PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 78


__ADS_3

Papanya yang melihat wajah Zoya yang cemberut sudah tahu sifat anaknya. Jika Dia sedang cemberut pasti ada yang mengganggu kesenangannya.


Tetapi Papanya tidak ingin terlalu ikut campur urusan anaknya. Selama Iya tidak membuat malu keluarga, tidak masalah bagi papanya. Papanya hanya menyuruh Zoya untuk makan. Zoya dan papanya menikmati makan malam.


Selesai makan malam, Papanya Zoya menyuruh Zoya untuk pergi ke ruang tengah. Zoya menurut saja apa kata papanya. Zoya pun segera ke ruang tengah. Zoya pun menunggu papanya di ruang tengah.


kemudian Papanya Zoya berdiri di hadapannya. Zoya pun mendongak ke atas melihat wajah papanya. Kemudian Papanya duduk di samping Zoya.


"Zoya, ada yang ingin papa bicarakan sama kamu." Zoya mengernyitkan dahi karena tidak tahu mengapa papanya tiba-tiba membicarakan hal penting.


"Papa mau bicara apa pa?" Tanya Zoya jadi penasaran.


"Zoya, kamu itu sudah dewasa. Papa rasa kamu sudah bisa menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Papa berharap kamu tidak pernah mengecewakan papa." Papanya menasehati Zoya, namun Zoya malah memicingkan matanya karena tidak mengerti apa maksud papanya.


"Maksud papa?" Akhirnya Zoya bertanya daripada sesat di jalan.


"Papa berharap kamu tetap bisa menjaga nama baik keluarga dan tidak akan pernah mencoreng nama baik papa. Berpikirlah dahulu sebelum melangkah." Sekarang Zoya menjadi paham apa maksud papanya. Dan Zoya pun tersenyum lalu berdiri dan memberi hormat. Layaknya seperti seorang prajurit yang sedang siap melaksanakan tugasnya.


"Siap komandan." Kata Zoya dan tersenyum sambil memeluk papanya. Papanya pun bangga terhadap Zoya karena selama ini Zoya tidak pernah membantah apa kata Ayahnya.


"Papa, mana mungkin Aku mau mengecewakan papa.. Malah Aku ingin mengharumkan nama baik papa. Karena sebentar lagi, Papa akan punya menantu seorang pemimpin besar di perusahaan ternama." Kata hati Zoya. Dan khayalannya pun kembali kumat. Zoya kembali mengkhayalkan Arsya.


Zoya pun pamit ke papanya untuk pergi ke kamarnya karena ingin cepat-cepat tidur. Supaya besok bisa bangun pagi. Papanya hanya bisa mengangguk saja.

__ADS_1


Zoya berharap bisa bermimpi indah kembali. Iya ingin melanjutkan khayalannya tadi yang sempat terganggu oleh pembantunya tadi. Siapa tahu mimpinya jauh dari itu. Dan siapa tahu bisa menjadi kenyataan di esok pagi.


Zoya jadi teringat dengan ramalan zodiak nya tahun ini. Bahwa di ramalan zodiaknya itu adalah hari keberuntungan baginya. Dan Zoya sangatlah percaya dengan ramalan tersebut. Zoya pun sangatlah yakin, bahwa mimpinya akan menjadi kenyataan. Zoya menjadi girang.


...*********...


Di pagi-pagi buta, Sofia seperti biasa bangun lebih awal. Meskipun Sofia tidak diizinkan untuk mengerjakan pekerjaan rumah oleh suaminya, namun Sofia tetap bangun pagi-pagi karena sudah menjadi kebiasaannya.


Sofia memandangi wajah suaminya dengan penuh kasih sayang. Sofia mengelus rambut suaminya dan mengelus pipinya dengan lembut. Begitulah cara Sofia membangunkan suaminya. Arsya pun membuka matanya secara perlahan. Dan Arsya melihat ke arah Sofia.


Bukannya bangun, Arsya malah menarik tangan Sofia hingga Sofia jatuh di dada bidangnya. Arsya mulai terbangun dan mengecup kening istrinya dengan kecupan yang lama. Sofia tersenyum dan mencubit suaminya. Arsya pun mengerang kesakitan.


"Dasar genit ya," Sofia mulai gemas dengan suaminya. Dan mereka pun bercanda. Kemudian Arsya mengajak istrinya untuk mandi bareng dengannya. Dengan senang hati, Sofia memenuhi permintaan suaminya.


