PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 97


__ADS_3

Dengan menghela nafas berat, Sofia pun memasukkan semua foto-foto Arsya. Hanya satu foto yang Sofia sisakan. Bagi Sofia seandainya saja ada obat yang bisa menghilangkan kegalauan ini, pasti Sofia akan membelinya.


Sofia sadar, bahwa Iya tidak boleh begini terus. Iya harus bangkit, demi Aarav. Iya masih memiliki Aarav. Sekarang dia hanya punya Aarav. Aarav membutuhkan Sofia. Sofia akan mencoba untuk bisa mengikhlaskan kepergian Arsya.


"Maafin Aku mas, jika Aku terlalu larut dalam kesedihan. Jujur, kepergian kamu membuat Aku merasa terpukul. Berat bagi Aku tanpa kamu mas... Tapi Aku janji, Aku akan mencoba untuk terus tersenyum dan membesarkan serta mendidik Aarav. Aku janji, Aku akan menjaga dia dengan baik." Sofia berbicara dengan foto Arsya dan menciumnya.


...****************...


Sofia mulai membuka lembaran baru. Sekarang Sofia hanya berdua dengan Aarav. Tanpa kehadiran Arsya lagi di rumahnya. Meskipun masih ada kerinduan dari Sofia.


Sofia mencari kesibukan sendiri agar tidak selalu teringat dengan kesedihannya. Sofia kini mengurus semua perusahaan suaminya. Dan Sofia pun mulai ngantor lagi seperti dulu.


Sofia juga memperkerjakan dua baby siter di rumahnya untuk mengasuh Aarav. Sofia juga membagi pekerjaan dua baby siter tersebut. Karena Sofia mengerti berapa sulitnya dalam mengasuh anak kecil.


"Bismillahirrahmanirrahim.. Semangat untuk hari ini." Sofia tetap menyemangati dirinya sendiri. Sofia pun berangkat ke kantor, sebelum berangkat ke kantor, Sofia mencium baby A dan pamit kepadanya.


"Sayang, mama berangkat dulu ya.. Aarav baik-baik di rumah ya.. Mbak.. Aku titip Aarav ya?" Baby siter itu mengangguk dan tersenyum kepada Sofia.


"Iya bu, tenang saja.. Saya akan menjaga baby A dengan baik." Sofia pun tersenyum. Dan Sofia pun berangkat ke kantor dengan menaiki mobil.


Sesampainya di kantor, Sofia mulai memarkirkan mobilnya. Sofia memarkirkan sendiri mobilnya tanpa bantuan tukang parkir. Sofia turun dari mobil dengan sangat anggun. Dan Sofia pun mulai berjalan memasuki kantor. Sofia berjalan dengan langkah gontai.


Semua orang yang ada di kantor, terpana dengan kedatangan Sofia. Sofia bergaya cool dan berdamage dengan penampilannya. Semua karyawan memberikan hormat kepada Sofia. Dan mengucapkan belasungkawa kepadanya.


Sofia juga menghargai mereka. Sofia pun mulai masuk ke ruang kerja. Sofia pun mulai memanggil orang-orang yang memiliki bagian penting di kantor. Sofia meminta laporan bulan ini untuk dia pelajari.


Sudah lama Sofia tidak ngantor ternyata semuanya masih sama seperti yang dulu. Tidak ada yang berubah sedikitpun dari kantor ini. Sofia termenung sejenak, dan Sofia secara tidak sengaja memandangi Foto pernikahan dirinya yang terpajang di atas meja.


Sofia mengambil foto tersebut dan memandanginya. Sofia tersenyum sendiri sambil mengelus foto suaminya. Lalu Sofia menaruh kembali foto itu dan melanjutkan pekerjaannya.


Tiba-tiba sekertaris mengetuk pintu. Dan Sofia pun mengijinkan masuk. Sekretaris tersebut memberitahukan jadwal meeting dan pertemuan dengan klien.


"Sekarang ada pertemuan dengan klien ya? Kamu siapkan semuanya ya?" Perintah Sofia kepada sekretarisnya.


Sofia pun segera siap-siap untuk menemui kliennya. Sofia segera memasuki ruang meeting. Semua klien terpana memandangi Sofia. Klien tersebut masih muda dan tampan. Dia terpukau melihat kecantikan Sofia.


