PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 23


__ADS_3

Sofia merasa sedih, ternyata selama ini yang ditunggu-tunggu sudah punya orang lain. Selama ini Sofia berharap bisa bersama Albert. Namun harapan itu sia-sia belaka. Lalu apa gunanya Iya mempertahankan cincin ini.


Sofia hanya memandangi Albert dan Marsha sampai tidak terlihat lagi. Kemudian Sofia balik pulang dengan keadaan sedih. Sampai di rumah, Sofia terus saja memandangi cincin plastik yang melingkar di jari manisnya.


...********...


Sementara di rumah Albert, Albert terus saja merasa sakit ketika melihat Sofia dan cincin yang melingkar di jarinya itu.


"Sebenarnya siapa di?" Albert terus penasaran tentang Sofia sambil memegang kepalanya. Lalu Kepalanya tiba-tiba merasa sakit kembali.


Dengan cepat, Marsha datang membantunya. Marsha sebenarnya bukanlah tunangan Albert, namun Marsha memanfaatkan ingatan Albert. Marsha berpura-pura menjadi tunangan Albert. Dan mengubah nama Albert menjadi Febri.


Dengan semua bukti-bukti palsu, Marsha meyakinkan Albert bahwa Dia adalah tunangannya.

__ADS_1


"Sayang, kepala kamu sakit lagi ya? apa yang kamu ingat sayang?" Tanya Marsha pura-pura.


"Di bayangan ku ada cincin plastik yang Aku berikan kepada seseorang, tapi semuanya masih samar bagi aku." Albert terus saja memegang kepalanya.


Marsha pun kesal dengan pernyataan Albert, lambat laun Albert pasti akan ingat semuanya. Dan Marsha sangat takut jika suatu saat nanti Albert akan meninggalkannya.


Marsha tidak akan tinggal diam dan Marsha mencari tahu sendiri tanpa sepengetahuan Albert, tetang cincin itu. Tidak mungkin jika Marsha menanyakan langsung tentang cincin itu.


Dan Marsha sangat heran ketika menemukan sebuah lukisan cincin yang bentuknya sangat unik. Marsha mengira bahwa lukisan cincin itu adalah cincin yang ada dalam bayangan Albert.


"Aku yakin, pasti ini adalah gambar sketsa cincin yang dimaksud Albert. Aku tahu sekarang caranya agar Febri selalu ada digenggaman ku." Kemudian Marsha memfoto sketsa tersebut.


Dan Marsha pun pergi ke suatu toko dan minta dibuatkan cincin yang sama dengan gambar sketsa tersebut. Tapi cincin itu harus dari plastik.Tak lama kemudian cincin plastik itu telah selesai dibuat.

__ADS_1


Marsha kemudian memakai cincin tersebut. Dan Marsha pun kembali ke rumah dalam keadaan bahagia. Sambil melihat cincin yang melingkar di jari manisnya, Marsha senyum-senyum sendiri.


"Cincin ini kelihatan bagus dan unik, sangat cocok jika cincin ini ada di jari manis Aku." Marsha sambil berputar-putar karena sangat bahagia. Karena sebentar lagi Marsha akan menunjukkan cincin itu kepada Albert.


Marsha adalah orang yang sangat licik, bahkan lebih licik dari sela. Marsha tidak rela jika Albert lepas begitu saja. Marsha sangat berambisi sekali untuk mendapatkan Albert.


Marsha memanfaatkan ingatan Albert, dan Marsha selalu berusaha agar Albert tidak bisa mengingat semuanya. Marsha memberikan obat khusus kepada Albert, agar Albert tidak bisa mengingat masa lalunya lagi.


...*********...


Sementara Sofia ingin membuang cincin itu, dan Sofia terus memandangi cincin itu. Sofia bertanya-tanya sendiri dalam hatinya. Apakah mungkin ada harapan untuk dirinya bisa bersama Albert lagi.


Sementara Albert tidak bisa ingat dirinya lagi, jangankan mengingat Seorang Sofia, mengingat dirinya sendiri saja tidak bisa. Ditambah lagi Dia mempunyai tunangan yang sebentar lagi akan menikah.

__ADS_1


__ADS_2