PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 75


__ADS_3

Sofia merupakan wanita yang tahu terimakasih terhadap kebaikan orang lain. Dari sekian banyak wanita yang pernah Arsya kenal, cuma Sofia yang paling sempurna bagi Arsya. Arsya semakin menyayangi istrinya itu.


Sofia merasa bahagia karena suaminya mau mengerti dirinya. Sofia juga berharap bisa hidup bahagia dengan anak dan suaminya selamanya. Tapi harapan itu hanyalah khayalan semata bagi dirinya. Sofia tetap pesimis kalau dia tidak akan sembuh.


Sofia hanya bisa menahan kesedihannya dalam hatinya. Sofia tidak ingin menampakkan kesedihannya di depan suaminya itu. Sofia pun bersandar di dada suaminya kembali. Dan Sofia ingin sekali tidur seperti ini dengan suaminya.


Arsya juga merasa nyaman ketika istrinya tidur di dada bidangnya. Arsya juga memeluk istrinya sambil mengelus perut istrinya tiada henti. Sofia kemudian kembali untuk mengambil posisi tidur di bantalnya sendiri. Namun Ibu hamil ini tidak merasa nyaman tidurnya karena merasa sesak nafas.


Arsya yang menyadari itu merasa kasian kepada istrinya. Lalu Arsya meletakkan kepala istrinya itu ke dadanya yang bidang lagi sambil mengelus perut istrinya. Sofia pun terlelap dalam tidurnya. Sementara Arsya tidak bisa tidur iya tetap memandangi wajah istrinya.


...***********...


Pagi harinya Sofia terbangun dan mendapati suaminya yang masih terlelap tidur. Sofia membangunkannya dengan lembut. Sofia mengelus wajah tampan suaminya dengan senyum-senyum sendiri. Lalu Arsya terbangun dan mendapati istrinya di depannya.


Sofia dengan lembut menyuruh suaminya untuk segera berangkat ke kantor. Suaminya pun menuruti istrinya. Arsya bersiap-siap untuk ke kantor. Sebelum berangkat ke kantor Arsya meminta sarapan pagi kepada istrinya yaitu kiss bibir.


Arsya pun mulai berangkat ke kantor. Kali ini perusahaan Arsya mulai kembali normal lagi karena berkat dari ide-ide istrinya. Meskipun dalam keadaan sakit, istrinya tetap berpartisipasi dalam perusahaan suaminya.


Sofia merasa bosan berada di kamar terus. Sofia ingin menikmati pemandangan di luar. Tapi Iya ga akan mungkin mendapatkan ijin dari suaminya. Sofia kemudian membuka laptop miliknya. Sofia merasa rindu dengan aktivitasnya di kantor.


Sofia merasa bukanlah Sofia yang dulu, Sofia yang sekarang adalah Sofia yang lemah. Sofia menghibur dirinya sendiri dengan memikirkan sesuatu untuk mengembangkan perusahaannya. Akhirnya Sofia menemukan suatu ide yaitu untuk membuat sebuah produk baru yang berkaitan dengan skincare.


Sofia ingin menciptakan suatu krim wajah yang dilengkapi dengan suatu serum sekaligus dilengkapi juga dengan tabir surya. Krim ini ingin Sofia buat semenarik mungkin.

__ADS_1


Skincare ini ingin dibuat dengan bahan alami dan dengan harga yang terjangkau. Dan Sofia ingin Produknya kali ini bisa dipakai di semua kalangan. Kemudian Sofia membuka gugel mencari suatu bahan yang memiliki kekuatan ampuh untuk kecantikan. Sofia pun juga menelpon salah satu dokter yang memeriksa skincare buatannya.


Sofia juga sharing tentang perpaduan bahan yang akan dibuat skincare. Kali ini Sofia ingin membuat skincare yang cocok juga untuk semua jenis kulit. Meski dirasa sulit, Sofia tetap berfikir keras dan tidak mau menyerah.


Tapi hal ini harus di diskusikan dulu kepada suaminya. Siapa tahu suaminya setuju karena hal ini perlu dirapatkan juga dengan bagian pembesar perusahaan. Sofia jadi berharap andai saja perusahaan suaminya dengan Rafa bisa berdamai kan enak. Mereka bisa saling tukar pikiran.


