
Tidak lama kemudian, Sofia pun menemui orang tersebut. Ternyata orang itu adalah klian Sofia.
"Pak andre? ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya Sofia.
"Oh tidak, saya kesini cuma mau kasih ini." Sambil memberikan sebuah bingkisan. Sofia dengan ragu-ragu menerima bingkisan tersebut. Karena penasaran, Sofia pun bertanya.
"Maaf Pak, atas dasar apa ya? Bapak memberikan ini kepada saya?" Andre pun tersenyum dengan pertanyaan Sofia.
"Ini adalah hadiah dari saya untuk Ibu Sofia. Ini sebagai bentuk dari perusahaan kami karena Ibu sudah profesional untuk kami." Sofia mengiyakan saja daripada bingung.
"Kalau begitu, saya pamit dulu bu.."
"Oh iya silahkan pak," Kata Sofia. Sofia pun kembali ke ruangannya dengan membawa bingkisan tersebut.
Sofia kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya. Dan meletakkan bingkisan tersebut begitu saja. Sebenarnya Sofia tidak terlalu suka dengan hal semacam itu. Tapi karena Sofia ingin menghargai pemberian seseorang, Sofia pun menerimanya meskipun dengan terpaksa.
Sofia kembali melanjutkan pekerjaannya. Tiba-tiba ada orang yang datang lagi. Dengan kesal Sofia pun langsung membuka pintu dan langsung ingin marah. Ternyata yang datang adalah Rafa. Sofia mengurungkan niatnya untuk marah.
"Sofia, tahu enggak? Ide kamu berhasil." Sofia pun berubah ceria seketika. Karena Idenya yang kemarin berhasil. Sofia seolah-olah tidak percaya.
"Yang bener Raf? Kamu serius?"
"Dua rius malah" Sofia sangat senang mendengarnya.
"Jadikan ini sebagai pelajaran. Dan jangan sampai terulang kembali. Ok👌" Sofia selalu mengingatkan Rafa. Dan Rafa pun selalu ingat pesan dari Sofia. Sofia pun tersenyum senang.
Rafa semakin merasa dag dig dug melihat senyum Sofia. Kini Sofia semakin hari semakin ceria. Rafa merasa senang dengan keceriaan Sofia. Sebenarnya Rafa masih punya harapan kepada Sofia. Rafa masih ada rasa cinta dalam hatinya.
__ADS_1
Namun, Rafa tidak berani mengungkapkannya. Sementara Sofia hanya menganggap Rafa sebagai teman tidak lebih. Sofia masih mencintai suaminya dan berharap suaminya masih hidup.
Sampai kapanpun Sofia tetap mencintai Arsya. Cinta Sofia terhadap suaminya tidak akan pernah mati. Meskipun Arsya sudah dianggap tidak ada dan jasadnya sudah ditemukan, Sofia tetap berharap bahwa suaminya masih hidup dan akan kembali suatu saat nanti.
Hanya saja Sofia tidak mau mengungkapkan karena takut kalau orang sekitar akan menganggapnya gila. Lebih baik Sofia diam saja. Rafa pun melihat sebuah bingkisan di meja kerjanya Sofia.
"Dari siapa?" Tanya Rafa sambil menunjuk bingkisan tersebut.
"Oh ini, dari klien. Tapi Aku ga terlalu menyukainya." Jawab Sofia.
"Kenapa?"
"Ya enggak suka saja. Karena menurut Aku, ini terlalu berlebihan." Jawab Sofia. Rafa pun merasa lega karena Sofia tidak menyukainya. Rafa hampir merasa jealous karena seperti ada saingan.
Rafa pun mengajak Sofia untuk makan siang lagi. Sudah pasti Sofia tidak menolak. Sofia pun pergi makan siang bersama Rafa. Rafa mengucapakan banyak terimakasih kepada Sofia karena telah membantunya dan menyelamatkan perusahaannya.
Sofa mendapat telfon bahwa di kantor sedang ada masalah. Sofia pun segera kembali ke kantor. Ternyata memang benar, ada orang yang buat gaduh. Sofia pun mencoba untuk menemui orang itu.
"Ada apa ini?" Orang tersebut langsung menoleh ke arah Sofia. Dan langsung berjalan mengitari Sofia.
