PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 67


__ADS_3

#Acara#


"Sofia, kalau kamu masih belum sehat, ga apa-apa meskipun ga ikut ke acara." Kata Rafa karena kasian dengan Sofia.


"Ga apa, Aku ke sana saja. Aku ingin lihat hasilnya." Kata Sofia sambil memberikan senyum. Rafa sebenarnya tidak tega mengajak Sofia, karena Iya masih sakit. Rafa khawatir kalau Sofia akan bertemu dengan suaminya, takutnya nanti suaminya akan menyakitinya lagi.


"Jangan Sofia, ga usah ikut ya.. Biar Aku saja yang ke sana, Aku ga mau kamu kecapean, Aku kasian sama calon bayi kamu. Dia harus tetap sehat." Kata Rafa memberikan alasan. Sofia pun mengerti maksud dari Rafa. Dan Sofia menurut saja apa kata Rafa.


Rafa memberikan senyum terhadap Sofia, kemudian Rafa pun pergi ke acara tersebut. Rafa pun melajukan mobilnya. Di perjalanan menuju acara, Rafa memikirkan Sofia. Rafa tidak habis pikir dengan jalan pikiran Arsya, bisa-bisanya Arsya percaya dengan orang lain.


"Dasar laki-laki bodoh, Aku kira Arsya itu adalah orang yang sangat cerdas, ternyata Aku salah. Arsya telah membuang aset perusahaan yang sangat berharga." Pikir Arsya sambil menyetir mobil.


Sesampainya di acara, Rafa memarkir mobil termahalnya dengan keren. Banyak kaum hawa yang melongo melihat ada cowok cool yang turun dari mobil sport miliknya. Semua kaum hawa yang ada disitu terpana melihat wajah tampan Rafa. Bahkan ada yang mengambil foto untuk diabadikan.


Rafa adalah cowok cool yang berwajah tampan, warna kulit kuning langsat, bibir tipis, mata bak orang Korea, hidung mancung. Warna mata bak orang luar. Rafa dengan jas hitamnya membuat semua orang terpesona. Bahkan, dari salah satu kaum hawa ada yang klepek-klepek seperti orang yang sedang jantungan melihat cowok cool dan sekeren Rafa.


Arsya pun juga datang ke acara itu, dengan membawa mobil yang tak kalah keren dengan Rafa. Arsya juga membawa mobil sport yang tidak kalah mahal dan keren dengan milik Rafa. Banyak kaum hawa yang memandangi wajah tampan Arsya. Bahkan mereka juga klepek-klepek seperti orang jantungan. Arsya pun masuk ke dalam ruang acara.


Rafa dan Arsya berpapasan secara tidak sengaja. Mereka saling menatap dengan tatapan yang sangat tajam. Karena mereka berdua saling bermusuhan. Perusahaan mereka saling bersaing.

__ADS_1


Dua cowok yang sama-sama cool dan keren, kedua wajah mereka sangat adem jika dipandang. Dan kedua wajah pria ini mampu membuat wanita klepek-klepek. Wajah mereka sangat sempurna dan sangat menggemaskan.


Acara pun telah dimulai, kedua perusahaan ini telah adu saing. Mereka memasarkan produk mereka masing-masing. Ternyata, Marsha tidak bisa memasarkan sebuah produk milik Arsya. Sementara produk terlaris adalah milik Rafa. Semua ini adalah berkat ide dari Sofia.


Di akhir acara, MC pun mengumumkan bahwa pemenang dari ajang ini diraih oleh perusahaan Rafa. Rafa sangat terkejut dan bahagia mendengar ini semua. Rafa pun dipersilahkan untuk menaiki sebuah panggung. Rafa tersenyum manis, dan senyumannya membuat orang menjadi klepek-klepek. Terutama kaum hawa.


Rafa berdiri dengan gaya cool nya. Sementara Arsya hanya bisa pasrah dengan semua ini. Arsya pun teringat istrinya, seandainya saja istrinya masih bersamanya, pasti iya akan menjadi pemenangnya untuk hari ini.


Ini adalah acara besar-besaran selama ini perusahaan Arsya yang paling hebat, tapi sekarang sudah disaingi oleh Perusahaan Rafa. Dulu perusahaan Rafa yang selalu nomor 2, sekarang perusahaan dia menjadi nomor 1.


