
"Saya yakin, orang tua kamu pasti bangga memiliki anak seperti kamu." Kata Tifani lagi memuji Sofia.
Sofia hanya tersenyum saja mendengar pujian Tifani. Dan mereka pun sedang asyik berbincang-bincang. Tifani merasa nyaman jika ngobrol dengan Sofia.
"Oh iya, setelah kamu sukses seperti ini, apakah Ayah kamu masih kerja sebagai petani?" Sofia hanya tertunduk diam. Setelah ditanya tentang ayahnya. Sofia masih merasakan sedih karena kepergian ayahnya.
Namun, Sofia bisa menyembunyikan kesedihannya di depan semua orang. Sofia hanya tersenyum dan tenang menjawab.
"Ayah saya, sudah lama meninggal om." Kata Sofia sambil mengulas senyum. Dan sesekali menunduk seperti menahan sedih. Tifani merasa tidak enak hati terhadap Sofia.
"Oh, maaf Sofia kalau saya terlalu lancang. Saya tidak tahu tentang ini." Kata Tifani merasa gugup.
"Tidak apa-apa kok om.." Jawab Sofia santai.
Dan Rafa pun menghampiri Sofia. Sofia pun segera pamit. Dan Sofia segera pergi dengan Rafa. Rafa melihat ada kesedihan di raut wajah Sofia. Kemudian, Rafa pun menggandeng tangan Sofia. Dan Rafa memberikan senyum kepada Sofia. Rafa mengingatkan agar Sofia tetap tersenyum.
Arsya yang melihat itu, tiba-tiba hatinya merasa tidak enak. Arsya pun memalingkan wajah agar tidak melihat itu. Arsya pun melihat mereka seperti merasakan cemburu. Lagi-lagi Arsya merasakan hal yang sama.
"Cek, perasaan apalagi ini.. Kenapa perasaan ini muncul lagi. Argh.. sial." Kata Arsya menggerutu dalam hati.
Rafa dan Sofia pun pergi dari tempat itu. Dan Rafa mengajak Sofia untuk jalan-jalan lagi. Sofia pun tidak menolak karena Sofia memang sedang boring dan ingin refresing sejenak.
Rafa membawa ke taman bunga sakura yang terkenal di Tokyo. Sofia sangat menikmati keindahan di taman sakura itu. Dan Sofia pun suka. Sofia dan Rafa mengabadikan momen di taman itu. Sofia tidak menyangka bisa melihat bunga sakura di negerinya.
Kemudian Rafa pun mengajak Sofia untuk makan siang di restoran terdekat. Sofia pun mengangguk. Dan mereka pun menikmati makan siang di restoran itu.
"Rafa, terimakasih ya.. kamu udah bawa Aku kesini. Jujur, Aku ga pernah loh kesini. Oh iya, kok kamu bisa tahu sih, tempat yang bagus disini?" Tanya Sofia. Karena menurut Sofia Rafa mengetahui semua tempat yang ada di Jepang. Rafa hanya tersenyum saja.
__ADS_1
"Ya ampun Sofia, sekarang kan, ada gugel. Dan juga ada gugel map, jadi mudah lah kita untuk mencarinya." Sofia pun tertawa mendengar pengakuan Rafa.
"Rafa, Aku kira kamu beneran sudah pengalaman ke tempat ini.. hihi.. lucu ya..?" Kata Sofia.
"Eh, besok hari terakhir kita disini loh.." Kata Rafa.
"Iya, lagian Aku juga sudah rindu dengan Aarav. Aku juga pengen cepat-cepat pulang." Ujar Sofia.
Rafa juga menanyakan rencananya untuk pergi ke Jerman setelah ini. Sofia tetap membulatkan tepatnya untuk tetap pergi ke Jerman. Rafa selalu mendukung keputusan Sofia.
Tiba-tiba Sofia melihat ada sisa makanan di bibirnya Rafa. Sontak Sofia langsung mengelap bibir Rafa. Rafa pun tercengang ketika Sofia mengelap bibirnya. Sofia dan Rafa pun saling pandang. Sofia mengulas senyum kepada Rafa. Hal ini tentu membuat Rafa semakin gugup.
"Maaf Rafa, Aku cuma mau bersihkan sisa makanannya." Sofia merasa tidak enak dan seperti malu.