Sofia tidak menghiraukan jika dirinya sedang dilirik oleh pria tampan itu. Sofia terus saja membahas pekerjaan dengan mereka. Klien itu tepuk tangan karena takjub dengan cara kerja Sofia.


Selesai meeting, klien itu ingin berjabat tangan dengan Sofia dan Sofia pun mengulas senyum kepada mereka. Pria itu masih terpukau dengan Sofia.


Rafa mendatangi kantor Sofia dan ingin bertemu dengan Sofia. Semua mata tertuju kepada Rafa. Terutama kaum hawa dibuat meleleh karena ketampanan Rafa. Rafa berniat untuk mengajak Sofia makan siang.


"Wah.. Handsome banget.. Cowok idaman.. gayanya cool lagi.." Kata salah satu karyawan yang terpukau. Rafa kali ini benar-benar seperti artis yang dikagumi banyak cewek.


Rafa pun tetap berdiri di depan ruangan Sofia. Lalu Rafa menelfon Sofia bahwa dirinya sudah menunggunya. Sofia pun keluar ruangan dan menemui Rafa.

__ADS_1


"Ibu Sofia beruntung banget ya.. di deketin pria tampan terus. Jadi ngiri." Kata karyawan yang satu berbisik ke karyawan yang lain.


"Ya Iyalah, Ibu Sofia kan cantik.. Liat tuh, meskipun sudah punya anak.. Bodynya tetap bohay men, Dan wajahnya pun seperti gadis. Laki-laki mana yang ga akan terpana dengan Ibu Sofia?" Jawab karyawan yang lain.


"Apalagi ni, Ibu Sofia itu perempuan cerdas, mandiri, baik, perhatian, tidak sombong. Pokoknya top markotop deh buat Ibu bos." Puji Karyawan yang satu lagi sambil mengacungkan dua jempolnya.


"Iya, apalagi sekarang statusnya sudah janda.. Ya sudah pastilah, ada lampu hijau." Kata karyawan yang lain. Sekertaris Sofia mendengar mereka bergosip. Sekertaris Sofia hanya menggelengkan kepala melihat mereka. Lalu Sekertaris Sofia menegur mereka.


"Ehem." Para karyawan yang bergosip pun kaget mendengar suara Sekertaris. Mereka pun menunduk.


"Kalian itu, mau kerja atau mau gosip? Dengar ni baik-baik, jangan pernah gosipin Ibu Sofia yang bukan-bukan. Ibu Sofia itu sudah berbaik hati sama kalian selama ini. Mending kalian lanjutkan kerjaannya. Gunakan waktu sebaik mungkin." Kata Sekertaris Sofia menegur mereka habis-habisan.


Mereka dengan segera kembali ke tempat mereka masing-masing. Sekertaris Sofia juga kembali ke tempat kerjanya.


Sementara Rafa dan Sofia menikmati makan siang di sebuah restoran kecil. Selain tujuannya untuk makan siang, Rafa juga meminta solusi dari Sofia. Rafa bercerita kalau perusahaannya sedang mengalami masalah.


Rafa bercerita bahwa dirinya sedang kena tipu orang. Sehingga perusahaannya mengalami kerugian yang cukup besar. Rafa tidak tahu lagi harus meminta solusi sama siapa lagi kalau bukan sama Sofia.


Sofia mendengarkan terlebih dahulu cerita Rafa awal mula iya tertipu. Rafa tertipu masalah bahan yang akan dibuat menjadi produknya. Tidak sedikit konsumen yang mengeluh tentang produk Rafa.


"Rafa, Kalau menurut Aku, sebaiknya kamu tarik kembali produk milk tea yang ada di supermarket, toko-toko yang serupa. Dan kamu kembalikan dananya yang sudah membeli produk milk tea kamu. Kemudian kamu buat klarifikasi melalui live secara langsung. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan mereka terlebih dahulu." Rafa perlahan-lahan mengerti apa yang dimaksud oleh sofia.


"Baik, ide yang sangat bagus Sofia." Kata Rafa.


"Awalnya Aku tidak tahu Sofia, Aku tidak memeriksa Proposal yang diajukan. Karena Dia menawarkan di bawah harga normal. Jadi Aku tergiur. Karena labanya cukup besar Sofia." Jawab Rafa jujur. Dan Sofia pun menertawakan Rafa. Sofia tertawa geli mendengarnya.


