PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 57


__ADS_3

Albert Dan Marsha


Terdengar Marsha sedang menelfon seseorang untuk melanjutkan rencananya yang busuk. Akhirnya terdengar sendiri oleh telinga Albert. Albert berjalan dengan langkah cepat untuk mendekati Marsha.


Albert hanya diam dan menunggu Marsha sampai selesai bicara. Albert tersenyum dan menggelengkan kepala karena tahu siapa Marsha yang sesungguhnya. Selesai Marsha berbicara, lalu Albert batuk dengan sengaja.


"Oh.. Ternyata begini kelakuan kamu?" Marsha berbalik badan dan ternganga melihat Albert. Albert menaikkan kedua alisnya ingin mendengar penjelasan Marsha. Marsha sangat gugup dan gelagapan sekali.


"Albert, sejak kapan kamu disini?" Marsha kelihatan kebingungan, ketika Albert berdiri di depannya.


"Ga perlu tahu kapan Aku disini, sekarang Aku tanya sama kamu. Siapa yang ingin kamu hancurkan?" Tanya Albert sekali lagi. Namun, Marsha hanya diam saja. Marsha tidak mau menjawab pertanyaan Albert. Karena Iya tidak tahu harus jawab apa.


Marsha kelihatan sangat gugup sekali hingga membuat Albert sangat kesal. Lalu Marsha melihat mata Albert yang memerah dan juga tangan Albert yang mengepal.

__ADS_1


"Jawab!" Bentak Albert sambil menggebrak meja. Dan Marsha sangat kaget dan memejamkan matanya rapat-rapat. Juga ketakutan, Marsha tambah semakin bingung.


"Al, Aku.." Marsha kebingungan harus jawab apa kemudian karena marah, Albert meninggalkan Marsha begitu saja. Dan Marsha pun mengejar Albert lalu menangis di depan Albert.


Marsha memohon kepada Albert untuk tidak meninggalkan dirinya. Tapi Albert terlanjur marah kepada Marsha. Kali ini sikap Marsha benar-benar sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi.


"Al, jangan pergi Al. Aku mohon." Albert tetap saja tidak mempedulikan Marsha. Iya tetap pergi dengan melakukan mobilnya yang cepat.


"Albert.... Hiks.. hiks.. hiks.." Dengan langkah berat, Marsha pun kembali masuk ke rumahnya.


Tiba-tiba Marsha teringat Sofia. Dasar si Marsha, sudah jelas ini adalah salahnya tetapi masih saja menyalahkan orang lain.


"Ini semua gara-gara Sofia, Aku benci sama kamu Sofia, benci!" Teriak Marsha sambil membanting barang-barang yang ada di rumahnya.

__ADS_1


Marsha mengamuk sambil berteriak. Kali ini Marsha sangat histeris. Demi mendapatkan hati Albert, sampai semua orang yang ada di dekatnya Albert ingin disingkirkan.


Marsha adalah orang yang sangat berambisi jika ingin mendapatkan sesuatu. Marsha bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Termasuk mendapatkan Albert.


Marsha tidak rela jika Albert dekat perempuan, apalagi perempuan itu adalah Sofia. Sekarang, Marsha semakin dendam terhadap Sofia. Marsha tidak pernah menyadari kesalahannya. Iya tetap menyalahkan orang lain.


Sementara Albert, Iya sudah tiba di rumahnya. Albert tidak menyangka kalau Marsha sejahat itu. Albert mendengar semua percakapan Marsha di telfon bersama seseorang. Albert benar-benar tidak habis pikir dengan Sikap Marsha kali ini.


Kenapa Albert baru mengetahuinya sekarang. Kenapa tidak dari dulu. Albert berfikir, seandainya saja Albert mengetahui kebusukan Marsha dari dulu. Pasti Iya akan bersanding dengan Sofia.


Kini Albert menyesal sendiri. Kenapa Albert begitu percaya dengan mulut manis si Marsha. Kenapa Albert tidak pernah percaya apa yang Sofia bilang tentang Marsha.


"Bodoh kamu Albert. Sangat bodoh. Kamu laki-laki yang sangat egois. Dulu kamu tidak pernah percaya dengan wanita yang kamu cintai, Sekarang setelah dia menjadi milik orang lain, kamu baru menyadarinya." Kata Albert marah kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2