PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 104


__ADS_3

"Aku sudah berbaik hati sama kamu. Dan kamu, tidak menggunakan kesempatan itu. Mulai sekarang, kamu tidak perlu lagi kerja di kantor saya. Kamu, saya pecat." Kata Sofia dengan tegas. Sofia telah habis kesabaran menghadapi ulah Dia. Selama ini Sofia hanya diam saja tetapi sekarang sudah tiba untuk Sofia angkat bicara.


Arin pun langsung pergi dari kantor Sofia. Di luar Iya bertemu dengan Rafa. Lalu tiba-tiba saja Iya memeluk Rafa tanpa ijin. Jelas saja Rafa merasa tidak nyaman. Rafa berusaha ingin melepaskan dirinya dari perempuan itu.


"Sekarang kamu tahu sendiri kan, Aku dipecat dari sini. Hiks, hiks.." Kata perempuan itu. Rafa yang sedari tadi diam akhirnya juga angkat bicara.


"Ya itu karena kesalahan kamu sendiri kan? Coba kamu tahu diri sedikit saja, Sofia tidak akan memecat kamu." Perempuan itu kaget mendengar kata-kata Rafa. Perempuan itu berfikir bahwa Rafa akan simpati terhadapnya. Ternyata malah sebaliknya.


"Sofia itu adalah Bos yang baik yang pernah saya temui. Dan Sofia itu adalah Bos yang sangat bijak. Kalau Dia sudah marah, itu artinya kamu yang memang bersalah. Jadi, jangan pernah menjelek-jelekkan Sofia di depan saya paham?" Perempuan itu kesal karena mendengar kata-kata pedas dari Rafa. Dari kejauhan, Sofia melihat mereka. Dan Sofia pun langsung menghampiri mereka.


"Ada apa ini Rafa?" Perempuan itu langsung melihat ke arah Sofia. Dan tersenyum sinis, lalu dengan beraninya memaki Sofia.


"Apa sih hebatnya perempuan ini? Saya loh Pak, masih gadis, cantik muda lagi. Sementara Dia, sudah menjadi janda bukan perawan atau pun gadis lagi. Sudah menjadi bekas orang." Kata perempuan itu dengan puas memaki Sofia. Rafa yang mendengarnya sangat emosi. Dan Rafa ingin sekali menampar mulut perempuan itu. Namun, Sofia malah menahannya. Karena Sofia tidak suka dengan kekerasan. Dengan santai dan tersenyum Sofia membalas perkataan perempuan itu.


"Saya memang berbeda dari kamu. Saya memang janda sedang kamu memang masih gadis. Tapi, kualitas saya dengan kamu itu berbeda. Saya janda, masih punya harga diri. Tidak pernah kecentilan sama laki-laki manapun. Dan meskipun saya janda tapi saya lebih berprestasi daripada kamu. Sementara kamu, meskipun kamu masih gadis, tetapi kamu selalu tebar pesona, cari perhatian dengan laki-laki lain. Bahkan suami orang pun sempat kamu goda kan? Dulu waktu suami saya masih ada, kamu selalu cari perhatian dia kan? Tapi sayangnya suami saya tidak pernah tergoda olehmu. Haha.. Kasian banget ya jadi kamu.."


Perempuan itu semakin emosi dengan perkataan Sofia. Kemudian Iya ingin menampar Sofia. Tetapi dengan sigap, Rafa menangkap tangan perempuan itu.


"Tolong, jangan pernah menyentuh kulit mulus Sofia dengan tangan kotor mu itu. Memang Iya kok, kamu berbeda jauh dengan Sofia. Sofia ini aset perusahaan, sedangkan kamu cuma beban perusahaan doang." Dengan kasar Perempuan itu melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Rafa.

__ADS_1


Tanpa mempedulikannya, Sofia dan Rafa masuk ke kantornya lagi. Dengan kesal perempuan itu menghentakkan kakinya. Dan Iya pun pergi dari tempat itu.


Sofia pun masuk ke ruangannya kembali. Sementara Rafa mengikutinya. Sofia duduk termenung tanpa kata-kata. Rafa mengerti perasaan Sofia.


