
"Aku ga mau kalau sampai minyak panas itu mengenai wajah cantikmu." Mataku terbelalak dan membulat besar Mendengar perkataan pak Arsya.
Pak Arsya ini sebenarnya modus atau bagaimana ya? Kenapa Aku jadi merasa geli begini. Aku dan pak Arsya saling tatap-tatapan. Kemudian Aku tersadar kalau Aku sedang menggoreng ikan. Dengan tidak sengaja Aku langsung menyingkirkan tubuh pak Arsya dari hadapanku.
Untung saja ikannya tidak gosong. Aku pun bernafas lega, karena masakannya tidak gosong. Kemudian Aku melanjutkan memasak. Selesai memasak, Aku langsung menghidangkan nya kepada Pak Arsya.
Setelah itu Aku ingin pergi dan melanjutkan pekerjaan di kantor. Namun Pak Arsya malah menahan tanganku kemudian menariknya. Hingga Aku terjatuh di pangkuan pak Arsya.
Sontak Aku langsung bertatapan dengan pak Arsya. Aku menelan ludahku sangat keras. Aku merasa gugup ketika berhadapan begini. Pak Arsya lagi-lagi tambah mendekatkan wajahnya ke wajahku membuat Aku semakin gugup.
"Temenin Aku makan," Pak Arsya bersuara pelan di telingaku. Lagi-lagi pikiran ku su'udzon terhadap pak arsya.
Karena Pak Arsya selalu membuat Aku merasa panik dan gugup. Aku pun menemani pak Arsya makan. Pak Arsya makan masakan Aku dengan lahap. Aku merasa senang karena pak Arsya makannya lahap sekali.
__ADS_1
Aku terus saja memandangi wajah pak Arsya yang begitu tampan. Aku jadi senyum-senyum sendiri melihat wajah pak Arsya. Dan Aku pun tersadar lalu mengedipkan mata berkali-kali.
"Mikir apa sih kamu Sofia?" Gumam Ku Sendiri.
"Oh iya, kamu ga makan?" Pak Arsya menawari ku untuk makan.
"Enggak pak, Saya sudah kenyang." Aku menggelengkan kepala karena memang Aku sudah kenyang.
"Cobain deh, masakan kamu enak banget. Entar nyesel loh. Sini Aku suapin" Pak Arsya menyodorkan sendok nya ke arah mulutku. Aku menolaknya lagi.
Kenapa jadi begini ya? Kok Aku jadi heran begini. Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Aku merasa ingin tertawa dan geli sendiri. Tapi Aku tidak mungkin tertawa di depan pak Arsya.
Memangnya Pak Arsya kesambet setan mana sih? Ya Tuhan, mimpi apa Aku semalem? Pak Arsya malah tersenyum melihatku. sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.
__ADS_1
Lama sekali Aku menemani pak Arsya. Tapi mau bagaimana lagi, Aku ga boleh pergi tanpa seizin dari bos besar.
"Oh iya, sebentar lagi kita balik lagi ke kantor ya?" Kata Pak Arsya kemudian.
"Siap pak." Jawabku harus selalu siap kepada atasan. Akhirnya balik juga ke kantor. Karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan.
Aku dan pak Arsya pun ingin cepat-cepat balik ke kantor. Aku mempercepat langkah Aku mengikuti langkah Pak Arsya. Dan dengan tiba-tiba sepatu high hill Aku patah. Dan Aku hampir terjatuh, beruntung saja pak Arsya segera menangkap Aku. Aku dan pak Arsya pun saling bertatapan lagi. Aku membulatkan bola mata Aku karena kaget.
Aku pun melepaskan dekapan pak Arsya. Dan Aku melepas sepatuku, karena memang sudah patah. Kemudian Aku berjalan dan tiba-tiba
"Auw!" Kakiku terasa sakit, mungkin karena akibat yang hampir jatuh barusan.
"Kenapa Sofia?" Pak Arsya panik karena melihat Aku kesakitan menahan kaki Aku.
__ADS_1
"Tidak apa-apa pak, cuma keseleo saja." Jawabku sambil tersenyum kepada pak Arsya.