PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 94


__ADS_3

Alhasil, dua orang laki-laki menghadang jalan Mirna. Kedua orang tersebut merebut anak Mirna. Mirna bertahan untuk memegangi anaknya. Akhirnya salah satu dari dua orang itu memukul Mirna dari belakang. Mirna pun tidak sadarkan diri.


Orang itu membiarkan Mirna pingsan di pinggir jalan. Mereka membawa anak Mirna dan meninggalkan Mirna begitu saja. Setelah beberapa menit kemudian, Mirna tersadar dari pingsannya. Mirna memegangi kepalanya yang sedikit pusing.


Mirna berusaha untuk berdiri sendiri. Mirna melihat sekitar dan tidak ada orang sama sekali. Mirna teringat dengan anaknya. Mirna kebingungan mencari anaknya ke sana-ke mari. Mirna jadi teringat sesuatu tentang dua orang itu.


"Bintang... Dimana kamu nak? Bintang.." Mirna sambil berteriak mencari anaknya. Namun, tidak ketemu juga. Tidak terasa lelahnya kaki Mirna melangkah, Mirna pun jatuh bersimpuh. Mirna menangis dan berteriak.


Entah apa yang dirasakan oleh Mirna, sudah tidak karuan. Sedih, Marah, kecewa terpukul semua bercampur jadi satu. Ingin sekali rasanya Mirna marah tapi tidak tahu harus marah kepada siapa.


Belum kering kuburan suaminya, sekarang harus kehilangan anaknya. Mirna tidak tahu lagi harus berbuat apa sekarang. Mirna merasa separuh jiwa Mirna kini telah hilang. Suami dan anak adalah kehidupan Mirna.


Sudah satu bulan, anak Mirna diculik orang. Mirna sudah mencarinya kemana-mana. Tetapi, hasilnya tetap nihil. Tidak ada satu petunjuk tentang anaknya. Mirna duduk terdiam dan mengingat kenangan bersama anak dan suaminya. Tidak terasa air mata Mirna menetes.


Tetangga Mirna, datang menghampiri Mirna dan memberikan semangat untuk Mirna. Dia adalah tetangga yang paling dekat dengan Mirna. Dia selalu memberi semangat kepada Mirna.


"Mirna, kamu ga boleh begini terus. Kamu harus tetap semangat. Kamu harus bangkit," Kata tetangganya itu. Setelah dipikir-pikir, akhirnya Mirna sadar. Bahwa Iya harus bangkit. Mirna yakin, bahwa anaknya masih hidup. Mirna akan mencari anaknya sampai ketemu.


Mirna sadar, bahwa dirinya tidak boleh seperti ini terus. Akhirnya Mirna berangkat ke luar negeri untuk pergi merantau.


***

__ADS_1


Mirna menangis mengingat semua itu. Di samping itu, Mirna juga memegang foto Aarav. Mirna memandangi foto Aarav, mirip sekali dengan anaknya yang hilang. Mirna merasa rindu dengan Aarav. Melihat wajah Aarav, Mirna merasa bahwa bintang telah hadir kembali.


Seorang polisi wanita, memanggil nama Mirna bahwa hari ini ada yang ingin bertemu. Mirna pun keluar. Ternyata Sofia datang lagi sambil membawakan makanan, dan juga membawa Baby A. Melihat Aarav, Mirna langsung senang dan tersenyum.


Langsung saja Mirna mengambil Aarav dari delapan Sofia. Langsung Mirna menciumi Aarav. Sofia yang melihat itu, langsung merasa haru dan mengerti. Mungkin, Tante Mirna kangen dengan Aarav. Sofia tahu bahwa sebenarnya, Mirna sangat menyayangi Aarav.


"Tante kangen ya, sama Aarav?" Sofia tersenyum.


"Aarav ini cucu saya, meskipun hanya cucu keponakan, tapi saya sangat menyayangi Dia. Sofia, kamu ini ceroboh sekali. Ini tempat kotor, penuh debu. Ini penjara. Nanti baby A sakit bagaimana?" Sofia tersenyum mendengar ocehan tante Mirna. Itu artinya dia peduli dengan baby A. Sofia meminta maaf dengan kecerobohannya.


Dan Sofia juga menanyakan tentang sesuatu kepada Mirna. Sebelum mengetahui pertanyaan Sofia, Mirna membolehkan Sofia untuk bertanya karena juga penasaran. Sofia pun memperlihatkan sebuah gelang yang mirip dengan miliknya. Sontak saja Mirna langsung kaget dengan gelang itu.


