PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 20


__ADS_3

"Dan satu lagi kak, Aku tertawa itu karena kata-kata kakak lebay. Lebay nya itu tidak ngalahin anak ABG yang baru kenal cinta monyet kak.." Kata Sofia menjelaskan penyebab Iya tertawa.


Radit tidak menjawab perkataan dari sofia. Kemudian sofia pun menutup telfonnya segera. Entah apa yang membuat Radit berpaling dengan sekejap.


...*******...


Kini saatnya ketiga sahabat tersebut untuk berangkat ke luar negeri, namun Sofia tiba-tiba menjadi sedih. Sofia sedih bukan karena Radit yang mengkhianatinya, melainkan harus berpisah dengan Albert dan Silvi.


Hari terakhir kebersamaan mereka, mereka membuat acara perpisahan sendiri. karena besok harus berangkat ke negara masing-masing, untuk menimba ilmu.


Sofia sangat terlihat murung, kemudian Albert dan Silvi menghampirinya. Dan bertanya penyebab yang membuatnya murung.


"Sofia, kamu kenapa? kok murung gitu." Tanya Albert.


"Iya Sofia, kamu kenapa?" Lanjut Silvi.

__ADS_1


"Aku sedih jika harus berpisah dengan kalian, andai saja kuliah kita di negara yang berbeda. Aku tidak yakin, jika Aku bisa mendapatkan teman yang sebaik kalian di sana nantinya." Jawab Sofia dengan mata berkaca-kaca.


Kemudian, Albert memeluk Sofia. Entah Sofia merasa nyaman jika Albert di dekatnya. Pelukan itu diikuti oleh Silvi. Mereka pun saling berpelukan


"Sofia, jangan sedih. Kita hanya berpisah cuma sebentar bukan selamanya." Kata Silvi menghibur.


Sofia mengangguk, lalu Albert tidak kehabisan ide untuk menghibur Sofia. Sofia pun tersenyum melihat kelakuan Albert yang lucu. Dan Sofia menghapus air matanya.


Hari sudah mulai larut malam, Silvi pulang terlebih dahulu. Tinggal Sofia dan Albert, Albert menatap Sofia dan Sofia pun juga menatap Albert.


Albert memberikan sebuah cincin plastik untuk Sofia. Saat itu Albert mengutarakan perasaannya. Albert berharap perasaannya dapat terbalaskan.


"Aku apa Albert?" Tanya Sofia penasaran.


"Sofia, cincin ini untuk kamu. jika kamu memakai cincin ini, itu artinya kamu telah membalas perasaanku. Tapi jika tidak, Aku tidak akan berharap lagi." Jawab Albert.

__ADS_1


Kemudian Sofia mengambil cincinnya. Dan Albert pun tidak menyuruhnya untuk memakai sekarang.


"Sofia, kamu tidak harus memakainya sekarang. Kelak jika kita dipertemukan kembali, dan Aku melihat kamu sudah pakai cincin itu, artinya kamu telah membalas perasaanku. Dan Kamu hanya memilih Aku." Kata Albert dengan tersenyum.


Sofia juga tersenyum, entah apa yang dirasakan oleh Sofia saat ini. Perasaan Sofia semakin tidak karuan. Dengan menarik nafas panjang, Sofia pun menjawab perkataan Albert.


"Albert, Aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Jawabannya nanti setelah kita pulang lagi ke Indonesia." Kata Sofia.


"Baik Sofia, Aku selalu menunggu jawabanmu" Jawab Albert.


...******...


Hari keberangkatan ke luar negeri pun telah tiba. Sofia, Albert dan Silvi semuanya telah siap. Sebelum berangkat, Sofia tidak lupa menatap cincin yang diberikan Albert. Sofia juga membawa cincin itu.


Mereka bertemu di bandara, dan berpisah di bandara tersebut. Demi sebuah cita-cita ketiga sahabat ini rela berpisah. Tidak terasa air mata mereka menetes. Karena bagi mereka berat rasanya jika harus berpisah.

__ADS_1


Setelah berada di luar negeri, mereka dengan semangat belajar. Bahkan Sofia pun selalu belajar dengan tekun. Dan tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Sofia terus mengingat cincin pemberian Albert.


Satu tahun telah berlalu, Mereka kini sudah semester dua. Sofia pun akhirnya memakai cincin tersebut. Berharap suatu saat dipertemukan kembali dengan Albert.


__ADS_2