PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 101


__ADS_3

"Ibu Sofia sekarang gonta-ganti cowok ya.. Yang ke marin cowok ganteng yang punya perusahaan besar itu. Dan barusan adalah dari Jepang. Seperti Ibu Sofia itu menggunakan pelet deh." Sofia yang mendengar di belakangnya hanya menggelengkan kepala. Lalu Sofia menghampiri mereka.


"Ehem." Mereka pun langsung kaget mendengar suara Sofia. Dan mereka pu langsung berbalik badan dan menundukkan kepala. Dengan bergaya cool sambil bersendekap.


"Kalian bicara apa barusan? Coba katakan sekali lagi.." Kata Sofia dengan tegas. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani menjawab pertanyaan Sofia. Mereka pun saling adu pandang dan saling senggol menyenggol.


Sofia yang melihat gerak-gerik mereka pun langsung tersenyum sinis. Dan langsung menggerakkan bola matanya dan membuang nafas kasar dan menggelengkan kepala sambil berdecak kesal.


"Mau tahu tadi itu siapa? Tadi itu Mr. Akio. Dia dari perusahaan Jepang datang kesini untuk mengimpor produk kita. Dan barusan perusahaan kita baru saja mempresentasikan sebuah produk baru yang rencananya akan segera launching kepada Mr. Akio. Ini perusahaan Jepang loh. Dan Mr. Akio bukan orang sembarangan yang mau mengimpor sebuah produk dari negara lain. Kalian enak banget ya, ngatain saya seperti itu. Memangnya hidup kalian sudah benar? Mending kalian stop ngurusin hidup orang dan urus hidup kalian masing-masing. Paham?"


Setelah berkata demikian, Sofia langsung saja pergi meninggalkan mereka. Karena Sofia tidak ingin banyak berdebat. Mereka pun jadi tertunduk malu. Sekertaris Sofia yang mengamati dari tadi, langsung menghampiri mereka.


"Ibu Sofia itu tidak seperti apa yang kalian bayangkan. Kami saja yang sudah lama bekerja di perusahaan ini tidak berani satu kata pun bergosip tantang Ibu Sofia. Kalian yang masih belum seberapa lama saja kerja disini sudah berani bergosip. Asal kalian tahu, kalau bukan karena Ibu Sofia, perusahaan ini tidak akan menjadi nomor satu di negeri ini." Sekertaris Sofia menegaskan. Karena kesal, Iya pun juga ikut pergi. Dan karyawan yang lain pun kembali ke tempat kerja mereka masing-masing.


Semenjak sepeninggalnya Arsya, Sofia menjadi bahan pembicaraan para orang-orang kantor. Termasuk karyawannya sendiri. Para karyawan yang baru tidak begitu menyukai Sofia. Mereka lebih menyukai Arsya terutama karyawan wanita. Karena Arsya begitu tampan dan sempurna di mata mereka.


Sofia pun duduk dengan malas di ruang kerjanya. Sofia memandangi foto suaminya. Sofia mengadu kepada foto tersebut. Sofia sangat merindukan suaminya. Tiba-tiba Sofia melihat sebuah bayangan Arsya yang sedang tersenyum kepadanya. Sofia pun menoleh ke arah bayangan tersebut.


"Sayang, kamu adalah wanita yang kuat dan hebat, yang pernah Aku kenal. Sayang jangan pernah hiraukan omongan mereka yang tidak bermutu. Kamu harus tetap semangat, ingat kamu masih punya Aarav yang harus kamu didik sayang. Jagalah perusahaan kita sayang.. Perusahaan kita membutuhkan orang seperti kamu." Bayangan itu tiba-tiba saja menghilang. Sofia langsung kaget dan Sofia pun mencari bayangan suaminya lagi lalu memanggilnya.


Ternyata itu hanya mimpi bagi Sofia. Sofia ketiduran di meja kerjanya. Sofia kemudian teringat pesan suaminya. Dan Sofia pun berusaha untuk tetap tenang dan tidak menghiraukannya.

__ADS_1


Tiba-tiba Rafa datang ke kantor Sofia. Seperti biasa, Rafa selalu mengajak Sofia untuk makan siang. Sudah pasti Sofia tidak akan pernah menolak. Sofia pun pergi makan siang bersama Rafa.


