
Arsya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sofia menjadi sibuk memberikan ASI untuk baby A. Arsya juga ikut menenangkan baby A, agar lekas tidur.
***
Di kantor, Arsya termenung sejenak. Dia masih tidak habis pikir dengan tantenya sendiri yaitu Mirna. Mengapa tantenya bisa setega itu terhadap keluarganya. Sebenarnya, apa kesalahan Sofia sehingga Mirna begitu membenci istrinya. Sepertinya Mirna memang ada dendam dengan Sofia.
Tapi, sekarang kan Mirna sudah ada di dalam sel. Sekarang tidak ada lagi yang mau memfitnah Sofia. Untuk menebus kesalahan Arsya kepada istrinya, Arsya berencana untuk memberikan sebuah kejutan terhadap istrinya. Arsya ingin mengajak Sofia makan malam.
Arsya menyewa sebuah tempat yang romantis dan di dekor sebagus mungkin. Arsya ingin menikmati makan malam bersama istrinya. Arsya berharap istrinya menyukainya.Arsya juga membelikan sebuah gaun di butik ternama untuk istrinya.
"Sayang, nanti malam kamu siap-siap ya? Aku ada kejutan untuk kamu." Sofia membelalakkan matanya dan bertanya penasaran.
"Kejutan apa Mas?" Arsya tersenyum dan tidak memberitahu Sofia.
"Kalau dikasih tahu sekarang namanya bukan kejutan. Ya.. pokoknya ada deh." Sofia pun manyun karena suaminya merahasiakannya. Arsya hanya tersenyum gemas karena melihat istrinya manyun seperti itu.
Arsya juga memberikan gaun yang iya beli barusan di butik. Sofia membuka gaun itu dan seketika mata Sofia menjadi bulat besar dan ternganga.
"Ini buat Aku mas?" Sofia masih tidak percaya dengan apa yang Iya lihat.
"Kamu suka?" Tanya Arsya
"Gaun ini sangat indah mas, gaun seperti ini memang yang Aku ingin dari dulu. Terimakasih mas.." Arsya menutup bibir Sofia ketika mengucapkan terimakasih. Arsya mengatakan tidak perlu berterimakasih, karena sudah kewajiban suami untuk menyenangkan hati istri.
__ADS_1
Arsya sangat senang ternyata istrinya menyukai gaun yang dia beli. Arsya juga menyuruh Sofia untuk berhias secantik mungkin. Sofia tersenyum sumringah dengan perhatian suaminya.
Sofia bersyukur karena Tuhan telah mengembalikan suaminya seperti biasanya. Dan Sofia sadar, setiap hubungan pasti ada lika-likunya. Setiap hubungan yang langgeng dan romantis pasti di dalamnya ada sebuah kesalahpahaman. Salah paham atau perseteruan dalam rumah tangga, bukan untuk menghancurkan rumah tangga. Tetapi untuk mempererat sebuah hubungan.
Ibaratkan sebuah angin yang membuat pohon bergoyang. Angin bukan untuk menumbangkan pohon, melainkan untuk memperkuat akar pohon. Arsya juga sangat bersyukur karena istrinya tetap menerima dirinya apa adanya. Meskipun sudah disakiti, Sofia tetap memaafkannya.
Istri seperti Sofia memang tidak ada duanya. Arsya tidak pernah ada henti-hentinya mengatakan dirinya adalah laki-laki yang bodoh. Karena hampir saja membuang belian yang begitu berharga.
Malam pun telah tiba dan waktu menunjukkan pukul 7. Arsya menunggu Sofia di bawah. Sementara Sofia masih merias dirinya secantik mungkin. Sofia ingin tampil secantik mungkin di depan suaminya.
Sofia mengenakan gaun yang dibelikan oleh suaminya. Gaun yang panjangnya selutut, dengan warna kuning keemasan. Cocok dengan kulit Sofia yang putih. Dan dengan rambut separuh diikat ke belakang bakal seorang putri. Dan Menggunakan anting yang jatuh. Dengan lipstik berwarna pink fanta.
Sofia pun telah selesai merias dirinya. Dan segera menuruni tangga. Arsya yang menunggu dengan menghadap ke arah yang membelakangi Sofia, berbalik badan karena Sofia memanggil.