"Aduh, Rafa, Rafa. Hari gini kamu masih tergiur dengan harga murah? Rafa kamu itu pintar, berpendidikan. Harusnya kamu bisa mikir terlebih dahulu. Masak Iya sih, kamu ga bisa membedakan mana yang asli dan palsu? Ada harga, ada kualitas." Rafa tidak kepikiran hal itu waktu itu. Benar apa yang dikatakan oleh Sofia. Rafa jadi malu sendiri. Bisa-bisanya Iya dibodohi oleh seseorang.


"Iya namanya juga apes." Kata Rafa. Sofia hanya menggelengkan kepala.


"Bukan apes, tapi kamu yang kurang teliti. Jadikan ini sebagai pelajaran buat kamu. Supaya kedepannya kamu lebih berhati-hati." Rafa tersenyum malu. Rafa tambah kagum dengan Sofia. Baru kali ini Sofia tertawa lepas seperti itu. Secara tidak langsung Rafa sudah menghibur Sofia. Rafa senang jika melihat Sofia tersenyum seperti ini.


Sofia dan Rafa pun selesai makan siang dan mereka siap-siap untuk kembali ke kantor. Tiba-tiba saja ada seorang perempuan yang berjalan ke arah mereka dan bertepuk tangan. Rafa dan Sofia pun melihat ke arahnya.


"Zoya, ngapain kamu kesini?" Tanya Sofia seperti tidak suka.


"Ini kan tempat umum, jadi siapa saja berhak dong kesini. Oh jangan-jangan, kalian terganggu ya? Sofia, ga ada akhlak banget kamu.Suami kamu itu baru meninggal. Eh tau-taunya sudah punya yang baru. ups, keceplosan deh." Sofia sangat geram dengan omongan Zoya. Rafa pun sama, juga merasa geram dengan Zoya.


"Bisa ga? kalau ngomong itu dijaga?" Sofia semakin kesal dengan Zoya.


"Wah, ada emosi nih. Emang kenyataannya seperti itu kan? Sofia, sudahlah ga usah munafik. Aku tahu kok, kamu itu cewek ga benar." Sofia tidak terlalu banyak bicara. Tiba-tiba saja Sofia mengambil air yang ada di meja makannya dan langsung menyiramkannya ke wajah Sofia. Zoya sangat kaget dengan itu semua.


"Sofia.." Rafa juga tertegun melihat kejadian tersebut. Rafa membelalakkan matanya. Karena Sofia dengan beraninya menyiram Zoya di tempat umum.


Sofia pun langsung pergi dari tempat itu tanpa berkata apapun. Rafa juga pergi menyusul Sofia. Zoya merasa kesal dan menghentakkan kakinya. Iya melihat sekitar, ternyata banyak orang yang lihatin Diya. Zoya malu setengah mati. Zoya pun pergi dari tempat itu dengan kesal.

__ADS_1


"Sofia, kok kamu senekat itu sih? Padahal sebelumnya kamu ga pernah loh begini sama orang." Sofia pun hanya menunduk dan kemudian menjawab.


"Rafa, memang itu yang pantas buat Zoya. Karena Zoya sudah keterlaluan. Kalau Aku meladeni Dia dengan berdebat, itu adalah hal yang percuma. Jadi jalan satu-satunya ya siram saja dengan air. Biar dia sadar kalau dia tidak pantas berbicara seperti itu." Rafa semakin dibuat kagum oleh Sofia. Sofia juga masih kesal dengan omongan Zoya.


Rafa mencoba untuk menghibur Sofia. Dan berusaha agar dia tersenyum kembali dengan cara menghiburnya. Rafa sangat jago dalam hal ngelawak. Sofia pun tidak tahan tawa, akhirnya Sofia bisa tertawa ngakak juga.


Status Sofia sekarang sudah berubah menurut orang-orang. Sofia kini menjadi perbincangan hangat karena statusnya yang janda. Apalagi Sofia bukan sembarang Janda. Janda muda yang sukses, dan banyak pria yang mengantri untuk mendapatkannya.


Apalagi berita baru-baru ini, telah beredar rumor kedekatan Sofia dengan Rafa. Sofia dan Rafa menjadi trending topik orang-orang kantor. Bahkan Sofia pun kerap digosipkan ada hubungan asmara dengan Rafa.


