PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
bab 34


__ADS_3

Lagi-lagi Pak Arsya melirik Aku, dan juga senyum-senyum. Aku tambah merasa minder jika dilihat seperti ini. Aduh, pak Arsya ngapain sih liatin Aku begini. Aku jadi merasa ga enak.


... *********...


Sebentar lagi kantor akan mengadakan acara tahunan, karena memang acara tahunan ini sudah ada sejak dahulu. Dan sudah menjadi sebuah tradisi kantor tiap tahun. Tetapi acara kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.


Acara tahun ini bertema Cinderella, jadi setiap undangan harus berpasangan. Karena setiap tamu undangan nantinya wajib mengikuti dansa. Tamu undangan semuanya karyawan kantor dan para pebisnis besar lainnya.


Sementara Aku kebingungan, karena Aku tidak punya pasangan. Hal yang paling tersulit bagi Aku adalah seperti ini. Aku sempat berfikir bahwa Aku lebih baik tidak datang di acara kantor nantinya.

__ADS_1


Darimana Aku mau dapat pasangan, lebih baik Aku mundur saja dari acara ini. Aku terus saja melamun karena memikirkan pasangan. Mana acaranya sudah minggu depan. Kalau Aku ga datang ke acara ini, rasanya kagak enak dengan pak Arsya.


"Sofia!" Pak Arsya tiba-tiba membuyarkan lamunanku. Waduh, bisa kacau ini. inikan waktunya kerja, Aku malah ngelamun.


Pak Arsya pun berjalan mendekati Aku. Lagi-lagi Pak Arsya mendekatkan wajahnya ke arahku. Aku pun kembali tegang, Aku memejamkan mata karena takut dibentak oleh bos besar.


"Masakin Aku lagi dong," Bisik pak Arsya ditelinga ku. Aku mengedipkan mata berkali-kali. Aku kira pak Arsya akan memarahiku tapi ternyata ingin dimasakin lagi. Sebenarnya pak Arsya ini lapar atau doyan?


Ternyata Aku salah, pak Arsya malah membawa Aku masuk ke dalam mobilnya. Pak Arsya menancap gas lalu melajukan mobilnya. Entah pak Arsya mau membawa Aku kemana. Aku tidak berani untuk bertanya.

__ADS_1


Setelah sampai di suatu rumah besar bak istana, ternyata pak Arsya membawa Aku kesini. Aku pun langsung turun dari mobil yang dibukakan pintunya oleh pak Arsya.


"Ini rumah pak Arsya ya? Aku memberanikan diri untuk bertanya. Pak arsya hanya mengangguk dan tersenyum. Lalu pak Arsya membawaku ke dalam. Setelah masuk ke dalam rumah Pak Arsya, Aku melihat-lihat sekeliling rumah. Ya ampun gede banget ini rumah, ini rumah apa istana ya?


" Kamu masakan Aku disini ya," Pak arsya menyuruh Aku masak di rumahnya. Dan Pak Arsya mengantarkan Aku ke dapurnya.


Ya ampun, dapurnya saja gede banget. Tapi Aku segera menutupi sifat kampungan ku. Aku segera mengambil alat masak, dan bahan-bahan yang ada di kulkas.


Dan Aku pun memotong-motong sayuran, daging dan ikan. Pak Arsya malah ngeliatin Aku terus, Aku jadi merasa ga pede diliatin begini. Dan Pak Arsya pun juga membantu Aku untuk memotong sayuran dan bawang.

__ADS_1


Aku pun mulai menyalakan kompor dan memanaskan wajan yang sudah di tuangkan minyak, Dan setelah itu Aku mulai menggoreng ikan. Karena minyak panas itu kecipratan kemana-mana, Pak Arsya pun malah membelakangi kompor dan berada di depanku.


"Aku ga mau kalau sampai minyak panas itu mengenai wajah cantikmu." Mataku terbelalak dan membulat besar Mendengar perkataan pak Arsya.


__ADS_2