
Bising alarm membangunkan Tara dari tidur nyenyaknya. Dia meraih ponsel yang terletak di meja rias samping tempat tidurnya. Pukul 04.00 WIB. Tara membuka sosial media. Ribuan pesan masuk memenuhi sosial medianya. Teman sekolah, rekan kerja, dan fans silih berganti memberinya ucapan selamat. Tara memeriksa satu persatu, dan hanya membalas ucapan dari orang yang dikenalnya di dunia nyata dan beberapa admin fan pagenya. Ucapan selamat dari Lintang membuat energinya bertambah dua kali lipat. Dia segera bangun lalu menuju ruang TV.
“Selamat pagi” sapanya pada Prita yang tengah melakukan stretching sambil menonton drama korea berjudul Tell Me What You Saw yang diperankan salah satu member girl group Korea, Sooyoung Girls Generation.
“Pagi” jawab Prita singkat. Matanya tetap fokus menonton drama.
Tara mendecih kesal, dia pergi ke dapur dan minum segelas air. Dia memperhatikan sudut dapur yang mulai dipenuhi sarang laba-laba. Sudah sekian bulan mereka berdua belum membersihkan tempat tinggal itu dan belum merubah suasana apartemen yang mulai terlihat membosankan.
Tara menyeduh dua kopi hitam lalu membawanya ke depan televisi. Tampak Prita mulai melakukan lima belas menit olahraga seperti tutorial youtube yang mereka berdua tonton ratusan kali. Hasilnya hanya Prita yang rutin melakukan gerakan tersebut dan mulai kelihatan perubahannya, sedangkan Tara ogah-ogahan. Baru sekali melakukan olahraga itu, seluruh badannya sakit dan nafsu makannya meningkat dua kali lipat.
“Nih buat lo” ujar Tara menyodorkan segelas kopi.
Tara duduk sambil ikut menonton drama itu. Sepanjang drama itu berjalan Tara sibuk mengomentari akting Sooyoung yang menurutnya kurang natural dan luwes.
“Tara Widuri, Sooyoung itu sama kayak kamu waktu debut akting. Lebih mending Sooyoung sih, aktingnya ada kemajuan lah kamu? ujar Prita mengejek Tara. Dia mulai gerah dengan komentar tak perlu Tara yang mengganggu konsentrasinya mengikuti jalan cerita.
__ADS_1
Tara ingin membalas komentar pedas Prita, namun segera sadar diri. Peran pelakor hampir membuatnya jadi samsak tinju ibu-ibu di Mall PIK. Rambut sambungnya lepas, baju off shouldernya melorot karena ditarik paksa akibat gerombolan ibu-ibu itu gemas dengan akting pelakornya. Kalau saja dia bukan artis yang sedang naik daun, sudah dipastikan akan adu tarik-menarik antara mereka. Membayangkan kejadian itu membuat mood Tara kembali buruk.
“Ehem” Tara sengaja batuk.
“Itu kopi neng, yang diminum airnya bukan ampasnya” sindir Prita.
Tara menaikan sudut bibirnya balas mencibir sindiran Prita. Jelas-jelas kopinya baru di minum setengah dan ampasnya sudah mengendap di dasar gelas.
“Hari ini hari apa ya?” tanya Tara seolah tak terpancing dengan sindiran barusan.
“Tanggal berapa ya?” tanya Tara lagi.
“Itu hape di tangan lo rusak? Nanya mulu dari tadi. Mending diem deh, ini gue udah kelewat nih adegan Sooyoung, tadi di kantor polisi sekarang udah di rumah aja” usir Prita.
Tak ingin berdebat dengan mulut pedas Prita, Tara mengalah dan menyingkir dari ruang tamu. Jiwa rajinnya mulai bergejolak menurunkan laba-laba di sudut apartemen. Rugi juga kalau harus mengeluarkan duit buat bersih-bersih. Selagi ada waktu ada baiknya mencicil pekerjaan bersih-bersih.
__ADS_1
Setengah jam berlalu begitu cepat. Prita mematikan televisi, episode selanjutnya akan disimpan untuk olahraga besok. Suasana hening apartemen membuat perasan Prita makin was-was. Dia mencari keberadaan Tara. Kamar tidur Tara terbuka, tidak ada orang di sana. Prita segera menuju dapur mengedarkan pandangan ke segala penjuru dapur dan..
“Tara, astaga..!” teriakan menggelegar Prita memecah konsentrasi Tara. Sapu yang ada digenggamannya dibuang begitu saja, dan dia segera melompat turun dari kursi.
“Apa Sih lo gak lihat gue lagi bersihin?” protes Tara.
“Bersihin apanya, lihat itu” tunjuk Prita, matanya melotot marah.
Tara melihat ke arah yang ditunjuk Prita.
“Astaganaga” ujar Tara menutup mulut dengan kedua tangannya.
Sifat ceroboh Tara membawa petaka kecil pagi itu. Mulut pedas Prita dari level lima naik menjadi level lima belas. Tara si biang keladi tak menyadari di bawah sarang laba-laba ada meja yang dipakai untuk menaruh gelas bersih, kopi, gula, teh dan susu. Alhasil peralatan yang terkena debu dan serpihan sarang laba-laba harus dipindahkan dan dibersihkan. Rabu memang tak cocok jadi hari keberuntungannya batin Tara sambil menahan panas di kupingnya.
...----------------...
__ADS_1