
Danu menatap layar ponsel milik sipir, yang disewanya beberapa jam lalu. Dia mengakui keberanian Lintang setelah menonton jumpa pers di youtube. Danu teringat hari di mana Regata mengatakan dirinya hamil, semenjak itu Danu terus menyalahkan dirinya. Dulu Danu pikir menuruti permintaan Regata sudah cukup membuat putri kecilnya bahagia, ada hal yang dia lupakan bahwa putri kecilnya telah beralih menjadi wanita dewasa dan mengenal dunia pacaran.
Padahal saat itu Danu berniat memperkenalkan Regata sebagai calon dokter, menantu idaman rekan-rekan bisnisnya. Betapa hancurnya Danu saat mendengar pengakuan Regata, apalagi ayah dari cucunya itu adalah atlet yang namanya tidak pernah didengar oleh Danu.
Bertahun-tahun setelah Regata pergi, Danu diam-diam berinvestasi di perusahaan yang mensponsori Lintang. Segala perlengkapan Lintang dipenuhi oleh Danu lewat jasa orang ketiga. Semua itu Danu lakukan karena lelaki itu berharga bagi putrinya Regata.
Setelah menjalani masa-masa sulit tanpa kehadiran Regata, Danu mendengar kabar Mia cucunya mewarisi bakat sang ayah. Danu pikir inilah saat yang tepat untuk memberi tahu Mia.
Sementara itu Prita dan Kingsley, manager Tara dan Teja sibuk berdiskusi tentang pernyataan Lintang. Mereka kini berada di Singapura, sejak project konten vlog Duo T di Irlandia hancur lebur.
"Hah berarti bener dong udah punya anak?," tanya Tara histeris.
Prita memutar bola matanya, menanggapi sikap lebay Tara.
__ADS_1
"Baguslah," tambah Tara kesal.
Prita dan Kingsley saling berpandangan. Tumben Tara tidak menunjukan sikap badainya.
"Lo gak papa kan?," tanya Prita curiga.
Tara menghembuskan nafasnya.
"Gak tau, perasaan gue jadi lebih tenang aja setelah dengar kabar ini. Setelah gue pikir-pikir, gue hanya terobsesi aja pas pertama kali video latihan PBSI viral gara-gara banyak cogan*," jawab Tara.
Pamor yang semakin naik, membuat Tara haus pengakuan dari circle kelas atas. Tara semakin berani menyebut nama Lintang di berbagai wawancara program infotainment. Setelah itu mereka bertemu di pesta dan Tara menyatakan perasaannya.
Semakin lama Tara terobsesi pada hubungan mereka, Tara merasa semakin jauh dari dirinya yang dulu. Tara bersyukur, setelah kehidupannya terpuruk hanya Prita yang selalu kuatkan dirinya. Selain itu Lintang pun tak pernah buka suara tentang uang yang dipinjamnya.
__ADS_1
"Untunglah lo cepat sadar. Lo viral bukan karena orang lain, sebelum itu lo terkenal sebagai model kaos, endorse murah, impact lo gak main-main. Kalau lo cinta dunia entertain dan pengen ngejar passion lo harusnya lo nyadar, viral instan tanpa usaha gak bakal bertahan lama. Sekarang lo harus fokus sama tujuan lo," ceramah Prita.
Tara tak membantah ceramah Prita. Dia mulai berpikir apa yang paling diinginkannya saat ini. Sambil berpikir Tara berjalan menuju balkon apartemen tempat mereka menginap, memandang sekeliling apartemennya.
"Hay," sapa Teja dengan senyum konyolnya.
Tara mengerutkan kening melihat Teja berada di balkon sebelah, memamerkan lengan berototnya. Sejak mereka kabur ke luar negeri Teja jadi gila diet dan olahraga, katanya biar ototnya jadi bagus.
Tara memandangnya ilfeel.
"Apaan sih," ujar Tara. Meski hampir sebulan mereka intens bertemu, tapi Tara belum terbiasa dengan sikap pecicilan dan over pede Teja. Kata Teja wajah kesal Tara adalah favoritnya.
Tara tentu blak-blakan bahwa Teja bukan tipenya dan Teja semakin ugal-ugalan mengejek sikap Tara.
__ADS_1
...----------------...