
"Boleh kok om.." Langsung saja Tifani memeluk Rafa. Setelah memeluk Rafa, entah mengapa rasa rindu Tifani terobati. Tidak terasa Tifani meneteskan air mata. Dan Tifani mengucapkan terimakasih kepada Rafa karena telah mengijinkannya untuk memeluknya.
Sofia dan Rafa pun kembali ke apartemen. Rafa hanya diam saja karena memikirkan pelukan Tifani barusan. Rafa juga merasakan kehangatan saat Tifani memeluknya.
"Argh.. mungkin Aku terlalu rindu dengan pelukan ayah.." Gumamnya. Sofia yang melirik Rafa pun bertanya-tanya, tumben Rafa diam saja.
"Rafa, kamu kenapa?" Sofia memberi perhatiannya.
"Enggak kok, Aku ga apa-apa." Jawab Rafa singkat. Sofia pun tidak melanjutkan pertanyaannya.
Dan akhirnya mereka sampai juga di apartemen. Sofia melihat Rafa berbeda. Sofia memegang pundak Rafa dan mengingatkan untuk senyum. Kalau sama Sofia pasti Rafa selalu tersenyum.
...****************...
Pagi hari, Sofia sudah siap-siap untuk berangkat ke kantor Tifani. Rafa pun juga sudah siap. Kali ini Sofia mulai menjalankan rencananya.
Setibanya di kantor Tifani, Sofia mendapat sambutan baik dari karyawan Tifani. Sofia pun langsung memasuki ruang meeting di kantor Tifani. Arsya yang melihat Sofia, begitu kagum.
Arsya melihat penampilan Sofia tidak berkedip sama sekali. Sofia yang cantik membuat Arsya ternganga.
"Welcome to Tifani's group." Sofia pun menundukkan kepala dan mengumumkan senyum.
Acara meeting pun telah dimulai. Sofia dengan lancarnya mempromosikan produknya. Dan hal ini membuat Tifani merasa sangat tertarik dengan produk dari perusahaan Sofia.
Ini adalah langkah awal Sofia untuk mengingatkan kembali ingatan Arsya. Karena produk tersebut telah direncanakan oleh Arsya sebelum Iya mengalami kecelakaan.
Alhasil, Arsya tiba-tiba bertepuk tangan dan menyatakan kalau dia sangat menyukai produk itu. Dan Sofia pun senang mendengarnya. Sofia berharap semoga rencananya berhasil.
Tifani juga terkejut, mendengar Arsya menyukai produk tersebut. Dan Arsya juga menerangkan keuntungan tentang produk tersebut. Tentu saja Tifani semakin dibuat kagum.
Meeting pun selesai. Sofia menjalankan rencana selanjutnya. Sofia bertanya letak dapur di kantornya. Tifani pun memberitahunya.
"Bolehkah saya memasak sesuatu om?" Tifani pun terbelalak.
"Memangnya kamu bisa masak? Sofia pun mengangguk. Dan Sofia mengatakan akan memasak yang spesial untuk Tifani dan Arsya.
Sofia mulai memasak masakan yang Arsya suka dulu ketika Iya pertama kali mencicipi masakannya. Sofia berharap Arsya masih menyukainya. Dan masakan pun telah selesai dibuat oleh Sofia.
Masakan pun telah selesai. Sofia menyajikan masakan itu kepada mereka. Tifani dan Arsya mulai mencicipi masakan Sofia.
"Wow, this food is so delicious." Puji Tifani. Dan Sofia malu-malu mendengar pujian Tifani.
__ADS_1
"Sepertinya masakan ini tidak asing bagi Aku." Sofia pun membelalakkan mata. Tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Arsya.
Arsya sangat menyukai masakan Sofia. Sofia tambah senang dan mengucapkan rasa syukur kepada Allah. Sofia berharap semoga segera pulih. Dan Sofia pun pamit untuk kembali ke apartemennya. Kali ini Arsya yang mengantar Sofia kembali ke apartemen.
Entah apa yang dirasakan oleh Arsya menjadi tidak karuan. Arsya merasakan hal yang berbeda jika di dekat Sofia. Memang, ikatan batin antara suami dan istri sangatlah kuat.
Dan Sofia menerima pesan dari Tifani bahwa Tifani mengundang Sofia juga Rafa untuk hadir di acara pesta nanti malam. Sofia sangat senang. Dan tentu saja hal ini akan dimanfaatkan oleh Sofia.
