PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 7


__ADS_3

Sofia merindukan sosok Albert yang dulu. Yang selalu bersama Dia. Tiap kali Sofia mendekati Albert, Namun Albert tidak lagi menghiraukannya.


Sepulang dari sekolah, mereka tidak lagi sama-sama. Sofia dan Albert pulang sendiri-sendiri. Meskipun merasa dijauhkan, Sofia tetap memperhatikan sahabatnya itu. Rasa sayang sebagai seorang sahabat tetap ada pada Sofia.


Sofia mendapati Albert ingin menyeberangi jalan. Dan di kejauhan, Sofia melihat ada sebuah truk yang sedang melintas, ingin menabrak Albert. Sofia kaget dan berteriak.


Sofia segera berlari untuk menyelamatkan Albert.


"Albert.... awas!" Teriak Sofia.


"A...." Teriak Albert sambil menyilang kan tangannya untuk melindungi kepalanya.


Dengan sigap Sofia menyeret Albert. Hingga mereka jatuh ke pinggir. Naasnya tangan Sofia yang terbentur trotoar. Dan tangan Sofia mengalami sedikit lecet. Namun rasa sakit itu tidak dirasa oleh Sofia. Karena Iya merasa panik.


"Albert, kamu ga apa-apa kan?" T**anya Sofia panik.


Albert belum merasa kalau itu Sofia yang menyelamatkan dirinya.


"Ga apa-apa mbak.." Jawab Albert yang mengira bahwa itu adalah orang lain.


Lalu Albert menoleh ke arah orang yang menyelamatkannya. Albert kaget ketika melihat Sofia.

__ADS_1


"Sofia.." Sapa Albert.


"Syukur dah, kalau kamu baik-baik saja." Jawab Sofia sambil memegang tangannya yang sakit.


Sofia pun berlalu pergi dengan jalan sedikit pincang sambil memegangi lengannya yang terluka. Akibat menyelamatkan Albert barusan. Dan Albert pun merasa Iba melihat Sofia yang berjalan menahan sakit.


Kemudian Albert mengejar Sofia. Lalu membungkukkan badannya di depan Sofia. Albert pun menyuruh Sofia untuk menaiki punggungnya.


"Ayo naik!" Perintah Albert.


"Tapi Albert?" Kata Sofia ragu.


Tanpa banyak tanya, Sofia pun menaiki punggung Albert. Meskipun sakit tapi Sofia merasa senang. Karena Albert masih peduli dengannya.


Sesampainya di rumah, Albert mengobati luka Sofia. Sofia senyum-senyum sendiri. Sofia merasa senang karena Albert peduli dengannya.


"Kenapa kamu menyelamatkan Aku? Aku kan udah cuek sama kamu!" T**anya Albert.


"Al, kita ini kan sahabat. Sudah seharusnya kita saling menolong!" Jawab Sofia.


"Apa sih mau kamu?" Tanya Albert.

__ADS_1


"Al, mau Aku.. kita tetap sama-sama seperti dulu lagi. Al, Aku memang menyukai orang lain. Tapi, kamu itu spesial di hati Aku!" Jelas Sofia.


Albert pun luluh lagi dengan Sofia. Dan mereka pun baikan. Sekarang mereka bersama-sama lagi seperti dulu. Albert merasa bersalah terhadap Sofia. Iya sudah berprasangka buruk terhadapnya. Ternyata apa yang Iya pikirkan tentang Sofia itu salah.


Di sekolah, Silvi mendapati Sofia dan Albert baikan lagi. Silvi pun ikut senang karena mereka berdua sudah akur kembali.


"Aku senang deh, melihat kalian berdua akur lagi! gitu dong, jangan seperti anak kecil. kita ini sudah dewasa, jangan sedikit-sedikit ngambek, jauh-jauhan, kayak anak kecil aja!"


Kata Silvi menasehati mereka.


"Ah.. Silvi, bisa aja kamu!" Ledek Sofia.


Jam istirahat pun berbunyi. Sofia, Albert dan Silvi sama-sama pergi ke kantin. Mereka asyik ngobrol bareng. Albert yang di temenin 2 cewek cantik sekaligus merasa seperti raja.


Kemudian Radit datang menghampiri Sofia. Albert dan Silvi sudah tahu tentang hubungan mereka. Mau diumpetin bagaimanapun tetap ketahuan juga. Karena tidak ingin jadi obat nyamuk, Albert dan Silvi pun pindah tempat.


"Eh, kalian mau kemana?" Tanya Sofia heran sambil memandangi mereka satu persatu.


"Lanjutin saja, kita ga mau jadi obat


nyamuk." Jawab Silvi.

__ADS_1


__ADS_2