar. Kebetulan nomor itu masih tersimpan di kotak masuk pesannya yang kala itu digunakan Regata untuk mengirim pesan padanya.


Ketika telepon tersebut tersambung, Bi Nina segera menyapa pemilik nomor tersebut dan meminta maaf karena nomor majikannya tidak dapat dihubungi sehingga dirinya terpaksa menganggu waktu dr. Jenar.


Regata pulang lebih cepat hari ini karena akan menemui wali kelas anaknya. Bi Nina semakin cemas, dia tidak bisa menjemput Mia karena suami dan keponakannya mengalami kecelakaan sehingga dia harus buru-buru ke rumah sakit, sedangkan Mia bersama rombongan murid kelasnya sedang mengikuti penutupan lomba di gedung olahraga kota.


Jenar berusaha menghubungi Regata lewat ponselnya yang lain namun nomor tersebut tidak aktif. Nada Bi Nina terdengar pasrah, dia mengucapkan terima kasih dan berniat mengakhiri sambungan teleponnya namun sebuah suara menghentikan Bi Nina.


"Biar saya saja yang jemput anaknya Regata" ujar suara berat seorang pria di ujung sana.


Genta memperkenalkan dirinya, disambut dengan ucapan terima kasih Bi Nina yang bertubi-tubi sebelum dia menjelaskan lokasi Mia dan ciri-ciri putri majikannya. 


Setelah menyelesaikan tugasnya, Genta menuju gedung olahraga kota yang hari itu ramai dengan kendaraan yang berjejer rapi di parkirannya. Tampak acara penutupan berjalan meriah. Genta juga melihat guru-guru memandu murid yang telah menerima hadiah kembali berbaris rapi.

__ADS_1


Genta mendekat ke rombongan yang mengenakan seragam olahraga milik sekolah dasar Mia. Dia memperkenalkan diri kepada guru yang berada di rombongan itu bahwa dia akan menjemput Mia. 


Guru tersebut berbaik hati mengantarnya pada Mia yang antusias bersorak-sorak di barisan itu.


"Hai Mia, saya Genta teman kerja mama kamu" sapa Genta sedikit kikuk. Dia menjelaskan alasan mengapa Bi Nina tidak bisa menjemputnya. Beberapa saat kemudian mereka pamit menuju rumah sakit tempat Bi Nina dan keluarganya berada.


Rumah sakit umum hari itu tampak padat. Petugas terpaksa membatasi pengunjung yang masuk karena pasien butuh ketenangan. Dokter Genta meminta izin agar dirinya dan Mia dibiarkan masuk untuk melihat keadaan suami Bi Nina. Tentu saja petugas tidak dapat menolak karena selain bekerja di rumah sakit itu Genta juga merupakan dokter senior yang ditakuti banyak petugas di situ.


Genta berusaha menenangkan Bi Nina bahwa petugas akan melakukan yang terbaik saat suaminya didorong menuju ruang ICU untuk penanganan lebih lanjut.


"Dokter …"


"Om Genta" koreksi Genta saat Mia memulai pembicaraan. Dalam hati Genta merutuki Mia  karena saat memanggilnya Dokter, panggilan Mia terdengar seperti pasien dan rekan kerjanya.

__ADS_1


"Ok Oom Genta" ulang Mia lagi.


Genta tersenyum.


"Kamu suka makan apa?" tanya Genta 


"Seafood om, seafood. Mama punya restoran seafood favorit di sini" ujar Mia bersemangat sambil menyebutkan nama restoran itu. 


Mia menunjukan arahnya. Ketika sampai mereka memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam. Mia menggandeng tangan Genta, sedangkan Genta menurut saja tanpa banyak bicara.


Mia bertanya pada Genta apa dia boleh memesan banyak makanan dan Genta setuju dengan syarat Mia harus menceritakan tentang dirinya dan mamanya. Mia menyambut tawaran itu dengan senang hati. Tidak sulit menceritakan kisah mereka 


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2