"Darimana kamu dapat gelang itu?" Mirna langsung saja bertanya secara reflek.


"Aku tidak tahu." Jawabnya singkat.


"Ok, kalau gitu apakah tante tahu orang ini?" Sofia menunjukkan foto pamannya kepada Mirna. Mirna semakin kaget dibuatnya. Melihat foto almarhum suaminya berada di tangan Sofia.


"Darimana kamu dapat foto ini?" Tanyanya heran.


"Jawab dulu pertanyaan Aku tante." Kat Sofia memaksa. Akhirnya, Mirna menceritakan semuanya tentang suaminya yang dibunuh dan anaknya yang hilang.

__ADS_1


Jelas saja Sofia kaget, ternyata prediksi Sofia benar bahwa tante Mirna adalah isti dari pamannya. Karena juga penasaran, Mirna pun bertanya tentang hubungannya dengan suaminya. Sofia menjelaskan yang sebenarnya.


Sontak saja Mirna kaget mendengar pengakuan Sofia. Mirna tidak menyangka kalau Sofia adalah keponakan suaminya. Mirna juga tidak menyangka kalau kakak iparnya sudah tidak ada.


Sofia menjadi paham mengapa tante mirna seperti ini mungkin karena dia rindu anaknya. Mirna menjelaskan bahwa Aarav mirip sekali dengan masa kecil omnya. Sofia tersenyum manis.


Sofia juga tidak menyangka kalau ternyata pamannya sudah tidak ada. Dan Sofia juga kaget, ternyata pamannya meninggal secara tragis. Sofia juga ikut merasakan perasaan Mirna. Sofia tidak bisa membayangkan jika dirinya berada di posisi Mirna.


Waktu berkunjung sudah habis, Sofia pun pamit pulang. Sebelum Sofia dan baby A pulang, Mirna terlebih dahulu mencium baby A. Mirna kembali ke sel, sementara Sofia pulang.


Diperjalanan pulang, Sofia diikuti oleh seseorang yang tidak dikenal lagi. Merasa ada yang mengikuti, Sofia mempercepat melajukan mobilnya. Orang itu terus saja mengikuti Sofia dan semakin kencang.


Sofia sebenarnya merasa panik, namun Sofia tetap berusaha untuk tenang. Sofia terus berfikir keras agar orang itu tidak mengikutinya lagi. Akhirnya Sofia menemukan sebuah cara. Sofia sengaja memberhentikan putar balik mobilnya dan langsung menuju kantor polisi kembali.


Sofia mengadukan sesuatu kepada polisi. Jelas saja orang itu langsung kabur. Dan polisi pun mengantar Sofia dengan aman. Sofia merasa lega akhirnya iya bisa pulang dalam keadaan aman.


Sofia sangat berterimakasih kepada polisi karena telah mengantarkannya sampai depan rumah dengan aman. Polisi itu pun pamit pulang. Sofia merasa lega karena sudah ada petunjuk mengenai pamannya.


Sekarang tugas Sofia adalah mencari anak pamannya yang hilang. Sofia tetap semangat dan yakin bahwa suatu saat nanti, anak tante mirna pasti ketemu. Seperti biasa Rafa bermain ke rumah Sofia. Kali ini, Rafa membahas sebuah pekerjaan di kantornya.


Rafa merasa sangat kesulitan dengan pekerjaannya tentang proyek baru. Dimana proyek itu harus sudah selesai dalam waktu dua bulan. Rafa merasa sangat kesulitan kali ini. Bagaimana mungkin, sebuah gedung besar harus terselesaikan dalam waktu dua bulan.

__ADS_1


Sofia menyemangati Rafa dan Sofia meminta Rafa agar tetap semangat dan tidak mengeluh. Sofia pun membantu mengeluarkan ide-ide cemerlangnya. Yaitu tentang pembangunan agar cepat terselesaikan.


Sofia menjelaskan secara detail. mulai dari para pekerja yang skill serta alat-alat yang dapat membantu pekerjaan menjadi cepat selesai. Rafa langsung paham maksud Sofia. Dan Rafa pun semakin dibuat takjub dengan kecerdasan Sofia. Tidak sia-sia Rafa meminta solusi dari Sofia


__ADS_2