
Sofia dan Arsya tidak boleh bertemu dulu selama tiga hari sampai menjelang pernikahan. Baru tiga hari tidak bertemu, Sofia merasa sangat rindu terhadap Arsya, begitu juga dengan Arsya merasakan rindu terhadap Sofia.
***
Hari pernikahan telah tiba, Hari ini adalah hari yang sangat bahagia bagi Sofia dan juga Arsya. Arsya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Sofia yang sebentar lagi akan sah menjadi istrinya. Sesuai permintaan Sofia pernikahan itu diadakan secara sederhana saja. Tapi itu semua tidak masalah bagi Arsya.
Sofia dan Arsya berharap penuh, agar pernikahannya lancar tidak ada halangan apa pun. Arsya pun telah tiba di rumah Sofia, dengan baju pengantin. Semua tamu undangan kagum melihat ketampanan Arsya.
Sementara Sofia masih dirias oleh MUA. Sofia merasa deg-degan di hari yang spesial. Sofia pun keluar dari kamar dengan perasaan tidak karuan. Mungkin hari ini adalah hari spesial nya yang akan menjadi sejarah sepanjang hidupnya.
__ADS_1
Sofia terlihat sangat cantik, semua undangan yang hadir kagum melihat kecantikan Sofia. Dan semua kerabat dan saudara meneteskan air mata karena terharu. Begitu juga dengan Albert yang waktu itu juga terharu melihat Sofia dan Arsya. Meskipun belum ingat apa-apa tentang Sofia, tapi entah kenapa Albert merasa sakit di dadanya.
Sofia dan Arsya pun di dudukan bersama. Dan ijab qabul telah terucap dengan lancar dari mulut Arsya. Sekarang Sofia dan Arsya telah sah menjadi suami istri.
Sementara Albert merasa sakit yang luar biasa di kepalanya. Perlahan-lahan Iya mengingat semuanya. Dan Albert pun pingsan di tempat itu. Marsha merasa kebingungan karena melihat Albert pingsan. Dan Marsha pun meminta bantuan beberapa orang untuk membantu Albert.
Radit juga hadir di acara pernikahan Arsya dan Sofia. Radit mengepalkan tangan karena tidak rela jika Sofia bersanding dengan orang lain.
...Sementara Albert setelah sadar dari pingsannya, Iya teringat Sofia. Albert pun berlari melihat Sofia bersanding dengan Arsya. Tetapi Albert melihat mereka dari kejauhan. Albert merasa bersalah karena Iya, teringat Sofia telah memakai cincin yang Iya berikan. Tetapi Albert tidak menyalahkan Sofia, Iya menyalahkan dirinya sendiri. Karena telah menyia-nyiakan kesempatan yang ada. ...
__ADS_1
Albert merasa senang, seenggaknya Sofia pernah membalas perasaannya. Dengan besar hati, Albert mendekati kedua pengantin tersebut. Albert pun tersenyum kepada Sofia.
"Sofia, selamat ya... Sahabat?" Albert mengulurkan tangannya, tanda persahabatan mereka. Sofia menjadi tertegun dengan Albert, dan mata Sofia berkaca-kaca. Sofia mengerti bahwa Albert telah mengingat dirinya.
"Albert, kamu sudah ingat semuanya?" Tanya Sofia meyakinkan. Albert pun mengangguk, tidak terasa air mata Sofia menetes. Dan Sontak, Sofia memeluk sahabatnya itu. Karena Sofia merasa bahagia karena sahabat yang iya sayangi telah kembali ingatannya.
Arsya yang menyaksikan itu, berusaha untuk mengerti. Arsya juga terharu melihat mereka berdua. Arsya juga memeluk mereka berdua.
"Pak arsya, titip sahabat Aku. Jangan sekali-kali melukai hatinya. Sudah cukup iya merasakan sakit." Arsya mengangguk dan memeluk Albert.
__ADS_1
"Aku janji, akan membahagiakan Sofia." Arsya sambil tersenyum haru melihat Albert.
Sementara Marsha menjadi ketar-ketir melihat Albert telah ingat kembali. Marsha menjadi khawatir, takut jika Albert meninggalkannya. Marsha pura-pura tidak mengetahui semua ini. Marsha pun kemudian mendatangi mereka menyusul Albert.