"Ini dia orangnya, Dia telah merebut suami saya." Sofia pun menjadi tidak mengerti apa maksud dari orang itu. Mana ada Sofia merebut suaminya, kenal saja tidak.
"Eh bu, jangan asal bicara ya.. kapan saya merebut suami Ibu? Melihatnya saja saya tidak pernah." Kata Sofia. Lalu orang itu menunjukkan sebuah bingkisan tadi yang diberikan oleh Andre. Sekarang Sofia pun mengerti. Sofia langsung masuk ke dalam ruangannya. Dan mengambil bingkisan tersebut.
"Ini yang Ibu maksud? Nih ambil. Belum saya buka kok bingkisannya. Asal Ibu tahu ya, bingkisan itu pak andre sendiri yang ngasih. Saya tidak pernah meminta. Kalau mau marah, marahin saja suamimu." Kata Sofia dengan kesal. Perempuan tersebut melihat bingkisan itu. Dan menatap Sofia dengan tajam.
Perempuan tersebut langsung mendekati Sofia dan spontan langsung menambah rambut Sofia. Sofia merasa kesakitan saat rambutnya dijambak dengan kasar. Rafa yang melihat itu, berusaha melerai mereka.
__ADS_1
Kini Sofia dan perempuan itu menjadi tontonan banyak orang. Bahkan ada yang video kejadian itu, sekertaris Sofia langsung bertindak dan mengambil HP karyawan yang rekam hal itu. Dengan beraninya, sekertaris itu langsung membanting HPnya.
"Jaga etika kamu, jangan sampai karena perbuatanmu. Timbul fitnah baru." Karyawan perempuan itu langsung menundukkan kepala.
Sekertaris Sofia itu, sudah bertahun-tahun bekerja di perusahaan Sofia. Dan dia sudah paham bagaimana Sofia. Dia terus saja membela Sofia ketika ada gosip yang menyerang Sofia.
Meskipun karyawan yang baru banyak yang tidak suka dengan Sofia, namun Sofia tetap saja berlaku baik kepada mereka. Sofia tetap memperlakukan mereka dengan sebaik mungkin.
perempuan tersebut berhasil dijauhkan dari Sofia. Dan Sofia pun masih merasa kesakitan. Sampai-sampai, rambut Sofia rontok. Sofia kaget melihat rambutnya rontok. Dan Sofia pun langsung masuk ke dalam ruangannya.
Sofia duduk dengan lemas. Sofia semakin tidak mengerti dengan semuanya. Kenapa nasibnya seperti ini setelah menjadi janda. Tidak jauh dari gosip buruk dari orang lain.
Sofia selama ini hanya pura-pura tuli dengan gosip murahan itu. Sofia mencoba fokus dengan pekerjaannya. Namun, sekarang karyawannya sendiri kadang yang cari masalah.
Kali ini Sofia langsung pulang cepat dan malas ngantor. Semua urusan hari ini Sofia serahkan kepada Sekertaris. Sekertaris Sofia mengerti keadaan sekarang. Sekertaris Sofia siap melaksanakan tugasnya.
Rafa mengantar Sofia pulang. Karena Rafa tahu perasaan Sofia lagi ga karuan sekarang. Rafa tidak mungkin membiarkan Sofia mengemudi mobil sendiri.
Sofia sama sekali tidak bergeming satu katapun pandangan Sofia kosong. Entah apa yang sedang dipikirkan olehnya. Rafa yang melihat Sofia menjadi iba. Kenapa begitu banyak cobaan yang menimpa dirinya.
"Sofia, kamu sabar ya.."Kata Rafa yang memang tidak tahu lagi harus berkata apa. Sofia tetap saja tidak menjawab.
Setelah sampai di rumah, Sofia langsung istirahat. Sementara Rafa tidak mengganggunya. Rafa malah gemas dengan baby A. Rafa pun mengajak main baby A. Agar Aarav tidak mengganggu mamanya yang sedang istirahat.
Baby A kelihatan sangat senang dengan kedatangan Rafa. Sepertinya baby A merasa nyaman sekali berada di pelukan Rafa.
Baby A sangat anteng ketika bersama Rafa. Sofia bukannya istirahat, tetapi malah memandangi foto suaminya. Sofia menangis dan memeluk foto tersebut. Semenjak kepergian Arsya, Sofia menjadi sangat rapuh.
__ADS_1