Mungkin karena Sofia sudah tidak takut dengan nasibnya. Sofia sudah ikhlas dengan keadaan. Dan Sofia pun pasrah, semuanya Sofia serahkan kepada Allah SWT. Sofia pun mulai keluar dari kamar dan di bantu oleh suaminya. Karena jalannya sangat sulit disaat-saat hamil besar.


Sofia lagi sarapan pagi dengan suaminya. Sofia pun menyuapi suaminya dengan merah. Begitupun dengan Arsya juga menyuapi Sofia dengan mesra juga. Mereka di meja makan pun bisa bermesraan. Hingga membuat pembantunya menjadi iri dan terharu dengan kemesraan mereka.


Setelah selesai makan, mereka pun ke ke halaman samping untuk duduk di taman rumah mereka. Sofia ingin menghirup udara segar. Sofia juga melakukan olahraga yang dibantu oleh suaminya.


Sedang asyik-asyiknya, tiba-tiba ada suara bel rumah yang berbunyi. Pembantunya membukakan pintu. Pembantunya bertanya-tanya siapakah wanita tersebut? Pembantunya Arsya melihat pakaian yang dikenakan wanita itu.


"Maaf, mbak cari siapa ya?" Tanya pembantunya sopan.

__ADS_1


"Cari calon suami." Jawaban Zoya membuat pembantunya bingung. Zoya sadar kalau dirinya sedang keceplosan dan Zoya pun menarik kata-katanya.


"Maksud Aku kesini, Aku ada perlu dengan pak Arsya." Zoya langsung ke pointnya saja. Pembantunya jadi paham. Kemudian pembantunya menyuruhnya masuk dan menyuruhnya duduk. Karena Pembantunya akan memanggilnya.


Kemudian pembantunya Arsya memanggil Arsya yang ada di halaman samping rumah yang sedang bersama Sofia. Pembantunya memberitahu Arsya siapa tamu yang datang.


Mendengar yang datang adalah seorang cewek, Sofia jadi meninggikan kedua alisnya. Arsya yang paham dengan istrinya itu menjadi senyum-senyum sendiri. Arsya mencubit hidung istrinya. Arsya tahu bahwa istrinya sedang cemburu. Biasa Ibu hamil pasti pikirannya sensitif.


Arsya dan Sofia pun menemui wanita itu. Melihat Zoya, Sofia dan Arsya tercengang karena menggunakan pakaian seperti itu. Terlebih lagi dengan Sofia iya memandangi Zoya dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Hai," Sapa Zoya kepada Arsya. Arsya hanya mengangguk saja. Zoya jadi melirik ke arah Sofia dan melihat perutnya yang sedang buncit. Zoya menatap Sofia dengan tatapan sinis. Dan penuh pertanyaan.


"Siapa wanita ini?" Tanya Zoya dalam hatinya. Tapi Zoya tidak mau negatif thinking dulu. Zoya mengira bahwa itu saudaranya. Kemudian Zoya juga mengulurkan tangannya ke Sofia.


"Kamu, pasti adiknya mas Arsya ya?" Sofia melongo setelah Zoya mengira dirinya adalah adiknya Arsya. Apalagi Zoya memanggil Arsya dengan sebutan mas. Begitu juga dengan Arsya yang merasa heran bahkan ilfil dengan tingkah Zoya.


Sofia adalah wanita yang sangat cerdas. Iya ingin tahu sebenarnya apa maunya wanita ini. Sofia pun mengikuti semua perkiraan Zoya. Sofia merasa bahwa ini adalah game yang harus diselesaikan.


"Iya, saya adiknya mas Arsya." Jawab Sofia berbohong. Arsya melongo dengan jawaban Sofia. Kemudian Arsya melihat ke arah Sofia. Sofia pun mengedipkan mata kepada Arsya. Seperti memberi sebuah kode harus mengikuti permainannya.


Zoya pun menjadi senang dan lega bahwa Iya hampir salah paham. Zoya kemudian mulai menggeser tempat duduknya dan berdekatan dengan Arsya. Sofia yang melihat itu menjadi curiga dengan perempuan ini.


Kemudian Sofia menyuruh suaminya untuk mengambilkan sesuatu. Dan Suaminya pun langsung pura-pura kamar untuk mengambilkan sesuatu barang milik Sofia.

__ADS_1


__ADS_2