PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 18


__ADS_3

Di jalan, Silvi melihat Albert sedang berboncengan dengan cewek lain. Beruntungnya Sofia tidak lihat. Namun Silvi pun tidak memberitahu ini kepada Sofia. Silvi pun bertanya kepada Sofia.


"Fia, Radit itu punya saudara perempuan atau tidak?" Tanya Silvi kepada Sofia.


"Kenapa kamu tanya seperti itu vi?" Tanya Sofia balik.


"Ya ga apa-apa sih, cuma sekedar tanya saja." Jawab Silvi.


"Kalau kak Radit itu ga punya saudara perempuan, Dia itu anak tunggal." Jawab Sofia.


"Kalau saudara sepupu?" Tanya Silvi melanjutkan.


"Setahu Aku Radit itu hanya anak tunggal. Terus, kalau saudara yang lain, semuanya ada di luar kota. Jadi Radit itu hanya tinggal sama orang tuanya jika disini." Jawab Sofia sangat jelas.

__ADS_1


"O..." Jawab Silvi sambil manggut-manggut.


Silvi menjadi curiga dengan Radit, namun Silvi tidak ingin mengatakan hal yang sebenarnya kepada Sofia. Takutnya kecurigaannya malah salah.


"Kamu kenapa sih, tanya-tanya seperti itu." Tanya Sofia penasaran sambil mengernyitkan dahinya.


"Ya, enggak apa-apa.. cuma tanya saja. Oh iya, memangnya Radit belum berangkat kuliah ke luar kota?" Tanya Silvi mancing-mancing.


"Dia sudah berangkat dari minggu lalu. Sekarang dia lagi ada di kampusnya." Jawab Sofia sok polos.


"Iyalah, Aku yakin karena orangnya sendiri yang bilang." Jawab Sofia lagi.


Mendengar Jawaban Sofia, Silvi pun merasa aneh dengan Radit. Sepertinya ada yang disembunyikan oleh Radit. Silvi berfikir apakah Radit memiliki kembaran, tapi Silvi merasa itu tidak mungkin.

__ADS_1


Karena Silvi mendengar langsung dari Sofia bahwa Radit adalah anak tunggal. Silvi berfikir apakah Radit membohongi Sofia?


"Sofia, memangnya kamu ga takut. Kalau Radit itu akan membohongi kamu?" Tanya Silvi serius.


"Kamu ini tanya Pa sih? Gini ya vi, Aku ini ga pernah ada rasa takut. Jika suatu saat nanti Radit akan selingkuh, atau mempermainkan Aku. Karena Aku selalu mengedepankan masa depan daripada cinta-cintaan. Masa depan itu lebih penting buat Aku. Kalau memang Radit itu jodohku, kita pasti akan disatukan di pelaminan. Tapi kalau bukan jodoh, sekuat apapun kita mempertahankan, pasti tidak akan bersatu. Udah ah.. Aku ga mau mikirin itu." Kata Sofia panjang lebar.


Silvi sangat kagum mendengar jawaban dari Sofia. Sungguh jawaban yang sangat dewasa. Silvi khawatir jika suatu saat nanti Sofia akan kecewa dengan Radit. Namun kenyataan sebenarnya, Sofia sudah tahu kalau Radit itu berbohong. Hanya saja Sofia tidak mau bercerita kepada temannya.


Sofia memiliki Sifat yang angkuh, Iya tidak mau sakit hati hanya gara-gara laki-laki. Makanya Iya hanya mengedepankan cita-citanya, daripada mikirin cinta yang ga bermutu. Sofia bukanlah cewek yang lemah.


Sofia tahu kalau Radit sedang membohongi dirinya, namun iya tidak memikirkan itu. Dan Sofia tidak menaruh perasaan yang sangat dalam kepada Radit.


...******...

__ADS_1


Ujian Nasional telah selesai. Sofia, Albert dan Silvi pun sekarang lebih santai. Karena mereka tidak perlu capek-capek lagi untuk belajar. Namun mereka juga was-was, karena pengumuman kelulusan masih lama.


Sofia, Silvi dan Albert tidak pernah berhenti berharap dan berdoa agar mereka bisa lulus. Mereka tidak berharap yang lebih, bisa lulus saja mereka sudah sangat bersyukur sekali.


__ADS_2