Sesampainya di apartemen, Arsya melihat Aarav yang digendong oleh Rafa. Arsya pun tiba-tiba melangkah mendekati Baby A. Arsya menatap wajah Aarav. Entah mengapa ketika menatap wajah Aarav, Arsya seperti merasakan kerinduan. Langsung saja Arsya menggendong Aarav dan menciumnya.
Sofia yang melihat hal itu, seperti ingin langsung memeluk mereka. Dan mengatakan kalau Iya merindukannya. Tapi Sofia tahu, bahwa hal itu tidak mungkin Iya lakukan sekarang. Lalu Sofia mengambil Aarav kembali dari tangannya.
"Anak kamu?" Sofia mengangguk. Arsya juga spontan bertanya tentang ayahnya. Rasanya ingin sekali Sofia mengatakan kalau dia adalah ayahnya. Namun hal itu tidak bisa Iya lakukan sekarang.
Sofia menceritakan hal bahwa suaminya mengalami kecelakaan pesawat. Arsya yang mendengar hal itu, langsung minta maaf. Secara tidak langsung Arsya telah membuka kembali duka yang sudah Sofia kubur dalam-dalam.
Arsya pun pamit untuk pulang dan mengingatkan untuk tidak lupa acara nanti malam. Sofia mengangguk sambil mengulas senyum. Sofia dan Rafa pun masuk ke apartemennya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam waktu Jerman. Sofia dan Rafa segera bersiap-siap untuk pergi ke acara pesta di rumah Tifani. Sofia mengenakan gaun yang pernah dibelikan oleh suaminya dulu.
Sofia berharap ketika Arsya melihat gaun yang Iya gunakan, dapat membantu pulihnya ingatan Arsya. Sesampainya di sana, Sofia menjadi pusat perhatian orang lain. Sofia kelihatan sangat cantik.
"Wow, amazing.." Kata salah satu tamu undangan.
"Sofia," Arsya tertegun dan memandangi penampilan Sofia dari atas hingga ke bawah. Tatapan Arsya sama persis seperti yang dulu.
"Ayo dong sayang, ingat Aku dan baby kita." Gumam Sofia dalam hatinya. Tifani yang juga takjub dengan penampilan Sofia yang elegan, memuji Sofia.
"Sofia, apakah kamu bisa bermain musik?" Tanya Tifani.
"Bisa Om.." Jawab Sofia. Tifani pun mempersilahkan Sofia untuk ke depan dan memainkan piano. Sofia tentu saja tidak menolaknya.
Sofia pun duduk di depan piano yang telah disediakan. Sofia ingin mengutarakan perasaan rindunya kepada suaminya. Dengan mahir Sofia memainkan piano tersebut. Dan Sofia pun menyanyi dengan penuh perasaan.
Sofia membawakan lagu melly goslow yang berjudul denting.
Denting yang berbunyi dari dinding kamarku
Sedarkan diriku dari lamunan panjang
Tak terasa malam kini semakin larut
__ADS_1
Ku masih terjaga
Sayang kau dimana aku ingin bersama
Aku butuh semua untuk tepiskan rindu
Mungkinkah kau disana merasa yang sama
Seperti dinginku di malam ini
Rintik gerimis mengundang kekasih di malam ini
Kita menari dalam rindu yang indah
Sepi ku rasa hatiku saat ini oh sayangku
Jika kau disini aku tenang
Sayang kau dimana aku ingin bersama
Aku butuh semua untuk tepiskan rindu
Mungkinkah kau disana merasa yang sama
Seperti dinginku di malam ini
Rintik gerimis mengundang kekasih di malam ini
Kita menari dalam rindu yang indah
Sepi ku rasa hatiku saat ini oh sayangku
Jika kau disini aku tenang
Semua tamu undangan yang mendengarnya ikut menghayati lagu tersebut. Apalagi Arsya, iya tiba-tiba merasakan perih di hatinya setelah Sofia membawakan lagu itu.
Sofia menyanyikan lagu itu dengan meneteskan air mata. Begitu dalam rindu Sofia terhadap Arsya. Kemudian merekapun bertepuk tangan.
"Wow, suara kamu sangat bagus Sofia. Saya tidak menyangka jika kamu bisa menyanyi dan menghayati lagu tersebut." Puji Tifani.
Arsya juga ikutan meneteskan air mata saat mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Sofia. Arsya pun memberikan tepuk tangan kepadanya. Rafa yang mengerti tentang perasaan Sofia, mengingatkan Sofia untuk terus tersenyum dan semangat.
__ADS_1
Acara telah selesai, Sofia pamit untuk kembali ke apartemen. Ketika Sofia hendak kembali, tiba-tiba Arsya memanggilnya. Dan Sofia pun menoleh ke arah Arsya.