PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 49


__ADS_3

"Mas, Aku ingin pernikahan kita sederhana saja. Dan Aku ingin pernikahan ini diadakan di rumah saja. Yang dihadiri oleh para saudara, kerabat dan para tetangga. Dan juga para rekan-rekan kantor. Aku ga mau yang terlalu mewah, dan banyak buang-buang duit." Arsya membelalakkan kedua matanya mendengar permintaan Sofia. Arsya bertanya-tanya mengapa Sofia meminta yang sederhana.


"Kenapa kamu ingin pernikahan yang sederhana?" Arsya meminta jawaban yang pasti.


"Mas, dalam sebuah pernikahan yang penting itu sah. Resepsi itu hanyalah hiburan semata. Lebih baik resepsinya yang sederhana. Mas, bagi Aku yang penting rumah tangga itu sakinah, Mawadah dan Warohmah. Dan satu lagi, daripada pesta yang mewah, menghabiskan banyak duit. lebih baik kita sumbangkan sama orang yang lebih membutuhkan." Sofia menjawab dengan lembut. Dan lagi-lagi Arsya terbelalak dengan jawaban Sofia.


Sofia semakin membuat Arsya jatuh cinta kepadanya. Karena Sofia ternyata juga peduli terhadap sesama. Sofia selalu merendahkan diri, dan Sofia tidak pernah menyombongkan dirinya. Sofia sangat berbeda dengan kekasih Arsya dimasa lalunya. Bahkan sifatnya pun bertolak belakang.


Sofia adalah perempuan yang sederhana, tidak suka kemewahan, mandiri dan apa adanya. Sofia tidak pernah mengeluh dalam hal apa pun. Itu yang membuat Arsya semakin jatuh cinta kepadanya. Arsya tidak pernah menemui perempuan yang seperti Sofia.


...********...


Seminggu kemudian

__ADS_1


Arsya benar-benar mendatangi rumah Sofia. Dan Arsya meminta restu kepada Orang tua Sofia untuk meminang Sofia. Dan Orang tuanya pun merestui hubungan mereka.


Hal ini tentu saja membuat Sofia dan Arsya sangat bahagia. Orang tua Sofia tidak berharap apa-apa kepada Arsya. Yang mereka pintar adalah Arsya bisa membahagiakan anaknya, membimbing anaknya pada jalan kebaikan. Dan tidak menyakiti anaknya itu yang penting.


Arsya berjanji dan bersumpah akan membuat Sofia bahagia. Dan akan membimbingnya sesuai keinginan mereka. Dan Arsya tidak akan menyakiti hati Sofia.


Setelah itu, Arsya dan Sofia langsung pergi ke mall untuk memilih baju pengantin. Dan Sofia hanya menurut saja. Karena menurut Arsya lebih cepat itu lebih baik. Arsya tidak ingin menunggu lebih lama lagi. Arsya ingin cepat-cepat menghalalkan Sofia.


Di kantor Sofia tetap bekerja seperti biasanya. Sofia belum mengumumkan tentang dirinya yang sudah dilamar oleh Arsya. Sepertinya Sofia rasa tidak perlu dipamerkan tentang hubungan mereka. Suatu saat pasti mereka mengetahuinya sendiri.


"Maaf Ibu, hari ini ada jadwal meeting dengan client Bu, yang akan membahas tentang produk baru yang akan launching." Ujar Sekertaris Sofia. Dan Sofia pun menyuruh Sekertaris nya untuk mempersiapkan semuanya.


Kemudian Sofia pergi ke ruang meeting. Dalam meeting tersebut, Radit juga hadir. Radit tidak fokus pada pembahasan kali ini. Radit terus saja memandangi wajah Sofia yang cantik.

__ADS_1


Sampai acara meeting selesai, Radit tetap tidak fokus. Semua sudah keluar dari ruang meeting tinggal Radit dan Sofia. Sofia juga ingin meninggalkan ruang tersebut.Hanya saja Iya masih beres-beres.


"Sofia, tunggu." Sofia menoleh ke arah Radit.


"Iya, ada apa dit?" Sofia bertanya.


"Sofia, Aku menyesal karena pernah membohongi kamu dulu. Sofia, Aku ingin kita kembali seperti dulu." Sofia memicingkan mata, tidak mengerti apa maksud Radit.


"Maksud Kamu?" Tanya Sofia penasaran.


"Kita kembali seperti dulu lagi. Sofia, jujur Aku masih mencintai kamu." Ujar Radit.


"Maaf Radit, saya tidak bisa kembali sama kamu. Saya permisi." Sofia berlalu meninggalkan ruang meeting tanpa menghiraukan Radit.

__ADS_1


__ADS_2