Ode Untuk Lintang

Ode Untuk Lintang
SEA Games (2)


__ADS_3

“Indonesia!” prok,prok,prok pendukung Indonesia telah memenuhi barisan depan tribun. Pagi ini Tim putra Indonesia telah siap berhadapan dengan Malaysia. Masing-masing tunggal putra telah menuju lapangan, lalu melangsungkan pemanasan. Pertandingan dimulai, Thian Hao melawan tunggal putra nomor 1 Indonesia, Niko Ekadana yang saat ini berada di rangking lima dunia, sedangkan Thian Hao berada di rangking enam dunia.


Pertandingan Niko dan Thian diwarnai aksi protes di lapangan. Wasit yang merupakan tuan rumah meminta agar keduanya melanjutkan pertandingan. Pertandingan pertama berakhir dengan kemenangan Thian Hao dan sikap tidak sportif pendukung Indonesia yang mengejek-ejek tim lawan. Lintang berusaha menenangkan Tim Indonesia agar tidak mudah terpancing. Setelah pertandingan pertama usai, tiba giliran ganda putra nomor satu Indonesia unjuk gigi sekaligus menyamakan kedudukan.


Krisna Danar Rivaldi dan Pijar Gilang memasuki lapangan, disambut sorakan layaknya Indonesia telah memenangkan pertandingan. Lintang sampai tak bisa meredakan euforia di bangku Tim Indonesia karena tidak ada yang peduli dengan tegurannya karena suasanya berisik di tribun penonton.


Danar dan Gilang, duo provokator yang sering memancing emosi lawan. Skil dan trik psikologi mereka sering dipuji komentator senior. Kini mereka berhadapan dengan ganda putra nomor satu Malaysia. Pertemuan terakhir mereka terjadi di babak kualifikasi All England dan mereka menang mudah dua game langsung. Hari ini mereka bertemu lagi dalam duel mempertahankan gelar atau lawan memenangkan pertandingan.


Sepanjang pertandingan Tim Malaysia terus meneriaki sikap Danar dan Gilang yang menurut mereka tidak fair sedangkan tim Indonesia tentu saja membela bahwa itu bagian dari strategi dan sudah dipraktekan pemain-pemain Eropa sejak lama. Sejak Danar dan Gilang menjadi nomor satu dunia, trik psikologi mereka diejek sebagai bentuk dari sikap arogan karena berhasil menjadi ganda putra terbaik dunia.


Lintang menganalisa jalannya permainan. Dulu dia pernah hampir bermain di ganda putra karena putus asa dengan karirnya di sektor tunggal yang tak kunjung membawa namanya bersaing di kancah dunia. Saat itu dia diminta mempertimbangkan keputusannya secara matang oleh pelatih klub, baik buruk dan kelebihan dari bermain tunggal dan ganda. Setelah melewati banyak pergolakan batin Lintang memantapkan pilihannya sebagai tunggal putra.


Trik memancing emosi lawan, bisa menjadi senjata sekaligus boomerang. Jika lawan yang kita provokasi terpancing dengan sikap kita maka peluang untuk mendapatkan angka lebih besar karena secara emosional lawan ingin cepat mematikan bola. Sebaliknya jika umpan kita justru dikembalikan lawan dengan provokasi kita bisa ikut terpancing dan akan kehilangan pola permainan. Trik ini sering dianggap unfair karena menurut banyak orang tidak menghormati lawan. Itulah letak seni olahraga yang bersifat duel, perang fisik dan mental menjadi kunci di setiap pertandingan.


Smash keras dari pemain Malaysia tidak dapat dibendung Danar dan kubu Malaysia bersorak kegirangan. Babak pertama Indonesia telah membuktikan keunggulannya di babak kedua mereka saling berebut angka.

__ADS_1


“Ayo DanGil” teriak Annisa di sela-sela pertandingan. Suara nyaringnya menggema kala Danar dan Gilang kehilangan poin.


Lintang ikut-ikutan meneriakan hal yang sama saat pemain Malaysia terus-menerus meminta ganti shuttlecock dan pel lapangan, memberi jeda pertandingan.


Skor skor Indonesia menjadi 18-17, Gilang bersiap melakukan servis namun pemain lawan mengatakan pada wasit bahwa penonton memotret ke arahnya dengan menggunakan flash sehingga penglihatannya terganggu. Wasit langsung menegur pemain yang berada di tribun tidak boleh menggunakan flash dan diharapkan mematuhi peraturan agar pertandingan bisa berjalan.


Jeda tadi mengalihkan konsentrasi Gilang. Servis yang dilakukan out. Danar menenangkan Gilang memberi dukungan pada partnernya bahwa angka lawan belum 21 dan pertandingan mereka belum berakhir.


