
Sofia memerintahkan sekertaris nya untuk mencari tahu siapa sebenarnya Febri itu.Tanpa banyak tanya sekertaris nya siapa melaksanakan perintah.
Setelah Sofia mendapatkan semua informasi tentang si Febri, Sofia terkejut. Dan Sofia semakin yakin kalau Febri itu adalah Albert.
"Pantas saja, Dia tidak mengenaliku. ternyata Dia hilang ingatan." Gumam Sofia.
...*****...
Sekarang adalah hari minggu, dan saatnya untuk refreshing sejenak untuk menyegarkan otak akibat pekerjaan.
Sofia menghabiskan waktunya untuk joging. Lagi-lagi Sofia teringat Albert, Sofia mengingat sebuah kenangan bersama Albert ketika masih SMA. Dulu waktu masih SMA jika hari. minggu begini Sofia dan Albert selalu joging bersama.
Kini waktu kebersamaan itu telah tiada lagi. Sofia sangat merindukan momen tersebut. Sofia menghela nafas pelan.
"Kenapa sih Al, setelah Aku membalas perasaanmu, kamu malah tidak mengenaliku. Entah sampai kapan kamu akan begini."
Sofia menjadi sedih setelah semuanya menimpa Albert. Sofia tidak menyangka bahwa semuanya akan seperti ini. Apakah masih ada harapan untuk bersama Albert.
Dengan menghapus air matanya, Sofia pun mulia joging. Iya tidak ingin ingat-ingat lagi tentang ini. Sofia joging di taman dekat rumahnya.
__ADS_1
Ketika Sofia sedang asyik untuk joging, Sofia tidak sengaja berpapasan dengan Albert yang juga sedang joging. Sofia tidak sengaja menabrak Albert.
"Sorry, Sorry mas." Kata Sofia tidak sengaja.
"Iya ga apa-apa mbak." Kata Albert.
Mereka pun terkejut dan saling pandang. Albert tiba-tiba merasa kepalanya sakit ketika melihat cincin yang dipakai Sofia.
Kemudian Albert pun pingsan, dan Sofia sangat panik. Sofia membawa Albert ke klinik terdekat sambil menunggu Albert siuman. Tak lama kemudian Albert pun sadar.
"Kamu ga apa-apa kan?" Tanya Sofia.
"Kamu sedang ada klinik dekat taman, tadi kamu tiba-tiba pingsan." Jawab Sofia.
Sofia pun membantu merapat Albert. Dan tidak lupa Albert mengucapkan terimakasih. Albert merasa nyaman ketika berada di dekat Sofia.
Sakit kepala Albert, menandakan Albert mengingat sesuatu. Dan Albert pun merasa bahwa Iya pernah memberikan cincin kepada seseorang perempuan. Tapi wajah perempuan yanga ada di ingatannya sangatlah tidak jelas.
Semakin Albert berusaha untuk mengingat, semakin Iya merasakan sakit di kepalanya. Sampai-Sampai Albert hampir putus asa.
__ADS_1
Sofia sangat senang, ketika melihat cincin tersebut Albert merasa sakit kepala. Itu artinya Albert mengingat sesuatu secara perlahan. Sofia sangat berharap jika Albert bisa mengingat dirinya kembali.
Lalu seorang perempuan berbadan seksi, berkulit putih, tinggi, datang menemui Albert.
Dan perempuan itu dengan tidak sengaja menyenggol Sofia. Perempuan itu kemudian merebut untuk merapat Albert.
"Sayang, kamu ga apa-apa kan?" Tanya perempuan itu.
"Aku ga apa-apa kok marsha," Kata Albert sambil memegang pundak marsha untuk penahanan.
"Kamu kok bisa disini sih?" Tanya perempuan yang bernama marsha itu.
"Iya, tadi Aku pingsan. Dan untung saja ada Ibu Sofia yang nolongin Aku." Jawab Albert.
"Ya, ampun.. Oh iya terimakasih ya, kamu sudah nolongin tunangan saya." Kata Marsha kepada Sofia.
"Iya, Sama-sama." Jawab Sofia.
Sofia hanya mengangguk dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Sofia menelan saliva nya sendiri, mendengar bahwa Albert sudah punya tunangan.
__ADS_1
Sofia merasa sedih, ternyata selama ini yang ditunggu-tunggu sudah punya orang lain. Selama ini Sofia berharap bisa bersama Albert. Namun harapan itu sia-sia belaka. Lalu apa gunanya Iya mempertahankan cincin ini.