Masalah rumor yang beredar ini menimbulkan pro dan kontra. Ada yang mendukung Sofia tetapi ada juga yang menghujat Sofia. Memang tidak ada yang berubah dari kantor Sofia. Tetapi masalah karyawan sudah banyak yang telah diganti.


Meraka yang lama, sudah paham dengan sikap Sofia. Dan tahu betul bagaimana Sofia. Jadi, ketika ada gosip murahan yang beredar mereka sama sekali tidak terpengaruh. Mereka percaya kalau itu hanya sebuah gosip.


Sedangkan mereka yang belum lama bekerja di perusahaan Sofia, sama sekali belum mengenal Sofia. Jadi mereka dengan mudahnya terpengaruh dengan gosip murahan itu. Tidak semua karyawan menyukai bosnya itu. Meskipun Ibu Bos selalu bersikap baik terhadap mereka.


Meskipun ada banyak rumor yang beredar tentang dirinya, Sofia sama sekali tidak peduli dengan itu semua. Sofia bersikap masa bodoh. Sofia tetap bekerja dan melaksanakan tugasnya. Tidak ada waktu bagi Sofia untuk mengurusi mereka.


Di tengah-tengah iya sibuk dengan pekerjaannya, tiba-tiba Sofia merasa ingin pergi ke toilet. Sofia pun langsung ke toilet kantor. Setelah Sofia keluar dari toilet secara kebetulan Sofia mendengar karyawati yang sedang membicarakan dirinya.


"Eh, Aku kira Ibu Sofia itu perempuan baik-baik loh.. eh tau-taunya sekarang dia lagi menjalani hubungan asmara dengan pria lain. Padahal kan suaminya belum lama meninggal loh." Sofia berdiri dibelakang karyawati yang sedang membicarakan dirinya. Temannya yang menyadari kehadiran Sofia hanya diam saja. Karyawati tersebut tidak menyadari kalau Sofia sedang berada di belakangnya.


Karyawati tersebut terus saja bergosip tentang Sofia tiada henti. Sofia masih sabar mendengarkan hinaannya. Sementara temannya sudah memberikan kode kepadanya agar berhenti menghina Sofia.


"Ehem" Diapun kaget dan langsung membalikkan badan ke belakang. Perempuan itu syok setengah mati ketika Sofia ada di belakangnya dari tadi. Diapun menundukkan kepalanya.


"Maafkan saya bu.. saya ga bermaksud untuk menghina Ibu." Sofia pun tersenyum dan menggelengkan kepala.


"Mulai besok dan seterusnya, kamu tidak perlu kerja disini lagi. Saya pecat kamu!" Kata Sofia dengan tegas. Dan dia pun kaget.


"Kenapa Ibu pecat saya? Saya kan sudah minta maaf Bu.." Kata perempuan itu panik.


"Saya sudah maafin kamu, tapi saya tidak bisa nerima kamu lagi. Saya Akui kamu memang konsisten dalam bekerja. Tapi yang saya butuhkan adalah karyawan yang punya etika." Kata Sofia dengan tegas. Perempuan itu bersimpuh dan memohon agar dirinya tidak dipecat.


"Tolong jangan pecat saya bu, nanti adik dan Ibu saya gimana?" Sofia hanya menggelengkan kepala karena tidak habis pikir dengan orang ini.


"Kamu, menghina saya tapi masih butuh saya.. Lebih baik kamu cari pekerjaan yang lain dan pergi dari sini sekarang juga." Sofia langsung mengusirnya. Bahkan Sofia pun kerap memanggil security. Perempuan tersebut pergi dengan sendirinya.


Sofia juga melotot ke temannya yang lain. Mereka tidak berani menatap Sofia. Tanpa berkata apa-apa, Sofia pun kembali ke ruangannya.


Sofia pun merenung sejenak sambil menyandarkan badannya di kursi kerjanya. Sofia masih tidak habis pikir. Karyawannya sendiri berani menghina dirinya.


Sofia pun kembali melanjutkan pekerjaannya. Kemudian sekertaris memberitahu bahwa ada orang yang ingin bertemu dengannya. Seperti biasa menyuruhnya untuk menunggu di ruang tunggu.


Tidak lama kemudian, Sofia pun menemui orang tersebut. Ternyata orang itu adalah klian Sofia.

__ADS_1


__ADS_2