Indonesia kembali unggul lewat sambaran servis Gilang, mengobati rasa kesal di jeda tadi dan keduanya tidak membiarkan Malaysia memperoleh angka lagi. Mereka kehabisan tenaga karena di awal telah memainkan ritme cepat dan mereka sepakat mengakhiri pertandingan ini dalam dua gim. Keberuntungan berada di pihak Indonesia. Mereka menang dengan dramatis setelah lucky ball Danar sukses menyamakan skor tim menjadi 1-1.


Lintang sempat kewalahan di gim pertama. Lawannya punya smash yang tajam dan kuat, badan kurusnya membuat dia lincah dan berani diving mempertahankan placing yang coba Lintang mainkan. Semangat lawan membakar ego Lintang. Dia sebisa mungkin menghindari eror dan mencegah agar lawan melakukan smash karena smash itu susah dibendung Lintang.


Gim kedua Lintang tertinggal jauh dan memutuskan menyerah merebut poin demi menghemat tenaga untuk gim ketiga. Gim ketiga strateginya mencuri poin dan membuat jarak yang lebar dengan selisih poin. Lintang berhenti melakukan placing dan mulai dengan netting dan dropshot karena sejak gim pertama Lintang membaca lawannya cenderung mundur ke belakang setelah melakukan servis. Strategi Lintang tepat sasaran, lawan kesulitan dengan netting dan bola-bola pendek. Lintang tidak lagi memikirkan variasi dalam pukulannya melainkan bertahan dengan trick shot dan bola-bola tanggung.


Rasa lega membawa Lintang kembali ke tribun setelah kedudukan tim menjadi 2-1, setidaknya dua poin sudah di tangan Indonesia dan selanjutnya tim ganda akan berjuang.

__ADS_1


Tim selanjutnya yang akan bertanding adalah Bisma Abisena dan Gautam Alexander. Lintang bersorak riuh memberikan dukungan pada sahabat karibnya di pelatnas, Bisma. Pasangan ini berada di peringkat sebelas dunia akan berhadapan dengan pasangan Malaysia dari peringkat sepuluh dunia. Berbeda dengan ganda sebelumnya, Bisma dan Gautam lebih tenang di lapangan bahkan di beberapa kesempatan Bisma cenderung bertingkah lucu di lapangan tak heran dia punya banyak teman atlet dari berbagai negara.


Pertandingan ganda kedua diwarnai tingkah lucu di lapangan mulai dari raket yang terlepas, smash yang mendarat di kepala lawan hingga kock yang tersangkut di nett. Meskipun banyak hiburan, mereka tak lupa mereka sedang dalam pertandingan. Bisma dan Gautam mengandalkan defence baja dan bertumpu pada posisi playmaker di depan net. Poin yang mereka dapatkan sebagian dari kesalahan lawan yang frustasi karena pertahanan kuat mereka, dan mematikan bola saat lawan lengah. Indonesia berhasil meraih tiga angka sekaligus mengukuhkan kemenangan mereka.


Perolehan angka tim 4-1 melengkapi kemenangan mereka lewat Febri tunggal terakhir yang menang mudah atas lawannya. Sejauh ini, tim putra Indonesia tak terkalahkan.


Jeda satu jam sebelum pertandingan tim putri dimulai. Jumlah junior di tim putri jauh lebih banyak, Annisa selaku kapten tak henti-hentinya mendorong semangat mereka agar tak perlu takut dengan tuan rumah. Sesuai prediksi Koh Toni, Vietnam dan Indonesia berada di level yang sama dan atmosfer tribun yang didominasi tuan rumah membuat nyali pemain junior ciut. Bola-bola yang dipukul ke ujung lapangan selalu di sangka out, dibiarkan dan ternyata masuk. Tak hanya itu tim putra cukup geram dengan tim putri yang semangatnya naik turun dan terkesan tak punya daya juang.


Dewi fortuna tampaknya tak perlu menunggu lama memberikan keberuntungan pada Vietnam. Tim Putri Indonesia kalah 3-2, malam itu suasana hening tak kalah Koh Toni menanyakan apa yang menjadi masalah. Tak ada yang berani menatap Koh Toni bahkan Annisa tak bisa memberikan alasan yang masuk akal karena selama persiapan tim putri terus menunjukan kemajuan yang signifikan.


“Besok tim putra akan melawan Filipina, tim putri akan melawan Thailand. Saya harap tim putra terus mempertahankan kemenangan dan tim putri harus bangkit dari kekalahan. Mereka dan kita sama kuat, tak ada alasan untuk kalah” ujar Koh Toni serius.


 


...----------------...

__ADS_1


 


__ADS_2