PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 27


__ADS_3

"Padahal Ibu Sofia ini orang terpandang loh, memangnya Ibu ga malu jika harus makan disini?" Aku memancing dengan sebuah pertanyaan, karena ingin tahu jawaban Sofia yang lain selain murah.


"Kenapa harus malu pak, memangnya salah kalau makan disini? Pak, justru kalau makan ditempat seperti ini kita merasa sama dengan semuanya. Dan kita akan sadar bahwa itu sama dimata Tuhan. Justru kalau makan disini kita kita itu jadi lebih rendah hati, Warteg itu adalah makanan semua kalangan. Maaf ya pak, Sedangkan di restoran yang mewah, sebelumnya maaf, Orang-orang yang di sana pasti pandangannya berbeda."


Jawaban Sofia membuat Aku tidak bisa berkata apa-apa. Jawaban Sofia sangat membuat Aku kagum. Aku tidak menyangka kalau Sofia akan jawab seperti ini. Sofia memang orang yang sangat rendah hati.


Aku juga merasa nyaman makan siang di sini. Tidak tahu kenapa seperti ada kesan tersendiri. Aku seperti pernah makan di warung ini, tapi kapan? Andai saja Aku bisa ingat kembali seperti dulu, pasti semua tidak akan terasa asing bagi Aku.


Aku pun menikmati makanan yang ada di warteg tersebut. Makanan di sini ternyata enak juga, tidak kalah rasanya dengan makanan yang ada di restoran. Aku pun memakan dengan lahap makanan itu, mungkin karena Aku sangat lapar atau karena makanannya enak.


... ********...

__ADS_1


Sofia


Aku sengaja mengajak Albert untuk berhenti di warteg, karena dulu kita sering makan di warteg ini. Dan warteg ini adalah kesukaan Albert, selain tempatnya yang nyaman dan bersih, makanan di sini juga sangat enak.


Aku sengaja membawanya ke sini supaya ingatannya bisa segera pulih kembali. Aku akan membantu Albert untuk bisa mengingat semuanya. Walaupun Dia nantinya kita tidak bisa bersama, seenggaknya kita masih bisa berteman.


Aku melihat Albert makannya sangat lahap. Mungkin karena lapar atau memang makanannya yang enak. Aku merasa senang melihat Albert kebiasaan cara makan Albert sama sekali tidak berubah. Meskipun Dia hilang ingatan tapi tidak merubah sifat dan kebiasaannya.


"Ibu ga apa-apa kan? Kata-kataku ada yang menyinggung perasaan Ibu?" Albert bertanya panik karena melihat Aku meneteskan air mata.


Oh, enggak kok.. Aku cuma kelilipan saja." Dengan segera Aku menghapus air mataku, dan berkata bohong kepada Albert. Karena ga mungkin juga Aku berkata jujur kepadanya.

__ADS_1


setelah selesai makan, kita pun kembali ke proyek. Selama di perjalanan menuju proyek, kami hanya diam, tidak ada dialog. Tiba-tiba HP Albert berdering.


"Aku pulangnya nanti sore, dan sekarang masih ada kerjaan. Iya udah, kamu tunggu saja ya.." Jawaban Albert di telfonnya. Ternyata yang telfon Albert barusan adalah tunangannya. Aku langsung menunduk, ada perasaan cemburu di hati Aku.


"Tunangan Bapak ya?" Aku bertanya basa-basi untuk menghilangkan kecemburuanku. Beruntung Sekali cewek itu bisa menjadi tunangan Albert.


"Iya Bu, Dia namanya Marsha." Jawab Albert


"Nama yang bagus, tunangan Bapak cantik ya? Kataku basa-basi dan memuji tunangan Albert.


" Ibu Sofia juga cantik kok, malah lebih cantik dari Marsha." Jawaban Albert membuatku meninggikan kedua alisku. Aku sangat malu dan sedikit senang ketika Albert memujiku.

__ADS_1


__ADS_2