PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 50


__ADS_3

"Maaf Radit, saya tidak bisa kembali sama kamu. Saya permisi." Sofia berlalu meninggalkan ruang meeting tanpa menghiraukan Radit.


Radit mengejar Sofia, tapi Sofia tidak pernah menghiraukan Radit. Radit terus saja mengejarnya. Hingga sampai di depan ruangannya Sofia. Radit menarik lengan Sofia.


"Sofia, tunggu." Sofia melepaskan tangan Radit.


"Lepas Radit. Mau kamu itu apa sih?" Kata Sofia merasa jengkel.


"Sofia, Aku mau kita memperbaiki hubungan kita seperti dulu." Sofia menghela nafas kasar karena kesal.


"Sudah berapa kali Aku bilang, kita itu cuma rekan kerja sekarang. Radit asal kamu tahu saya itu menerima kontrak kerjasama dengan kamu, itu semata-mata bukan karena suatu keuntungan yang didapat. Tapi karena Aku merasa kasihan dengan karyawan kamu. Mereka menopang hidup dengan gaji


mereka." Sofia berbicara tegas kepada Radit.

__ADS_1


"Maksud kamu?" Radit tidak mengerti ucapan Sofia. Sofia tersenyum sinis mendengar pertanyaan Radit.


"Radit, jangan kamu pikir Aku tidak tahu. Kamu, mengajukan kontrak kerjasama ke perusahaan Aku, itu karena perusahaan kamu lagi bermasalah kan? Dan masalahnya di keuangan." Sofia mengangkat alisnya yang sebelah. Karena Sofia mengetahui semua permasalahan yang ada di kantor Radit.


"Kalau kamu, masih ingin kerjasama dengan Aku, lebih baik jaga sikap kamu. Paham!" Kata Sofia dengan tegas. Lalu Sofia pun masuk ke ruangannya dan tidak menghiraukan Radit.


Radit tertegun dengan ucapan Sofia. Radit tidak menyangka bahwa Sofia akan secerdas itu. Dan Radit juga kembali ke kantornya. Tapi Radit tidak putus asa begitu saja. Radit tetap mencari celah agar mendapatkan Sofia.


Radit berfikir sepertinya Sofia memang sudah benar-benar mati rasa padanya. Namun, Radit tetap saja mencari cara agar dapat mengambil hati Sofia kembali.


Kali ini Sofia benar-benar merasa bete dengan Radit. Sofia tidak mengerti sebenarnya apa mau Radit itu. Sofia sambil menyandarkan kepalanya Di kursi kerjanya.


Tiba-tiba Arsya datang dan langsung masuk ke ruangan kerja Sofia. Sofia pun merasa senang, seketika rasa bete itu hilang. Karena kekasihnya telah menjadi obat. Arsya memberikan sebuah kejutan untuk Sofia.

__ADS_1


"Tutup mata!" Perintah Arsya kepada Sofia, dan Sofia tidak mengerti mengapa Arsya menyuruhnya untuk menutup matanya. Tanpa banyak tanya, Sofia mengikuti perintah Arsya.


"Jangan ngintip ya.." Sambil mempersiapkan kejutannya.


"Emang apaan sih mas?" Sofia bertanya penasaran. Namun sambil menutup matanya.


"Sekarang, coba buka!" Sofia membuka matanya secara perlahan-lahan. Dan Sofia terbelalak melihat sebuah kejutan yang Arsya berikan berikan kepadanya.


"Ini kan, mahal harganya mas.." Sofia sambil memegang kalung itu. Sebuah kalung yang terbuat dari berlian asli, yang harganya bisa dikatakan selangit itu membuat Sofia mengembalikan kalung itu lagi ke tempatnya.


"Kalung ini sangat mahal mas, Aku tidak pantas untuk memakainya." Kata-kata Sofia membuat Arsya tersenyum. Sungguh Perempuan yang mempunyai etika yang sangat tinggi.


"Kamu pantas mendapatkan ini sayang, kamu sangat pantas untuk memakainya. Bukan karena harga dan bentuk kalungnya tapi karena kebaikan dan akhlak kamu yang membuat kamu pantas." Arsya pun mengambil kalung itu, dan memakaikannya di leher Sofia. Sofia hanya diam saja ketika Arsya memakaikan kalung itu. Sofia menjadi sangat terharu saat itu.

__ADS_1


"Terimakasih Mas," Tidak ada kata-kata lain selain terimakasih yang keluar dari mulut Sofia.


__ADS_2