"Tidak apa-apa Sofia.." Kata Rafa tersenyum.
Makan siang pun sudah selesai. Mereka pun kembali ke hotel. Sofia dan Rafa sangat senang menikmati keindahan di negeri sakura itu.
Tapi Rafa tahu Sofia hanya membantu mengusapkan saja tanpa perasaan apa pun. Seandainya saja Sofia mempunyai perasaan yang sama terhadap Rafa, mungkin mereka bisa bersatu sekarang.
Rafa tidak ingin terlalu berharap banyak. Rafa sadar, kalau cinta itu tidak harus memiliki. Rafa hanya ingin melihat Sofia bahagia.
"Sofia, Sofia. Kenapa sih kamu selalu ada dalam ingatanku? Semua tentang kamu." Kata Rafa berbicara sendiri.
Sejauh ini Rafa belum menemukan wanita yang sebaik Sofia. Rafa pun menjadi galau sendiri jadinya. Rafa pun bangun dan duduk dari rebahan nya. Iya garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Aduh, Sofia.. Kenapa sih.. Bayangan kamu selalu ada. Argh sial. Sadar dong Rafa, Sofia itu hanya menganggap kamu sebagai sahabat ga lebih. Tolong, berhenti ngehaluin Dia." katanya menyadarkan dirinya sendiri.
__ADS_1
...****************...
Sekarang adalah hari terakhir Sofia di Jepang. Kali ini Mr. Akio hanya mengundang untuk acara makan-makan. Karena hari itu adalah hari untuk mereka bersenang-senang. Mr. Akio memberikan hidangan makanan tradisional Jepang.
Sofia pun mencicipi masa Jepang yang belum pernah iya rasakan. Pertama kali Sofia mencicipi langsung menyukainya. Mr. Akio pun senang karena tamu undangannya menyukai hidangannya.
"Sofia, what do you think about Japanese specialties?" Mr. Akio meminta pendapat Sofia.
"In my opinion, this food is very good. And I like this.." Jawaban Sofia membuat Mr. Akio kagum. Ternyata Sofia sangat menghargai suatu milik orang lain. Termasuk makanan khas.
Rafa bangga terhadap Sofia yang suka menghargai orang lain. Hal ini membuat Rafa semakin kagum dengan Sofia. Dan dengan kesempatan Mr. Akio mengajak mereka untuk mengabadikan momen saat berkunjung ke negaranya.
Selesai dari acara jamuan, Rafa dan Sofia pun menikmati pemandangan untuk terakhir kalinya. Mereka keliling kota Tokyo dengan menaiki kereta tercepat yang ada di Tokyo.
Rafa dan Sofia pun duduk secara berdampingan. Sofia sangat menikmati perjalanannya. Rafa terus memandangi wajah Sofia yang penuh dengan senyuman. Rafa juga tersenyum melihat Sofia senang seperti ini.
Setelah mereka turun dari kereta, Rafa dan Sofia pun pergi Disneyland. Sofia dan Rafa pun menikmati momen mereka di Disneyland.
Mereka juga menikmati wahana. karena extrim, Sofia pun berteriak dan sesekali merangkul ke Rafa.
Lagi-lagi Rafa merasa gugup karena Sofia merangkulnya begitu saja. Rafa tidak bisa menolak jika dirangkul oleh Sofia. Dan Sofia pun sadar kalau dirinya sedang merangkul Rafa.
"Maaf Rafa, Aku tidak sengaja." Kata Sofia tidak enak. Rafa pun hanya tersenyum saja.
"Tidak apa-apa Sofia, Kalau kamu takut, ga apa-apa meluk Aku." Kata Rafa menawarkan. Sofia pun jadi manyun dan menyentil dahi Rafa.
"Aish." Rafa sambil memegangi dahinya.
__ADS_1
"Dasar modus." Kata Sofia. Rafa hanya tersenyum. Karena Sofia tetap kelihatan cantik ketika Sofia manyun seperti itu.
Seharian penuh mereka keliling kota Tokyo dan menikmati wahana yang ada di Disneyland. Akhirnya Sofia dan Rafa merasa lelah juga. Dan mereka pun segera kembali ke hotel.