PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 89


__ADS_3

Sofia segera pergi dengan tergesa-gesa. Sesampainya di luar, Sofia mengajak baby siter itu untuk ikut mereka. Tidak ada pilihan lain. Baby siter itu ikut mereka. Sofia dengan lega bisa membawa anaknya dengan berhasil. Tidak henti-hentinya Sofia mengucapkan rasa syukur. Karena telah dipertemukan kembali dengan sang buah hati.


Sofia mengirim chat kepada sang suami. Bahwa misinya telah selesai. Sofia dan yang lain berhasil membawa pergi Aarav. Sekarang adalah tugas Arsya. Tanpa mereka Mirna dan perempuan itu sadari, telah datang dua orang polisi yang berada di belakang mereka. Langsung saja kedua polisi tersebut langsung menangkap mereka dan memborgol tangan mereka.


Mirna dan perempuan kaget dan langsung memberontak ingin dilepaskan. Mirna masih tidak paham kenapa polisi tiba-tiba menangkapnya begitu saja.


"Apa-apaan ini? Kenapa Bapa menangkap kami?" Polisi terus saja memborgol kepada tangan mereka, tanpa menghiraukan ocehan mereka.


"Bawa mereka Pak," Seru Arsya. Mirna dan perempuan itu langsung melotot ke arah Arsya. Dan melakukan protes terhadap Arsya.


"Apa maksud kamu Arsya?" Pura-pura tidak tahu. Arsya tidak menjawab pertanyaan tantenya. Polisi kemudian membawa mereka.


Sesampainya di kantor polisi, Mirna dan perempuan itu melihat Sofia yang menggendong Aarav. Mirna kaget kenapa Sofia bisa menggendong Aarav.


"Sofia?" Sofia menatap Mirna dan perempuan itu dengan tajam. Kemudian Sofia tersenyum mengejek. Sofia pun berjalan mendekat ke arah mereka. Dengan santai, Sofia sambil berkata.


"Kenapa tante? Tante kaget? Aku ga ngerti dengan tante. Kenapa Tante menjadi jahat ke Aku? Memfitnah Aku, memisahkan Aku dengan anakku. Dibenci suamiku. Mau Tante itu apa?" Sofia menghadapi mereka dengan senyum.


"Karena Aku, tidak suka dengan kamu. Aku ingin rumah tangga kamu dan Arsya itu berantakan. Aku tidak ingin kamu hidup bahagia bersama Arsya." Mirna berkata jujur dan memasang wajah tidak merasa bersalah.

__ADS_1


Mirna dan perempuan itu menertawakan Sofia. Polisi membawa mereka ke sel, dan Mirna pun berteriak.


"Aku akan membalas kamu Sofia, Aku akan membuat kamu sengsara. Tunggu pembalasanku." Teriak Mirna. Entah apa salah Sofia sehingga Mirna begitu membencinya.


Sofia hanya tersenyum memandangi mereka. Sofia pun pamit pulang, dan berterimakasih kepada polisi. Arsya menjemput istrinya pulang. Arsya memeluk Sofia dan anaknya dengan penuh haru. Rafa dan Albert yang menyaksikan mereka ikut bahagia.


Sofia juga berterimakasih kepada Rafa dan Albert karena mereka sudah membantu Sofia selama ini. Rafa dan Albert memanglah teman yang sejati bagi Sofia. Mereka sangat berharga untuk Sofia. Sofia juga sangat berterimakasih kepada baby siter itu, karena Iya juga ikut membantu dirinya.


"Habis ini kamu mau kemana? Kalau kamu masih mau kerja dengan saya, dengan senang hati saya menerima kamu lagi." Sofia tersenyum dan menawarkan pekerjaan. Namun, baby siter itu menolak tawaran Sofia. Baby siter itu merasa malu terhadap Sofia. Karena meskipun telah berkhianat, Sofia tetap memaafkan.


Baby siter tersebut ingin kembali ke kampung halaman. Dan memang Ibunya sudah tua. Baby siter Tersebut memilih untuk merawat Ibunya saja di kampung. Mendengar hal itu, Sofia merasa salut terhadapnya. Ternyata masih ada sisi baik dari seseorang. Sofia yakin, Iya melakukan ini pasti karena suatu alasan.


