
"Maaf, anda siapa ya? Saya tidak mengenali Anda. Anda tahu darimana nama saya?" Sofia langsung heran. Mengapa Arsya tidak mengenalinya. Arsya pun langsung pergi begitu saja. Sofia yang ingin mengejarnya, langsung ditahan oleh Rafa.
"Sofia, Sofia jangan dikejar." Rafa menarik tangan Sofia namun Sofia tetap saja ingin mengejar Arsya.
"Tapi dia itu mas Arsya, Rafa. Dia suami Aku, dia masih hidup." Rafa menggelengkan kepalanya. Dan menolak kebenaran Sofia.
"Sofia, Dia bukan Arsya. Dia hanya mirip saja." Rafa meyakinkan Sofia bahwa dia bukanlah Rafa. Namun, Sofia masih tetap pada keyakinannya.
"Ga mungkin dia bukan Arsya, di dunia ini tidak ada orang yang benar-benar mirip kecuali dia kembar. Yang kembar saja masih punya perbedaan." Rafa hanya bisa menatap Sofia saja. Lalu Rafa menegur Sofia dengan sedikit membentak.
"Sofia sadar! Arsya itu sudah meninggal. Kamu sudah menyaksikan sendiri pemakamannya. Dia hanya mirip saja." Rafa sambil mengguncang-guncang pundak Sofia.
"Stop bilang Arsya meninggal! Arsya masih hidup. Bisa jadi yang kemaren dimakamkan itu bukanlah jasad Arsya. Melainkan orang lain." Rafa hanya menggelengkan kepala. Rafa tidak tahu lagi bagaimana caranya meyakinkan Sofia.
Sofia hanya memandangi Arsya yang sudah semakin jauh. Rafa menatap Sofia kasian. Kemudian Rafa pun merangkul Sofia dan menguatkannya. Rafa menganggap bahwa Sofia mengalami guncangan batin.
"Rafa, kamu percaya sama Aku kan? Mas Arsya masih hidup. Tolong percaya sama Aku." Kata Sofia sambil menangis. Rafa kemudian membawa Sofia untuk balik ke hotel. Rafa dengan lembut menyeka air mata Sofia.
Sebelum sampai di hotel, Rafa terlebih dahului mengajak Sofia ke pantai yonaha maehama salah satu pantai yang ada di kota Tokyo. Rafa membawa Sofia ke tempat itu, supaya Sofia tidak lagi galau dan memikirkan Arsya.
Sofia pertama kali melihat pantai itu terasa nyaman. Sofia pun melihat sekeliling pantai dan semuanya terlihat indah. Rafa pun meminta Sofia agar untuk memejamkan matanya sejenak.
Rafa mengajak Sofia untuk bermeditasi. Sofia pun menurut saja apa yang dibilang Rafa. Rafa menyuruh Sofia untuk menarik nafas panjang lalu membuangnya. Dan menyuruh Sofia untuk membuang semua beban hatinya.
Setelah beberapa menit, Sofia pun membuka matanya. Dan Rafa pun tersenyum. Sofia merasa lebih tenang setelah melakukan meditasi.
__ADS_1
"Bagaimana? sudah lega belum?" Sofia pun mengangguk dan tersenyum. Rafa pun senang melihat Sofia bisa ceria. Dan Rafa pun mengajak Sofia untuk kembali ke hotel.
Masuk ke hotel, Sofia tidak sengaja melihat Arsya masuk. Dan Sofia terkejut ternyata kamar Arsya juga bersebelahan dengan kamar Sofia. Sofia pun langsung menghampiri kamar Arsya dan mengetuknya.
Arsya pun membuka pintunya. Dan langsung saja Sofia memeluknya lagi. Sofia menangis lagi karena memang benar-benar rindu terhadap suaminya. Jelas saja Arsya menolaknya. Karena Arsya memang tidak ingat siapa Sofia.
"Sebenarnya kamu siapa sih? Aku tidak mengenalimu." Sofia pun menatap Arsya lekat-lekat. Arsya dan Sofia saling pandang.
"Aku istri kamu mas, Ayo pulang mas.. anak kita juga sudah rindu sama kamu." Arsya semakin tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Sofia. Kemudian Arsya pun menyuruh Sofia untuk keluar dari kamarnya. Sofia tetap tidak ingin pergi. Hingga pada akhirnya Arsya terpaksa menyeret Sofia keluar.