Arsya menyuruh Sofia untuk memegang lengannya. Bak seperti seorang pangeran dan putri. Mereka berjalan menuju mobil. Arsya membukakan pintu mobilnya untuk Sofia.
Setelah sampai di tempat tujuan, Arsya menutup mata Sofia dengan kain. Sofia menjadi penasaran sebenarnya apa yang telah direncanakan oleh Arsya. Arsya menuntun Sofia berjalan ke tempat yang telah di tentukan. Setelah sampai, Arsya membuka kain yang menutupi mata Sofia.
Sofia perlahan membuka matanya. Sofia terkejut dengan pemandangan yang ada di hadapannya. Sofia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Sofia tidak bisa berkata apa-apa. Karena hiasan yang ada di tempat itu sangatlah indah.
"Ini kamu yang siapkan semuanya mas?" Kata Sofia dengan perasaan penuh haru. Arsya mengangguk. Dan mencium kening istrinya.
"Aku siapkan ini untuk kamu." Kata Arsya kepada Sofia.
__ADS_1
"Sayang, Aku minta maaf karena Aku sudah menyakiti kamu. Dan ini sebagai permintaan maaf Aku ke kamu. Aku ingin membuat kamu bahagia." Kata Arsya dengan tulus. Sofia hanya bisa tersenyum. Sofia benar-benar merasa bahagia.
"Mas, jujur Aku bahagia. Aku suka. Tapi mas, tidak perlu seperti ini untuk membuat Aku bahagia. Yang penting bagi Aku, kita saling setia, saling percaya. Itu sudah cukup buat Aku." Arsya benar-benar sangat salut terhadap istrinya. Karena istrinya tidak tergiur dengan kemegahan.
Arsya menikmati makan malam bersama Sofia. Bahkan Arsya menyuapi Sofia dan Sofia merasakan kebahagiaan yang tidak terkira saat itu. Sofia kemudian meminta ijin kepada suaminya untuk besok akan mengunjungi tante Mirna di kantor polisi.
Di momen yang indah ini, Arsya melarang Sofia untuk membahas tentang tantenya. Sofia kemudian mengingatkan suaminya bahwa dirinya tidak boleh berbicara seperti itu. Bagaimana pun Dia adalah tantenya yang sudah pasti masih orang tuanya.
Sofia tidak ingin Arsya membencinya. Sejelek apa pun Tante Mirna adalah bibi kandungnya. Mengingat Mirna yang tidak punya siapa-siapa, dan hanya hidup sebatang kara. Apalagi sekarang nasibnya di penjara.
Arsya menjadi semakin kagum dengan istrinya. Entah sebenarnya hati Sofia terbuat dari apa. Sofia sama sekali tidak memiliki dendam terhadap orang yang sudah berbuat jahat kepada dirinya. Ini adalah salah satu yang membuat Arsya suka terhadap dirinya.
Arsya pun mengizinkan Sofia untuk menjenguk Tantenya di penjara. Tentu Sofia sangat berterimakasih kepada suaminya. Sofia pun menikmati makan malam yang romantis dengan suaminya.
Momen kebahagiaan mereka akhirnya kembali seperti semula. Sofia tiada henti-hentinya untuk selalu mengucapkan syukur kepada yang maha Kuasa.
Keesokan harinya, Sofia sudah menyiapkan makanan untuk Mirna. Sofia berharap Mirna menyukai masakannya. Arsya mengantarkan istrinya sampai ke kantor polisi. Tetapi Arsya tidak bisa menemaninya hingga ke dalam. Karena ada pertemuan dengan klian.
Sofia mengerti dan tidak memaksa suaminya untuk menemaninya ke dalam. Sebelum berangkat ke kantor, Arsya seperti biasa mencium kening istrinya. Dan Sofia pun mengingatkan untuk selalu berhati-hati.
Sofia melambaikan tangan kepada kepada suaminya. Dan Sofia pun segera masuk. Mirna keluar dari sel yang dijaga oleh polisi. Mirna melihat Sofia yang menunggunya.
Sofia tersenyum melihat Mirna. Dan Sofia juga menanyakan keadaannya. Sayangnya Mirna hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Sofia. Sofia juga mengambil tangan Mirna tanpa ijin lalu menciumnya. Mirna hanya heran melihat Sofia.
__ADS_1