"Sofia, kamu jangan pikirkan omongan Dia ya?" Kata Rafa berusaha membuat Sofia tidak sedih. Sofia pun tersenyum dan langsung berdiri lagi.


"Ya enggak lah. Siapa juga yang mikirin omongan Dia yang tidak penting itu. Aku cuma heran saja dengan perempuan itu. Ternyata Dia lebih berbahaya ya.. Dia bisa memutar balikkan fakta." Kata Sofia.


"Iya sebenarnya sudah dari kemarin Dia menjelek-jelekkan kamu di depanku. Hanya saja Aku tidak menanggapinya." Kata Rafa. Dan Sofia tidak kaget dengan perkataan Rafa.


"Aku sudah tahu itu Rafa, Dia setiap harinya memang suka julid, suka fitnah, tapi Aku biarkan saja. Aku berusaha tidak peduli selama ini." Kata Sofia, dan Rafa pun heran.


"Kalau sudah tahu Dia seperti itu, kenapa kamu tidak pecat Dia dari dulu?" Tanya Rafa penasaran.


"Kamu terlalu baik untuk orang lain Sofia, sebenarnya hati kamu terbuat dari apa sih?" Sofia tersenyum lebar mendengar pertanyaan Rafa.


"Hatiku sama saja dengan manusia yang lain." Rafa dan Sofia pun tertawa bareng.


"Kamu ada perlu apa kesini?" Tanya Sofia serius. Rafa pun menunduk dan tidak enak hati untuk berbicara. Namun, Rafa tetap menyampaikannya.

__ADS_1


"Sofia, Aku kesini ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan kamu." Kata Rafa malu-malu. Sofia pun membelalakkan mata seakan-akan tidak percaya dengan perkataan Rafa.


"Kamu yakin?" Tanya Sofia sekali lagi. Rafa pun mengangguk. Dan Sofia pun mengucapkan rasa syukur.


"Ya tentu boleh dong Rafa, Aku sangat senang jika menjalin kerjasama dengan perusahaan kamu." Kata Sofia.


Rafa sangat senang dan berterimakasih kepada Sofia. Dan Rafa pun mulai punya rencana ingin membangun sebuah mall baru. Dimana mall tersebut akan memadukan nama perusahaan Sofia dengan perusahaan miliknya.


Sofia pun setuju dengan pendapat Rafa. Menurut Sofia itu adalah suatu ide yang bagus. Dan Sore ini juga Sofia akan merapatkannya dengan orang-orang penting.


Jam makan siang pun telah tiba. Seperti biasa Sofia dan Rafa selalu makan siang bersama. Sofia dan Rafa kemana-mana Selalu berdua. Tidak heran jika ada rumor yang mencengangkan tentang mereka.


Namun, Sofia selalu menepis rumor tersebut. Sofia tetap memiliki perasaan yang sama terhadap Rafa. Yaitu perasaan hanya sebatas sahabat tidak lebih. Karena Sofia masih mencintai Arsya. Dan sampai kapan pun Sofia tetap mencintai Arsya.


Sofia mengadakan meeting secara dadakan. Sofia meminta sekertaris untuk menyiapkan bahan meeting. Kali ini Sofia membahas tentang rencana pembangunan sesuai pemikiran Rafa. Dan Rafa pun juga ikut di acara meeting itu.


Sofia menyetujui rencana Rafa semata-mata untuk mempererat hubungan persahabatan suaminya dengan Rafa. Karena sebelumnya Arsya dan Rafa adalah sahabat sejati. Seperti dirinya dengan Albert.


Meeting pun telah selesai. Sofia dan Rafa pun langsung pulang. Sesampainya di rumah, Sofia sudah disambut oleh Baby A. Sofia sangat senang, seketika capeknya hilang. Sofia langsung menggantikan peran baby siter.

__ADS_1


"Tapi Bu, Ibu kan capek baru pulang kerja." Kata baby siter Sofia. Sofia hanya tersenyum kepada mereka.


"Tidak ada kata capek untuk seorang Ibu terhadap anaknya." Kata Sofia kepadanya. Sofia sangat bersyukur karena mempunyai baby siter yang begitu perhatian. Apalagi baby siter nya sangat senang karena memiliki Bos yang sangat baik seperti Sofia.


__ADS_2