Sofia pun terjatuh dan tersungkur ke lantai. Rafa pun melihat kejadian itu dan langsung berlari menghampiri Sofia. Dan dengan segera membantu Sofia untuk berdiri.
"Sudah Aku bilang, Aku bukan suamimu." Rafa pun melihat ke arah Arsya. Dan langsung memarahi Arsya.
Rafa pun membawa Sofia kembali ke kamarnya. Dan Rafa juga mengobati lutut Sofia yang memar akibat jatuh barusan. Sofia memandangi Rafa dengan tatapan tulus.
"Rafa, kamu percaya sama Aku kan?" Kata Sofia dan Rafa pun menatap Sofia lalu mengangguk.
"Sofia, Aku selalu percaya sama kamu. Namun, cara kamu salah. Bukan begitu caranya jika kamu ingin tahu tentang kebenarannya." Kata Rafa memberi saran. Sofia pun mengernyitkan dahinya karena tidak paham dengan maksud Rafa.
"Maksud kamu apa Rafa?" Tanya Sofia sambil menatap Rafa.
"Kalau kamu ingin tahu dia Arsya atau bukan, kamu harus mencari tahu dulu siapa dia. Dan kamu harus mencari tahu mengapa dia tidak mengenali kamu." Sofia pun mengerti apa yang dimaksud oleh Rafa. Rafa pun keluar dari kamar Sofia dan membiarkan Sofia untuk istirahat.
Rafa pun menghampiri kamar Arsya lalu mengetuknya. Arsya pun membuka pintunya. Dan Arsya pun kaget kenapa orang ini mengganggunya.
__ADS_1
"Mau apa kamu kesini?" Tanya Arsya tidak suka.
"Boleh Aku masuk? Dan berbicara berdua sama kamu? Ini adalah hal penting." Arsya pun mempersilahkan Rafa masuk. Dan mereka pun saling pandang.
"Aku minta maaf, atas nama teman saya tadi. Tolong maklumi Dia, Dia baru saja kehilangan suaminya karena kecelakaan pesawat. Dan suaminya itu mirip sekali dengan kamu." Arsya pun mengangguk mengerti. Mendengar Perkataan Rafa, Arsya menyesal karena telah berbuat kasar kepadanya. Arsya merasa kasihan dengan keadaan Sofia.
Kemudian Rafa pun mencari info tentang Arsya. Rafa memancing kejujuran Arsya. Setelah Arsya menceritakan semuanya, Rafa pun sempat berfikir. Jangan-jangan, Dia memang benar-benar Arsya.
"Pantas dia tidak mengenali Sofia." Kata Rafa dalam hati. Rafa pun dan keluar dari kamar Arsya. Rafa mulai mengatur siasat untuk mencari tahu lagi.
Rafa pun memberitahu Sofia tentang kebenarannya. Sofia ingin membuktikan kalau dia benar-benar Arsya suaminya. Sofia dan Rafa berencana untuk bertemu dengan orang yang sudah menolong Arsya itu.
Malam harinya, Sofia dan Rafa bertemu dengan Arsya. Sebelumnya Sofia meminta maaf karena telah berburuk sangka kepadanya. Arsya pun tersenyum dan memahaminya.
"Setelah Aku baca tentang perusahaan om kamu, Aku jadi tertarik ingin menjalin kerjasama dengan Tifani group." Arsya pun tercengang dan seperti merasa senang.
"Benarkah?" Sofia mengangguk dan membalas senyum Arsya.
"Nanti akan Aku sampaikan kepada om saya. Ini benar-benar hal yang baik." Kata Arsya.
Arsya pun segera menelfon omnya. Dan menyampaikan hal ini. Tentu saja Tifani merasa sangat senang. Dan Tifani akan segera ke Jepang untuk menyusul Arsya.
Sofia dan Rafa pun sangat senang. Harapan Sofia semoga apa yang dia pikirkan menjadi kenyataan. Sofia dan Rafa pun kembali ke kamar mereka masing-masing.
Tidak lupa Sofia melakukan video call dengan Aarav. Sofia kangen dengan baby A. Di samping Sofia, juga ada Rafa. Dan Rafa pun tersenyum kepada baby A. Rafa juga merasakan kangen terhadap Aarav.
__ADS_1