
Telah tiba waktunya hari libur. Sofia dan baby A menikmati hari libur tersebut. Sofia males untuk kemana-mana. Iya hanya menghabiskan waktunya bersama Aarav di rumah.
Tiba-tiba seseorang datang dengan membawa oleh-oleh. Dia itu adalah Rafa yang seperti biasa. Sofia dan Aarav menyambut baik kedatangan Rafa. Terutama Aarav Dia sepertinya senang sekali melihat Rafa datang. Terbukti ketika Aarav datang, baby A langsung tertawa riang dan langsung mengulurkan kedua tangannya.
Rafa yang peka terhadap baby A pun langsung menggendongnya tanpa disuruh. Rafa langsung mengambil Aarav dari pangkuan Sofia. Sontak saja Aarav langsung tertawa riang.
Rafa langsung membuka oleh-oleh yang telah dibawanya. Dan langsung dikasihkan kepada Aarav. Ketika itu Aarav merasa nyaman banget bersandar di dada Aarav.
"Hai sayang, lihat ini. Om bawa ini untuk kamu.." Tetapi Aarav malah menepis mainan oleh-oleh yang telah diberikan Rafa. Aarav malah menunjuk ke arah luar. Iya ingin bermain di luar saja. Rafa masih tidak mengerti apa maksud Aarav.
"Sayang, kamu mau apa?" Kata Rafa. Aarav terus saja menunjuk ke arah luar pintu. Rafa pun melihat arah yang ditunjuk oleh Aarav. Kemudian Rafa mengikuti arah tersebut. Ternyata Aarav menunjuk ke arah mobil.
"Kamu mau jalan-jalan?" Aarav hanya menoleh ke arah wajah Rafa. Rafa pun tersenyum kepada balita itu.
Rafa kemudian mengajak Sofia juga untuk pergi jalan-jalan. Demi permintaan Aarav agar tidak menangis, Sofia pun juga ikut jalan-jalan. Aarav kelihatan senang sekali ketika di ajak jalan-jalan oleh om Rafa.
"Sayang pengen jalan-jalan ya?" Kata Sofia. Aarav yang masih berumur 7 bulan itu hanya memandangi wajah Ibunya. Dia juga memandangi wajah Rafa.
Rafa membawa Sofia dan Aarav ke tempat bermain. Tempat bermain tersebut bukan hanya untuk anak-anak saja. Tetapi juga untuk orang dewasa. Rafa dan Sofia juga menikmati tempat itu. Mereka juga menikmati es krim.
Rafa meminta ijin Sofia untuk bermain berdua dengan Aarav. Sofia sudah pasti mengijinkannya. Lagian Sofia juga merasa capek. Alhasil Sofia tunggu di mobil saja. Sementara Rafa dan Aarav masih menikmati permainan.
Tiba-tiba ada seorang Ibu-ibu yang gemas terhadap Rafa dan Aarav. Ibu-ibu itu mengira bahwa mereka adalah anak dan ayah. Sontak saja Ibu-ibu itu langsung asal bicara.
__ADS_1
"Lucu banget sih anaknya mas.. Mirip mirip sekali dengan ayahnya." Rafa merasa malu-malu dikatakan mirip dengan Aarav. Baru saja Rafa ingin menjelaskan, Ibu-ibu itu langsung pergi begitu saja.
Tapi Rafa bodoh amat dengan perkataan Ibu-ibu tersebut. Lagian tidak kenal saja dengan Dia. Mungkin Aarav sudah puas bermain dengan Rafa. Aarav pun tertidur bersandar di dada Rafa. Rafa yang menyadari hal itu, langsung membawa Rafa ke dalam mobil dan langsung memberikannya kepada Sofia.
Mereka pun langsung pulang. Sofia langsung mengucapkan terimakasih kepada Rafa. Karena Iya sudah peduli dengan anaknya. Dan Iya sudah menghibur Aarav dan dirinya. Rafa merasa sangat senang jika harus menghibur Aarav. Jadi Sofia tidak perlu bilang terimakasih.
Akhirnya mereka sampai di rumah Sofia juga. Sekali lagi Sofia mengucapkan terimakasih. Dan Rafa pun langsung pulang. Sofia langsung masuk kamar dan meletakkan anaknya yang tertidur itu di kasur. Sofia memandangi wajah Aarav yang sedang tidur. Kemudian Iya mencium kening, pipi dan hidung Aarav.
