PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 45


__ADS_3

Dan tentang perasaannya terhadap Albert sudah Sofia kubur dalam-dalam. Dan Sofia hanya menganggap Albert sebatas sahabat. Namun perasaan sayang terhadap sahabatnya itu sangatlah besar. Iya sudah ikhlas melepaskan Albert untuk orang lain.


"Sofia, kenapa kamu melakukan ini? Maafin Aku Sofia.." Pak Arsya menyesali dirinya karena tidak bisa menyelamatkannya. Pak Arsya merasa tidak sanggup melihat keadaan Sofia sekarang.


...*******...


Sudah satu minggu Sofia koma di rumah sakit. Arsya dengan setia nungguin Sofia yang terbaring lemah. Akhirnya Sofia pun mulai menggerakkan jarinya. Arsya melihat gerakan jari Sofia. Arsya pun memanggil dokter, dan dokter segera datang untuk memeriksa keadaan Sofia.


Dokter mengatakan kalau mulai ada perkembangan dari Sofia. Dan sebentar lagi Sofia akan siuman dari komanya. Benar apa kata Dokter, Sofia sadar dari komanya.


"Sofia, mana yang sakit?" Arsya dengan girang melihat Sofia sadar. Dan Sofia belum bisa merespon panggilan Arsya. Sofia masih melihat sekeliling ruangan yang terlihat sangat aneh.


"Aku dimana?" Tanya Sofia yang masih terasa lemas. Dan Sofia merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Dan badannya juga masih terasa lemas, seolah-olah tidak ada tenaga.

__ADS_1


"Sofia, jangan banyak gerak dulu." Arsya memegang tangan Sofia, dan melarang Sofia untuk banyak bergerak.


Sofia menatap Arsya lekat-lekat, entah apa yang dirasakan oleh Sofia. Sementara Arsya malah duduk di samping Sofia. Tangan kanan Arsya memegang tangan Sofia dan tangan kirinya berada di samping kiri kepala Sofia.


"Saya dimana pak?" Sofia sekali lagi bertanya tentang keberadaannya sekarang. Dan Arsya pun menjelaskan kalau dirinya mengalami koma selama satu minggu.


Sofia pun ingat kejadian yang menimpa dirinya itu. Kemudian Sofia teringat sahabatnya itu si Albert, bagaimanapun Albert adalah sahabatnya dari SMP. Sofia tidak rela jika Albert dipermainkan oleh Marsha.


Kemudian Sofia kembali menatap Arsya lekat-lekat. Dan juga khawatir dengan keadaan Arsya.


"Sofia, Aku baik-baik saja. Sekarang jangan mikirin apa-apa dulu ya.." Arsya menjawab pertanyaan Sofia dan melarangnya untuk memikirkan hal-hal yang tidak penting.


Arsya memandangi Sofia lekat-lekat. Dan Arsya pun tidak menyangka kalau perasaannya sudah terbalaskan. Arsya juga tidak menyangka pengorbanan Sofia yang besar untuk dirinya. Tetapi Sofia yang terkesan polos, tidak tahu kalau sebenarnya Arsya menyukainya sejak pertama kali Arsya melihatnya.

__ADS_1


***


Makin hari keadaan Sofia makin membaik. Selama Iya berada di rumah sakit Arsya yang selalu menemaninya. Dan kesehatan Sofia juga semakin pulih. Dua minggu berada di rumah sakit, Sofia merasa bosan dan ingin pulang.


Dan kabar baik datang dari dokter, ternyata Sofia sudah diperbolehkan pulang. Sofia merasa senang akhirnya Iya bisa pulang. Arsya pun datang dan melihat Sofia senyum-senyum sendiri.


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" Arsya bertanya heran.


"Ga apa-apa pak, cuma lagi senang saja. karena Aku udah boleh pulang hari ini." Sofia menjelaskan dan sambil senyum-senyum bahagia.


"Oh iya, bagus dong. Berati hukumannya tetap berjalan. Masakin yang enak." Arsya tidak lupa dengan itu. Dan Sofia pun tersenyum dan berkata siap.


Dan Sofia pun siap-siap untuk pulang. Arsya mengantarkan Sofia pulang. Dan juga membantu Sofia memapahnya berjalan.

__ADS_1


"Terimakasih ya pak, Bapak sudah mau bantuin saya." Ujar Sofia kepada Arsya sambil memberi senyum.


__ADS_2