Rafa sedari tadi memandangi Arsya. Rafa mengajak Arsya untuk berbicara empat mata dengannya. Arsya menyetujui permintaan Rafa. Mereka mencari tempat yang nyaman untuk berbicara.


"Arsya, Aku harap ini yang terakhir kalinya kamu menyakiti Sofia. Setelah ini, Aku tidak ingin mendengar ataupun melihat kamu menyakitinya lagi." Arsya hanya terdiam dan tertunduk dengan perkataan Rafa. Entah apa yang sedang dia pikirkan.


"Arsya, asal kamu tahu. Selama ini Sofia sedih, frustasi, terpukul dengan semua ini. Tetapi, Sofia masih bisa menahan kesedihannya. Iya berusaha sabar, berusaha tersenyum di depan orang lain." Arsya sama sekali tidak bergeming dan sedikitpun tidak membantah perkataan Rafa.


Arsya merasa bersalah karena iya sudah menyakiti Sofia. Ini sudah kedua kalinya Arsya menyakiti hati Sofia. Arsya mengerti apa yang diucapkan oleh Rafa.

__ADS_1


Mereka pun kembali ke tempat semula. Dan mereka pulang ke rumah masing-masing. Kali ini Sofia ingin tidur bersama anaknya. Sofia tidak ingin meninggal baby A. Sofia masih trauma dengan kejadian kemaren. Sekarang baby tidur bersama papa dan mamanya.


Arsya memandangi Sofia yang sedang tidur. Arsya baru menyadari bahwa Sofia sekarang semakin kurusan. Arsya teringat dengan kata-kata Rafa. Mungkin apa yang dikatakan oleh Rafa benar. Sofia merasa frustasi dengan Aarav yang hilang. Belum lagi dirinya yang selalu membuat dia kecewa, sedih dan menangis.


Arsya baru sadar, bahwa dirinya telah menyakiti hati istrinya selama ini. Arsya mencium kening istrinya dengan penuh penyesalan. Arsya meminta maaf kepada Sofia karena telah menyakiti hatinya selama ini.


Arsya menyalahkan dirinya dan mengatakan dirinya bodoh. Selama ini Iya terlalu percaya dengan orang lain. Dan tidak percaya dengan istrinya. Arsya menangis karena merasa menyesal. Hingga air matanya jatuh ke pipi Sofia. Sampai Sofia terbangun dan Sofia mengucek matanya.


"Sayang, kamu kenapa? Kamu nangis?" Arsya segera mengusap air matanya.


"Enggak kok, Aku gak nangis. Mataku cuma sedang perih saja." Kata Arsya mengelak. Sofia pun segera beranjak dan mengambil tetes mata untuk suaminya. Sofia percaya kalau mata suaminya perih. Sofia dengan polosnya meneteskan obat tetes mata ke mata Arsya.


Kemudian Arsya memegang tangan Sofia. Dan menarik Sofia duduk di pangkuannya. Sofia hanya terdiam dan menatap Arsya dengan penuh pertanyaan. Arsya meminta maaf kepada istrinya karena selama ini Iya telah menyakitinya. Seharusnya, Arsya tidak bersikap demikian kepada Sofia. Seharusnya Arsya mendampingi Sofia dan mensuport Dia dalam keadaan terpuruk.


Tetapi Arsya malah membuatnya hampir dawn. Arsya benar-benar menyesal dan meminta maaf dengan tulus. Arsya kembali mengeluarkan air mata. Sofia dengan wajah tersenyum, menyeka air mata Arsya dengan lembut.


"Sayang, jangan nangis dong.. Aku ga suka jika lihat laki-laki nangis. Itukan sudah lewat, yang penting sekarang kamu kembali ke Aku. Aku sudah lupa dengan masalah itu." Kata Sofia dengan lembut. Arsya memegang kepala Sofia dan menatapnya. Lalu mencium keningnya.


Arsya juga mengecup bibir Sofia dengan mesra. Sofia hanya pasrah saja dengan apa yang dilakukan Arsya. Ketika Arsya ingin melampiaskan hasratnya, Tiba-tiba baby A menangis. Sontak saja Sofia dan Arsya merasa kaget. Sofia pun segera mengambil Aarav dan menidurkan nya kembali.

__ADS_1


Arsya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sofia menjadi sibuk memberikan ASI untuk baby A. Arsya juga ikut menenangkan baby A, agar lekas tidur.


__ADS_2