Sofia dan Rafa selalu makan siang bersama bahkan hampir setiap hari. Bahkan bukan menjadi rahasia umum lagi. Kerap sekali orang-orang mengira bahwa mereka ada hubungan yang serius. Apalagi Sofia dianggap sebagai janda. Pasti banyak pria yang akan berlomba-lomba untuk mendapatkan hatinya.


Sofia menepis semua rumor itu. Sofia masih mencintai suaminya. Dan suaminya tidak akan pernah tergantikan di hatinya. Dan Sofia pun juga tidak peduli dengan beredarnya gosip murahan tersebut.


Sofia hanya menganggap Rafa hanya sebatas sahabat tidak lebih. Begitupula dengan Rafa, meskipun ada rasa yang tersimpan, Rafa tidak pernah memaksa Sofia untuk membalas perasaannya.


Di restoran tersebut kebetulan Albert juga makan di tempat itu. Albert melihat mereka berdua. Sofia sangat senang melihat sahabat kecilnya itu. Dan Sofia pun mengajak Albert untuk bergabung dengan mereka.


"When did you come from belanda?" Tanya Sofia.


"I am come from belanda yesterday.." Jawab Albert sambil tersenyum dan mengaduk sebuah minuman yang ada di gelas.


"I am fine and you?"


"I am fine thank you."


Mereka sedang asyik berbincang-bincang. Rupanya Sofia juga merindukan sahabatnya yang satu itu. Albert juga memandangi wajah Sofia. Ternyata masih sama seperti yang dulu.


Albert yang baru saja datang dari Belanda tidak mengubah perasaannya terhadap Sofia. Hanya saja Iya berbeda dari Albert yang dulu. Semenjak Sofia menikah, Albert tidak lagi sedekat dulu dengan Sofia. Karena Albert menjaga perasaan suami Sofia. Sebagai sesama laki-laki, pasti mengerti apabila istrinya ada yang mendekati.

__ADS_1


Apalagi sekarang, Albert tidak ingin terlalu dekat dengan Sofia, ditakutkan Sofia akan menjadi perbincangan banyak orang. Albert cukup melindungi Sofia dari jauh saja. Iya. sengaja pergi ke Belanda agar bisa melupakan Sofia. Namun, hasilnya tetap nihil.


Padahal Sofia memiliki perasaan yang biasa saja terhadap mereka. Sofia hanya menganggap mereka hanya sebatas teman, tidak lebih.


Selesai makan siang, mereka pun kembali ke kantor masing-masing. Seperti biasa Rafa selalu mengantar Sofia ke kantornya. Sesampainya di kantor, ada seorang perempuan yang mengamati mereka.


Dia adalah salah satu karyawan yang bekerja di kantor Sofia. Perempuan tersebut adalah fans beratnya Rafa. Iya sangat over protektif terhadap Rafa. Di suatu kesempatan, Iya berusaha mencari perhatian Rafa.


Perempuan itu berjalan di dekat Rafa dan pura-pura pusing, kemudian pura-pura jatuh ke Rafa. Sontak saja Rafa merasa panik dan bingung karena tiba-tiba ada orang jatuh mengenai dirinya.


"Eh, mbaknya kenapa?" Rafa panik sambil memegang mbaknya yang jatuh.


"Saya lagi pusing mas," Kata mbaknya berpura-pura pusing sambil memegangi kepalanya. Rafa pun membantu mbaknya tersebut untuk duduk. Kemudian Rafa mengambilkan air untuk minum.


"Kalau mbaknya sakit kenapa masuk kantor mbak?"


"Kalau saya ga masuk kantor, nanti uang gaji saya akan dipotong 25% sama Ibu Sofia, sementara kebutuhan keluarga saya kan masih banyak mas.. Apalagi saya harus membiayai adik saya sekolah.." Karyawan Sofia tersebut berusaha mencari kesempatan untuk menjelek-jelekkan nama Sofia di depan Rafa.


"Ya kamu ijin lah.. Sofia pasti mengerti keadaan karyawannya kok, Sofia kan bos yang baik. Ga mungkin kalau Dia akan berbuat hal yang demikian." Jelas saja Rafa tidak percaya dengan karyawan tersebut.


Setelah itu, Rafa pun pulang meninggalkan karyawan tersebut. Tentu saja karyawan tersebut merasa kesal. Iya cemberut dan menghentakkan kakinya.

__ADS_1


"Awas saja kamu, Aku akan membuat kamu terpesona sama Aku." Kata perempuan itu dengan kesal.


__ADS_2