"Kasian kamu nak, Kamu pasti merindukan Papa ya? Seandainya Papa masih ada di sini pasti kamu tidak akan menderita seperti ini. Kasian kamu sayang, masih umur segini sudah di tinggal papa." Sofia sambil mencium lagi wajah puteranya. Dan Sofia pun memandangi foto suaminya sambil mengelus foto tersebut.
"Mas, Aku jika kamu memang sudah tidak ada.. ijinkan Aku menyimpan kamu hanya dalam hati dan memori ku. Tapi jika kamu masih hidup, segeralah kembali." Sofia sambil berbicara dengan Foto suaminya.
Entah mengapa Sofia tidak yakin kalau suaminya sudah meninggal. Hati Sofia menjadi tergetar dan menolak bahwa suaminya sudah meninggal.
Sofia pun memeluk Aarav dengan erat. Dan juga mencium keningnya sekali lagi. Sofia pun membuka laptopnya untuk menghilangkan kejenuhan. Sekalian Sofia juga menyiapkan sebuah presentasi besok.
Keesokan harinya, Sofia sudah mulai berangkat kerja lagi. Hari ini Sofia akan ada pertemuan dengan Mr. Akio dari Jepang. Mr Akio tersebut sangat tertarik dengan produk dari perusahaan Sofia. Iya melihat dari banyak sumber mengenai produk tersebut.
Tepat jam dia siang, Mr Akio sudah tiba di kantor Sofia. Sekertaris segera menyambut kedatangan Mr. Akio. Dan Sekertaris pun memberitahu Sofia bahwa tamu sudah datang. Segera Sofia menyuruh sekertaris untuk mengantarkannya ke ruang meeting.
Sofia pun segera mendatangi ruang meeting tersebut. Dan setelah Sofia masuk ke dalam ruang meeting, Mr. Akio langsung berdiri dan memandangi Sofia. Mr. Akio sangat takjub dengan kecantikan Sofia. Sofia pun memberikan senyum kepada Mr. Akio.
"Konnichiwa Mr. Akio.." Sapa Sofia kepada Me. Akio.
__ADS_1
"Konnichiwa.." Jawab Mr. Akio juga membalas senyum dari Sofia.
"O genki desuka Mr Akio?"
"Hai, henki desuka."
Sofia pun memulai presentasinya. Dalam presentasinya, Sofia menggunakan bahasa Jepang agar lebih mudah dimengerti. Mr, Akio sangat kagum karena Iya sangat lihai dalam berbahasa juga sangat ramah dalam bersikap.
Selesai meeting, Mr, Akio pun berbincang-bincang dengan Sofia sambil berjalan santai ke luar. Sekalian Sofia sambil mengantarnya. Dan Mr. Akio juga tertarik dengan produk baru Sofia.
"Sofia, wathasi wa anata no seihin ga sukidesu." Kata Mr. Aiko. Sofia menunduk sambil tersenyum mendengar perkataan itu.
"Kono shohin o nyunyu shitai." Kata Mr. Akio lagi. Sofia pun terbelalak ketika Mr. Akio ingin mengimpor produknya. Seakan-akan Sofia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Mr. Akio.
Mr. Akio pun berhasil meyakinkan Sofia. Dan Mr. Akio pun langsung ACC produk tersebut. Dan meminta Sofia agar segera mengekspornya ke Jepang.
"Ok Mr. Aiko. Kono shohin o yu shutsu shimasu." Kata Sofia.
"Sofia, Anata wa utshuku siku kashi koidesu." Puji Mr. Akio kepada Sofia. Sofia tertunduk malu dengan pujian tersebut.
"Arigato gozaimasu Mr. Aiko." Kata Sofia. Tidak terasa sudah sampai di depan. Mr. Akio pun pamit dan melambaikan tangan kepada Sofia.
Sofia segera masuk ke dalam ruangannya. Tidak sengaja Sofia mendengar gosip para karyawan tentang dirinya. Sofia pun mendengarkan dengan seksama.
__ADS_1
"Ibu Sofia sekarang gonta-ganti cowok ya.. Yang ke marin cowok ganteng yang punya perusahaan besar itu. Dan barusan adalah dari Jepang. Seperti Ibu Sofia itu menggunakan pelet deh."