Rafa pun pulang dengan keadaan bahagia. Setelah samapi rumah, iya mencari Sofia. Dan dengan reflek, Rafa pun memeluk Sofia. Karena Rafa merasa bahagia. Rafa mengatakan, berkat ide dari Sofia kini perusahaannya menjadi nomor 1.


"Maafkan Aku mas, Aku tidak ada di sampingmu disaat kamu mengalami kekalahan." Kata hati Sofia, dengan tertunduk sedih. Rafa yang melihat raut wajah Sofia yang terlihat sedih pun paham. Mengapa Sofia sedih, karena iya memikirkan suaminya.


"Beruntung sekali Arsya bisa dicintai oleh wanita sebaik Sofia. Meskipun Arsya sudah menyakitinya, tetapi Sofia malah tetap memikirkannya." Kata hati Rafa. Rafa pun memegang pundak Sofia. Dan memberikan semangat kepada Sofia. Ucapan terimakasih kasih tidak pernah lupa dari Sofia.


...*********...


Di kantor Arsya mendapatkan laporan bahwa tingkat penjualan mengalami penurunan yang sangat drastis. Dan mendapat laporan juga bahwa para klian banyak yang mundur dari kerjasama.

__ADS_1


Para klien menganggap bahwa cara kerja perusahaan Arsya sudah tidak efektif dan profesional lagi. Mereka merasa tertipu oleh Arsya. Dan perusahaan nya menjadi tidak efisien. Ada salah satu klien yang masih tetap bertahan untuk bekerjasama dengan Arsya. Bahkan klien tersebut menyarankan Arsya membawa kembali Sofia.


Karena klien tersebut sangat tahu bahwa Sofia adalah orang yang sangat cerdas. Klien itu mengatakan bahwa Sofia adalah aset perusahaan yang sangat berharga. Sofia dapat memecahkan berbagai masalah perusahaan.


Arsya memikirkan tentang saran dari klien tersebut. Tapi di mana Arsya harus mencari Sofia. Sementara Arsya sendiri tidak tahu keberadaan Sofia sekarang. Dibalik pintu ruangan ada Marsha yang mendengar pembicaraan antara klien dengan Arsya.


"Gawat nih, bisa gagal rencana ku. Kalau sampai Sofia kembali lagi ke perusahaan ini, Maka aku akan semakin sulit untuk menghancurkan Arsya." Pikir Marsha dengan khawatir. Marsha kemudian berfikir untuk menemukan sebuah ide. Agar Sofia tidak lagi kembali kerja di kantor Arsya.


Kemudian, jurus Marsha untuk memfitnah Sofia lagi mulai. Kali ini Marsha sangat keterlaluan. Marsha memfitnah Sofia habis-habisan. Dan Arsya pun menjadi gampang emosi. Arsya termakan omongan Sofia lagi.


Marsha pun kembali tersenyum lega. Marsha berfikir bahwa keberuntungan berpihak kepadanya. Kini Marsha akan memikirkan rencana licik selanjutnya.


Sementara di rumah Rafa, Sofia semakin susah untuk berjalan karena sedang hamil. Usia kandungan Sofia sudah memasuki Usia 20 minggu. Sofia merasa bahagia karena 4 bulan lagi akan lahir seorang buah hati.


Sofia mengelus perutnya. Dan sambil mengajak calon buah hatinya bicara. Sofia selalu berharap suaminya akan hadir di persalinannya nanti.


Sofia merasakan sebuah tendang dari calon bayinya. Seandainya Arsya ada disampingnya saat ini, Pasti dia bahagia bisa merasakan bayinya yang nendang di dalam perut.


Rafa yang melihat itu, jadi membayangkan Sofia menjadi istrinya. Rafa membayangkan Sofia mengandung anak darinya. Rafa membayangkan mengelus perut Sofia. Rafa senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


Lalu Rafa pun berjalan mendekati Sofia dan duduk di sampingnya. Rafa menanyakan usia kandungan Sofia. Dan Sofia menjawab bahwa kandungannya memasuki usia 20 minggu.


__ADS_2