PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 88


__ADS_3

Fix bukti ke dua sudah mengarah ke Mirna. Rafa jadi curiga jangan-jangan baby A disembunyikan oleh Mirna. Rafa, Sofia dan Albert mulai mengatur rencana baru.


Rafa ingin sekali berkunjung ke rumah Mirna. Mirna dengan senang hati kalau rumahnya dikunjungi oleh berondong tampan. Rafa ingin memastikan apakah baby A, ada di sana?


"Brondong, kapan mau main ke rumah tante?" Mirna berkata genit terhadap Rafa. Rafa merasa risih dengan tante-tante yang sudah rempong ini. Kalau bukan karena Sofia dan baby A, amit-amit bagi Rafa untuk didekati dengan tante yang satu ini. Lebih baik dekat dengan kucing ketimbang dengan tante-tante.


"Kalau sekarang boleh ga tante?" Mirna merasa sangat senang karena Rafa akan bermain di rumahnya hari ini juga. Jelas saja Mirna tidak menolak. Mirna menyuruhnya untuk datang hari ini juga. Dan Rafa segera siap-siap untuk pergi ke rumah Mirna.


Rafa telah tiba di rumah Mirna. Mirna sangat antusias menyambut kedatangan Rafa. Ternyata Rafa benar-benar datang. Mirna mempersilahkan Rafa untuk masuk. Rafa mencari celah untuk bisa ngecek semua ruangan yang ada di rumahnya Mirna.


Mirna hanya senyum-senyum ga jelas melihat Rafa. Sementara Rafa berfikir keras untuk bisa menyelinap ke dalam. Rafa pun pura-pura bertanya toilet. Mirna menunjukkan arah kamar mandi. Rafa pun langsung beranjak dan pura-pura ke kamar mandi.


Rafa mulai melakukan aksinya. Rafa melihat keadaan sekitar ruangan. Rafa mulai memeriksa satu persatu ruangan. Alhasil tidak ada tanda-tanda adanya baby A. Keberuntungan memang selalu berpihak, Rafa mendengar tangisan bayi. Rafa segera mencari sumber suara tersebut.


Sumber suara tersebut berada di halaman belakang. Rafa segera pergi ke halaman belakang. Dan Rafa melihat ada baby siter yang sedang menggendong bayi. Rafa mencoba untuk melihat lebih dekat.


Rafa pun kaget, ternyata benar selama ini tentang kecurigaan Sofia. Rafa juga melihat baby siter itu tidak asing bagi Rafa.

__ADS_1


"Bukannya, baby siter itu adalah baby siter yang ada di rumahnya Sofia? Jadi selama ini?" Rafa sekarang menjadi paham. Ternyata selama ini baby siter itu suruhan Mirna. Rafa kemudian mendekati baby siter tersebut.


"Bukannya kamu baby siter yang ada di rumah Arsya?" Baby siter itu kebingungan mau jawab apa. Rafa juga mengetahui bahwa itu memang baby A.


Rafa telah mengetahui semuanya. Rafa mengancam baby siter itu, bahwa Rafa akan melaporkannya ke polisi karena telah terlibat dalam kasus penculikan anak. baby siter itu menjadi kebingungan. Baby siter tersebut memohon agar bisa mengasihani dirinya.


Karena Iya merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga. Hingga baby siter tersebut bertekuk lutut di hadapan Rafa. Rafa kemudian menjadikan hal ini sebagai kesempatan. Rafa tidak akan melaporkan dirinya, asalkan dirinya mau menuruti semua keinginannya. Bahkan Rafa juga akan menaikkan gajinya menjadi dua kali lipat.


Baby siter itu akhirnya bersedia untuk menuruti semua keinginan Rafa. Yang tidak lain adalah menjadi saksi kejahatan Mirna. Rafa tetap menyuruh baby siter tersebut untuk tetap berpura-pura tunduk terhadap Mirna. Rafa pun kembali ke ruang tamu.


"Maaf Tante, lama ya nunggunya? Soalnya perut Aku sedikit mules tadi tan," Kata Rafa berpura-pura lembut. Mirna merasa tidak curiga sama sekali dengan Rafa. Karena Iya benar-benar sudah dibutakan oleh ketampanan Rafa. Rafa pun pamit pulang, dan melambaikan tangan kepada Mirna.