Ini seperti menjadi tugas Sofia yang harus diselesaikan yaitu mendamaikan menyatukan kembali persahabatan suami dengan Rafa yang sudah lama terbengkalai. Sebenarnya bukan hal sulit untuk membuat mereka damai. Yang membuat mereka sulit untuk berdamai adalah ego mereka yang tinggi.


Seandainya saja mereka bisa sedikit menurunkan ego mereka, mungkin Sofia akan mudah untuk menyatukan mereka. Tapi Sofia tetap bersemangat untuk membuat mereka akur kembali.


... ********...


Arsya sebentar lagi akan pulang dari kantor. Dan Arsya ingin memberikan sebuah kejutan untuk istrinya. Arsya ingin memberikan hadiah spesial kepada istrinya.


Dan Arsya pun memesan untuk membuatkan sebuah tulisan yang romantis dan tulisan itu ditulis di tutup kotak perhiasan. Mbak yang bertugas pun memenuhi permintaan pelanggannya.


Setelah selesai Arsya segera ingin bergegas untuk kembali ke mobilnya. Sambil berjalan tanpa melihat ke arah depan, Arsya tidak sengaja menyenggol seorang wanita yang memakai topi hitam dan menggunakan masker.


Arsya melihat wanita tersebut. Arsya seperti mengenali wanita itu tapi Arsya tidak tahu Iya pernah kenal dimana. Kalau dilihat-lihat, seperti Marsha. Tapi ga mungkin dia Marsha, secara Marsha kan sudah jadi buronan sekarang. Ga mungkin kalau dia berkeliaran seenaknya.


Tanpa berpikir panjang, Arsya pun masuk ke mobil dan langsung menginjak gas dan mobil itu juga melaju dengan kecepatan sedang. Dari kejauhan wanita bertopi hitam itu memandangi Arsya. Dan dengan beraninya wanita itu mengikuti Arsya dari belakang tanpa sepengetahuan Arsya.


Setelah sampai di rumah, Arsya langsung menghampiri istrinya di kamar. Sofia menyambutnya dengan senang hati dan memberikan senyum kepada suaminya. Kemudian Sofia membantu suaminya untuk membuka jas.

__ADS_1


"Capek ya sayang?" Kata Sofia dengan merah.


"Sebenarnya capek sayang, tapi capeknya hilang ketika melihat kamu memberikan senyum. Apalagi akan menjadi segar kembali kalau ada makan siang" Kata Arsya dengan manja. Sofia jadi paham yang dimaksud dengan makan siang. Tanpa berkata-kata lagi, Sofia memberikan kecupan mesra di bibir suaminya.


Arsya pun merasa bahagia dengan kecupan yang diberikan Sofia. Arsya pun juga mencium kening istrinya. Dan tidak lupa juga mencium perut istrinya. Dari balik jendela, tanpa sepengetahuan mereka, seorang wanita yang mengikuti Arsya tersebut melihat kemesraan Sofia dan Arsya.


Wanita itu mengepalkan tangannya dan sepertinya ada rasa dendam di hati wanita tersebut. Wanita itu tidak sengaja menyenggol pot bunga yang ada di situ hingga membuat Sofia dan Arsya menjadi kaget.


Wanita misterius itu segera meninggalkan rumah Arsya. Dan Sofia sempat melihat ada bayangan dari balik jendela. Dan Arsya juga melihat ada bayangan yang lewat. Sofia dan Arsya saling pandang.


"Sepertinya ada orang yang mengintai kita di balik jendela sayang." Kata Sofia kepada suaminya.


"Iya Aku juga melihatnya sayang." Kata Arsya.


Kemudian mereka pun keluar untuk melihat siapa yang ada dibalik jendela. Ternyata setelah mereka keluar, tidak ada orang sama sekali. Yang ada seorang pembantu yang menyiram tanaman.


Arsya kemudian teringat seseorang yang menyenggol nya tadi di toko mas. Orang yang sangat misterius dan Arsya seperti pernah mengenalnya. Arsya pun kembali berpikir positif. Tidak mungkin itu Marsha, sementara Marsha sudah menjadi incaran Polisi.


Sofia melihat suaminya yang seperti memikirkan sesuatu. Dan Sofia pun bertanya kepada suaminya.


"Kamu lagi mikirin apa sayang?" Tanya Sofia penasaran.


"Ga ada sayang, Aku ga mikirin apa-apa kok." Jawab Arsya yang sedang menutupi sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2