PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 19


__ADS_3

Sofia, Silvi dan Albert tidak pernah berhenti berharap dan berdoa agar mereka bisa lulus. Mereka tidak berharap yang lebih, bisa lulus saja mereka sudah sangat bersyukur sekali.


Sebulan kemudian, tibalah waktu pengumuman kelulusan. Semua murid merasa deg-degan, terutama Sofia dan teman-temannya. Setelah kepala sekolah menyatakan bahwa semua murid dinyatakan lulus 100%, akhirnya mereka bersorak-sorai tanda bahagia. Dan Mereka tidak lupa untuk sujud syukur.


Dan Kepala sekolahnya juga memberitahukan bahwa ada tiga murid yang mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri. Setelah kepala sekolah menyebutkan nama Sofia, Albert dan Silvi mendapatkan beasiswa tersebut, dan menjadi lulusan yang terbaik di tahun ini, akhirnya mereka sujud syukur dan saling berpelukan.


Namun kuliah mereka bertiga bukanlah negara yang sama. Mereka mendapatkan beasiswa di luar negeri di negara yang berbeda.


Lalu Sofia pulang dengan perasaan senang. Sofia memberitahukan hal ini kepada orang tuanya. Orang tua Sofia merasa sangat senang dan mereka pun sujud syukur.


Sofia pun tidak lupa menghubungi Radit. Dan Sofia ingin memberitahukan hal ini kepada Radit. Berkali-kali Sofia menghubungi Radit, tidak ada jawaban juga darinya.


Kemudian Sofia memberitahunya lewat pesan WhatsApp. Pesan WhatsApp pun sudah terkirim dan sudah di read. Tapi Sofia terkejut ketika yang membalas adalah perempuan lain yang mengaku pacarnya.

__ADS_1


Sofia kaget dan tidak percaya, Sofia berfikir bahwa itu semua adalah kebohongan belaka. Akhirnya Sofia, menghubungi Radit dan ternyata benar. Bahwa yang mengangkat adalah seorang wanita.


"Siapa kamu? Berani-beraninya manggil sayang sama pacar Aku." Tanya perempuan tersebut.


"Loh, kamu yang siapa? Justru Aku yang pacarnya Radit." Jawab Sofia.


"Hahaha.. Jangan bodoh kamu, kamu itu hanya dibuat pelarian saja oleh Radit." Kata perempuan itu menertawakan Sofia.


"Halo! Tolong ya Sofia, jangan ganggu Aku lagi. Soalnya Aku sudah punya yang baru." Jawab Radit.


Sofia menghela nafas heran, namun iya sedikit tersenyum sinis, mendengar pernyataan Radit. Karena menurut Sofia, kata-kata Radit itu sangatlah lebay.


Sofia bukannya sedih ataupun nangis, malah Sofia ingin tertawa tapi sedikit merasa risih, karena kata-kata yang lebay. Sudah mahasiswa tapi kok seperti anak remaja yang baru kenal cinta monyet.

__ADS_1


Kemudian, Sofia pun dengan santainya membalas perkataan Radit dengan santainya. Sambil menahan tawa, namun tidak bisa ditahan.


"O.. haha.. Jadi kakak sudah punya yang baru? Ya sudah kalau gitu kak, haha.." Kata Sofia tidak bisa menahan tawanya.


Radit merasa aneh dengan Sofia. Mengapa Sofia malah tertawa, bukannya sedih ataupun menangis.


"Kenapa kamu tertawa?" Tanya Radit penasaran.


"Lah, terus Aku harus nangis gitu? Sorry kak, Aku bukan perempuan yang seperti di TV. Jika dikhianati selalu nangis. Aku ga pernah menaruh perasaan yang dalam ke kakak atau sama siapapun. Aku ini selalu memikirkan masa depan Aku, jadi kalau kakak berpikirnya Aku bakalan nangis-nangis ataupun sedih, salah besar." Kata Sofia menjelaskan.


Mendengar jawaban Sofia Radit merasa jadi malu terhadap Sofia. Radit berfikir Sofia akan frustasi, tapi prasangka Radit itu salah.


"Dan satu lagi kak, Aku tertawa itu karena kata-kata kakak lebay. Lebay nya itu tidak ngalahin anak ABG yang baru kenal cinta monyet kak.." Kata Sofia menjelaskan penyebab Iya tertawa.

__ADS_1


__ADS_2