Rafa juga memberitahu bahwa baby A sedang disembunyikan oleh Mirna. Sofia melihat semua tentang aktifitas Mirna. Sofia pun segera memberitahu hal ini kepada suaminya.


"Mas, Sekarang Aku mau kamu lihat ini sebentar." Sofia mulai menunjukkan sesuatu kepada suaminya. Arsya mulai melihat semua yang ada di CCTV itu. Arsya kaget setengah mati, bahwa di rumah Mirna ada Aarav.


Dan Arsya juga melihat seorang perempuan yang Iya kenal datang ke rumah Mirna. Yaitu perempuan yang sedang dekat Arsya. Perempuan itu ternyata sekongkol dengan Mirna. Arsya yang melihat itu, menjadi kesal dan geram. Bahkan sangat kecewa terhadap tantenya dan perempuan itu.

__ADS_1


Ternyata selama ini mereka telah memfitnah Sofia. Lagi-lagi Arsya merasa tertipu dan sudah dibodohi oleh orang lain. Bahkan orang itu adalah tantenya sendiri. Arsya langsung saja ingin mendatangi rumah tantenya. Tetapi Sofia mencegahnya. Karena di sana baby A. yang Sofia khawatirkan adalah takut kalau Mirna akan menyakiti anaknya.


Sofia meminta Arsya agar tidak gegabah, yang sekarang harus dipikirkan terlebih dahulu adalah cara untuk mengambil baby A dari tangan Mirna. Sofia teringat tentang baby siter itu.


Arsya juga berfikir jernih, Arsya pun mempunyai sebuah rencana yang cemerlang. Arsya menghubungi perempuan itu dan juga tantenya. Arsya mengajak mereka untuk bertemu di sebuah cafe. Disitulah kesempatan Sofia untuk mengambil baby A.


Sofia juga membutuhkan bantuan Rafa dan Albert untuk Jaga-jaga. Karena penjagaan di rumah Mirna sangatlah ketat. Rafa juga bekerjasama dengan baby siter itu. Baby siter tersebut juga tidak hilang akal. Iya manfaatkan kesempatan. Baby siter itu memasukkan obat tidur ke dalam minuman. Dan diberikan kepada para bodyguard.


Semua bodyguard tersebut meminumnya. Dan Mereka dengan sabar menunggu keamanan. Rencana baby siter itu berjalan lancar. Semua para penjaga sudah terkapar. Baby siter tersebut menyuruh Sofia untuk masuk. Dan Sofia segera masuk ke dalam rumah Mirna.


Akhirnya Sofia bertemu dengan anaknya. Sofia menangis karena terharu. Sofia memeluk anaknya karena rasa rindu. Sofia mengucapkan banyak terimakasih kepada baby siter itu. Baby siter mengingatkan Sofia agar segera pergi dari tempat itu. Karena efek obat tidur itu tidak akan berangsur lama.


Sofia mengerti apa maksud baby siter tersebut. Sofia segera pergi meninggalkan tempat itu. Naas nya ada pembantu Mirna yang lain menghadang Sofia.


"Mau dibawa kemana baby A? Serahkan baby A sekarang." Pembantu Mirna yang satu ini sangatlah siaga dan patuh dengan segala perintah Mirna. Baby siter tersebut memberikan sebuah kode kepada Sofia untuk segera pergi dan jangan menghiraukan Dia.


Urusan pembantu satu itu, biarlah menjadi urusannya. Pembantu itu hanya fokus kepada Sofia dan anaknya. Tanpa pembantu itu sadari baby siter segera memukulnya dari belakang. Alhasil pembantu itu langsung terkapar.

__ADS_1


Sofia segera pergi dengan tergesa-gesa. Sesampainya di luar, Sofia mengajak baby siter itu untuk ikut mereka. Tidak ada pilihan lain. Baby siter itu ikut mereka. Sofia dengan lega bisa membawa anaknya dengan berhasil. Tidak henti-hentinya Sofia mengucapkan rasa syukur. Karena telah dipertemukan kembali dengan sang buah hati.


__ADS_2