PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 111


__ADS_3

Baby mulai sehat kembali. Sofia pun mulai masuk kantor lagi. Semua karyawan kantor menyapa Sofia sambil menundukkan kepala. Sofia pun mengerjakan apa yang seharusnya Iya kerjakan.


Tiba-tiba handphone milik Sofia berdering. Ternyata itu dari Rafa. Rafa mengingatkan Sofia agar tidak lupa dengan undangannya ke jepang yang hanya tinggal beberapa hari. Sofia hanya tersenyum di seberang telfon.


Kemudian Sofia pun merubah panggilannya ke video Call. Sofia membahas tentang proyek kerjasamanya. Sofia dan Rafa pun serius membahas proyek mereka.


Jam makan siang pun sudah tiba. Seperti biasa Rafa menjemput Sofia untuk makan siang bersama. Ketika Sofia hendak pergi makan siang, seorang perempuan bernama Zoya datang secara tiba-tiba ke kantor Sofia tanpa ijin.


"Zoya, ngapain kamu ke sini? Ini kantor saya, siapa yang memberi kamu ijin untuk masuk kesini." Kata Sofia ngegas. Zoya pun tersenyum sinis.


"Eits, tunggu dulu. Jangan marah-marah gitu dong." Berjalan sambil mengitari Sofia dan melihatnya sinis. Rafa pun ikut kesal dengan sikap Zoya.


"Sebenarnya mau kamu itu apa ****sih****? Kamu itu ga capek gangguin Sofia terus?" Zoya tambah tertawa dengan sikap mereka. Sofia yang malas berdebat pun akhirnya memanggil security.


"Kenapa perempuan ini bisa masuk kesini pak?"


"Maaf Bu, kami sudah mencegahnya. Namun wanita ini memaksa untuk menerobos." Sofia pun tersenyum sinis membalas Zoya.


"Sekarang juga, kalian seret Dia keluar. Saya tidak mau melihat wajah dia di kantor ini." Langsung saja security itu memegangi tangan Zoya. Zoya pun memberontak tidak ingin diseret.


"Lepasin saya! Saya bisa jalan sendiri." Kata Zoya dengan kesal. Zoya pun langsung keluar begitu saja. Sofia hanya menggelengkan kepala.


Sofia dan Rafa pun langsung pergi ke luar untuk makan siang. Zoya memandangi mereka dengan kesal. Tetapi, Zoya tidak berhenti disitu untuk mengacaukan Sofia. Zoya mempunyai rencana baru yang lebih licik untuk bisa menjatuhkan Sofia.


Rafa dan Sofia menikmati makan siang. Rafa pun menatap Sofia yang dengan lahap seperti orang yang sedang lapar.


"Sofia, sikap kamu tadi ke Zoya itu keren loh." Kata Rafa memulai percakapan.

__ADS_1


"Aku lagi malas saja menghadapi Zoya. Sepertinya Zoya memang tidak pernah ada kapoknya sama sekali. Sudahlah orang seperti dia ga perlu diladeni, percuma. Buang-buang energi saja." Kata Sofia sambil melanjutkan makan.


Sofia pun kembali ke kantornya dan diantar oleh Rafa. Sesampainya di kantor, semua orang pada melihat Sofia dengan aneh. Sofia pun merasa dirinya sedang dilihatin oleh banyak orang.


Perasaan Sofia menjadi tidak enak. Sofia mencoba untuk masa bodoh dan Sofia langsung masuk ke ruangannya. Tiba-tiba Sela mengetuk pintu Sofia.


"Iya silahkan masuk Sela." Kata Sofia. Sela pun dengan tergopoh-gopoh berjalan ke arah Sofia. Sofia pun heran.


"Maaf Sofia, sebaiknya kamu lihat ini sekarang deh." Sela menunjukkan HPnya dan memperlihatkan sebuah Video yang tidak menyenangkan kepada Sofia.


"Darimana kamu dapat ini?" Tanya Sofia penasaran.


"Tadi Zoya masuk ke sini lagi lewat pintu belakang kantor. Dia menyebarkan Video ini kesemua karyawan kantor." Kata Sela.


"Pantesan semua orang pada aneh melihat ku." Kata Sofia. Kali ini Sofia benar-benar dibuat kesal oleh Zoya. Karena Zoya telah memfitnahnya. Zoya memfitnah Sofia dan Rafa telah berbuat mesum. Padahal video tersebut hanyalah editan semata.


