
"Ibu Sofia juga cantik kok, malah lebih cantik dari Marsha." Jawaban Albert membuatku meninggikan kedua alisku. Aku sangat malu dan sedikit senang ketika Albert memujiku.
Sesampainya di proyek, Aku dan Albert turun dari mobil. Dan kami pun langsung menuju lokasi, dan tiba-tiba ada suara dari arah belakang, seorang perempuan yang berteriak memanggil nama Febri.
Kami pun langsung menoleh ke arah perempuan tersebut. Dan ternyata tunangan Albert datang kesini.
"Marsha, kamu ngapain kesini?" Albert bertanya heran, untuk apa tunangannya datang kesini.
"Sayang, Aku kesini bawain kamu makanan. Kamu pasti belum makan kan? Kita makan bareng ya, Aku suapin kamu." Kata si Marsha membuat Aku merasa geli.
"Aku sudah makan Sha, dan Aku sudah kenyang." Jawaban Albert membuat Marsha ciut seketika.
__ADS_1
Lagian si Marsha ini ngapain sampai nyusul kesini segala. Apa Marsha curiga dengan Albert dan apa Marsha takut kalau Albert akan kecantol dengan perempuan lain. Dari tingkahnya saja sudah kelihatan bahwa Marsha ini sangat posesif terhadap Albert.
Marsha menatapku dengan tatapan sinis, sepertinya Marsha tidak suka denganku. Albert tiba-tiba ingin ke toilet sebentar. Ketika Albert sedang di toilet, tiba-tiba Marsha dengan sengaja mendorongku dengan kasar. Hingga Aku jatuh tersungkur.
Marsha pun menertawakan Aku. Entah apa salahku sehingga Marsha mendorongku dengan kasar seperti ini. Aku pun berdiri lagi, belum sempat bertanya, tiba-tiba Marsha mengambil tanganku lalu memukulkannya ke wajahnya sendiri.
"Auw, Ibu Sofia kenapa menampar saya bu?" Aku melihat tangan Aku sendiri, kenapa Marsha bilang kalau Aku yang menampar Dia, padahal dia sendiri yang memukul wajahnya sendiri.
Marsha juga mendekati Albert dan memegang tangan Albert. Lalu mengadukan semuanya sama Albert. Bahkan saat ini Marsha telah memfitnah ku di depan Albert.
"Sayang, Ibu Sofia ini telah mendorongku sampai Aku jatuh barusan, dan Dia juga menamparku. Dan Dia bilang tidak suka jika Aku datang kesini." Loh kenapa Marsha malah memutar balikkan fakta, Dia yang mendorongku dan dia juga yang menampar dirinya sendiri.
__ADS_1
Kenapa malah Aku yang disalahkan, sebenarnya apa maunya Marsha. Aku heran dengan Marsha. Dan Anehnya lagi Albert malah membela Marsha.
"Ibu Sofia, saya sangat menghormati Ibu Sofia, selalu rekan bisnis saya. Tapi saya tidak suka jika Ibu bersikap kasar terhadap tunangan saya."
what? Aku mengernyitkan dahi tanda tidak mengerti apa yang dimaksud Albert. Aku sudah menjelaskan tapi Albert tidak percaya. Lalu Albert berlalu meninggalkan Aku begitu saja. Aku masih tidak paham dengan semua ini.
Sebenarnya apa tujuan Marsha dengan semua ini, apa Marsha sengaja melakukan semua ini, agar Marsha mendapatkan perhatian Albert. Dan apakah Marsha merasa cemburu denganku. Makanya Aku difitnah seperti itu.
Benar-benar tidak habis pikir, Marsha ini benar-benar posesif dengan Albert. Makanya Dia merasa sensitif ketika Albert dekat dengan perempuan lain. Dan tadi Aku sempat memperhatikan Marsha memakai cincin yang hampir mirip dengan cincin yang Aku pakai.
Padahal kan ini cincin unik dan bisa didapatkan kalau memesannya. Kenapa cincin yang Marsha gunakan bisa sama ya? Sebenarnya apa yang telah direncanakan oleh Marsha?
__ADS_1