
"Mas, nanti jika anak kita sudah lahir, sayangi dia ya... Rawat dan didik Dia dengan baik. Besarkan Dia dengan penuh kasih sayang." Kata Sofia tiba-tiba. Entah, Sofia tidak tahu kenapa Sofia berbicara seperti itu dan membuat Arsya bingung.
"Iya dong sayang, kita membesarkan anak kita berdua." Kata Arsya kepada istrinya sambil mencium kening sang istri.
Daripada mikirin yang aneh-aneh, Arsya malah ingin melanjutkan keinginannya. Sofia pun mengerti apa maksud suaminya. Dan mereka pun melakukan kewajiban suami istri.
Di pagi-pagi buta, Arsya membuka matanya terlebih dahulu. Arsya mendapati istrinya yang masih tertidur pulas. Arsya memandangi wajah Istrinya dan mencium keningnya. Arsya memikirkan perkataan istrinya semalam. Arsya memeluk istrinya lagi dan sangat takut kehilangan istrinya.
Sofia pun membuka matanya dan melihat suaminya sedang memeluk dirinya. Sofia tidak mengerti diusia kandungannya yang memasuki 3 bulan, Sofia merasa bahwa Dia tidak bisa merawat anaknya. Entah pikiran aneh yang tiba-tiba muncul dari benak Sofia.
Sofia tidak ingin memikirkan hal itu lagi. Iya masih ingin dipeluk oleh Suaminya. Dan jam pun sudah menunjukkan setengah tujuh. Sofia pun dengan lembut membangunkan suaminya. Suaminya pun terbangun dan tersenyum. Lalu mengecup kening istrinya dengan mesra.
__ADS_1
Arsya pun siap-siap untuk pergi ke kantor. Dan tidak lupa untuk selalu menasehati istrinya agar tidak boleh capek. Di kantor, ada Radit yang datang kepada Arsya.
Seperti biasa Radit tidak henti-hentinya untuk memfitnah Sofia kembali. Kali ini fitnahan Radit tentang Sofia berbeda lagi. Tapi apa pun itu, Arsya tetap tidak percaya terhadap omongan Radit.
Akhirnya Arsya merasa kesal dan emosi terhadap Radit. Arsya pun mengusir Radit dan memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaannya. Hal ini membuat Radit sangat panik.
Arsya benar-benar memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan Radit. Radit pun sangat marah terhadap Arsya. Dan Radit bersumpah akan terus menghantui rumah tangga mereka.
***
"Radit, pokoknya mulai sekarang Aku tidak mau lagi gabung dengan kamu. Karena semua rencana kamu itu gagal total." Kata Marsha.
__ADS_1
"Kamu yakin?" Tanya Radit memastikan.
Marsha pun kemudian meninggalkan Radit. Dan Radit sangat masa bodoh terhadap Marsha. Meskipun tanpa Marsha, Radit bisa melakukannya sendiri.
Radit tidak pernah kehilangan akal untuk terus memfitnah Sofia. Radit terus mencari celah untuk bisa memisahkan Sofia dengan Arsya. Radit ingin memisahkan Sofia dengan Arsya karena Radit ingin sekali memiliki Sofia.
Setelah di pikir-pikir kembali, Radit sepertinya membutuhkan bantuan Marsha untuk menjalankan misinya kali ini. Radit sebenarnya sangat gengsi untuk sekongkol dengan Marsha. Namun, demi keinginannya apapun Iya lakukan termasuk mengesampingkan gengsinya itu.
***
"Dasar Radit bodoh, pantas saja perusahaannya hampir bangkrut. Karena Dia memang tidak bisa diandalkan. Nyesel Aku kerjasama dengan Dia." Marsha menggerutu sendirian. Karena rencananya selalu gagal.
__ADS_1
Semua barang-barang yang ada di rumah Marsha terhempas kemana-mana. Karena Marsha sedang emosi. Sesekali melihat foto Sofia. Kemudian Iya merobek Foto Sofia dengan penuh kebencian.
"Aku benci kamu Sofia, benci.. gara-gara kamu, sekarang Aku jadi kehilangan Albert. Awas kamu Sofia, akan Aku buat kamu kehilangan orang yang kamu cintai. Akan Aku buat orang yang mencintaimu meninggalkanmu." Sumpah dendam yang dilontarkan oleh Marsha.