Sofia pun keluar dari ruangan ingin melabrak Zoya. Namun Sela mencegahnya. Sela menyarankan agar Sofia menghadapinya dengan cara yang cantik.


"Sofia, jangan terpancing emosi dulu. Sekalipun kamu melabrak Zoya, tetap saja dia tidak akan jera. Yang ada Dia malah tambah senang melihat kamu emosi. Dan kamu akan malu sendiri." Kata Sela menasehati Sofia.


"Lalu, Aku harus bagaimana?" Sofia bingung. Sela hanya menghela nafas. Kemudian Sela pun berbisik kepada Sofia. Sofia tersenyum dengan rencana Sela.


"Ide yang sangat bagus. Ok Aku ikutin saran kamu." Sofia pun tersenyum lagi. Sofia pun keluar dari ruangan. Dan tiba-tiba karyawan yang julid mencoba untuk meledek Sofia.


"Wah Enak ya bu, meskipun di rumah sakit Ibu Sofia masih bisa bermesraan." Sofia hanya tersenyum mendengar ledekan karyawannya itu. Dan Sofia pun dengan santainya berjalan mendekatinya.


"Kalau kamu ga tau apa-apa, tolong jangan asal bicara. Kamu yakin video itu benar? Kalau video itu editan bagaimana? Bisa saja kamu dituntut oleh dua orang." Kata Sofia. Kemudian, semua orang yang ada di situ diam semua tidak ada yang berani menjawab.

__ADS_1


Sofia pun keluar sebentar.


Di kantor papanya Zoya, Zoya merasa sangat senang dan happy. Karena Zoya merasa sudah menang. Zoya menari-nari sendiri sehingga orang yang melihat Zoya pun merasa aneh.


Tiba-tiba saja polisi datang dan ingin menangkap Zoya. Jelas saja Zoya merasa heran. Dan bertanya-tanya termasuk papanya.


"Ada apa ini pak?" Tanya papanya Zoya.


"Kami ditugaskan untuk membawa putri bapak ke kantor polisi." Kata Polisi itu sambil menyerahkan surat perintahnya.


"Tunggu pak, memangnya salah saya apa? Bapak jangan sembarangan nangkap orang ya, nanti saya bisa tuntut bapak loh." Kata Zoya kepada Polisi tersebut.


"Sebaiknya Mbak Zoya jelaskan saja di kantor. Pak, bawa Dia." Polisi pun langsung membawa Zoya. Dan Semua karyawan kantor pada melihat Zoya dibawa oleh polisi.


"Eh, tunggu dulu. saya mau dibawa kemana pak? Papa, tolongin Zoya." Zoya merengek dan papanya Zoya tidak bisa berbuat apa-apa.


Sesampainya di kantor polisi, Zoya melihat Sofia dan Sela berdiri di hadapannya. Zoya pun heran dan tidak mengerti mengapa bisa ada Sofia di kantor polisi.


"Ada ini sebenarnya?" Tanya Zoya pura-pura tidak tahu.


"Ga usah berlagak bego kamu Zoya. Apa yang telah kamu lakukan itu sudah keterlaluan. Kamu telah memfitnah saya lewat video editan kamu ini." Zoya pun tersenyum dan mengelak semua perkataan Sofia.


"Memang kenyataannya benar kan, kamu berbuat mesum. Buktinya kan sudah ada." Kata Zoya. Dan membuat Sofia sedikit geram.


"Kamu pikir Aku sebodoh yang kamu kira? Zoya, jelas-jelas video ini editan. Dan kamulah orang yang sudah mengedit nya. Lalu kamu sebarkan ke orang-orang untuk memfitnah Aku, iya kan?" Sofia pun tersenyum puas dan Zoya kembali kesel lagi.


"Kamu mau main game sama saya? Ayok saya ladeni. Sekarang siapa yang menang? Aku bukan? Dan kamu kalah." Sofia pun menertawakan Zoya. Zoya langsung cemberut dan merasa kesal.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, papanya Zoya datang. Dan Zoya pun langsung merengek minta dibebasin segera. Papanya Zoya melihat Sofia di situ. Dan Zoya pun mengadukan yang tidak-tidak tentang Sofia. Sofia hanya diam saja. Dan Sofia merasa tenang karena ada Polisi yang akan menjelaskan.


__ADS_2