
Arsya sangat girang mendengar pernyataan dokter. Kemudian Arsya memeluk Sofia istrinya, dan mencium kening Sofia. Sofia juga merasakan kebahagiaan karena sebentar lagi, Iya akan menjadi seorang Ibu.
Usia kandungan Sofia sudah memasuki 6 minggu. Arsya pun lebih ekstra hati-hati dalam menjaga Sofia. Mulai dari makanan, kebersihan, bahkan lantai pun tidak boleh sampai licin.
Di usia kehamilan yang masih muda, Sofia sama sekali tidak nafsu makan, dan Sofia rasanya pengen mual terus. Dan Sofia merasa sangat merasa lemas. Arsya pun membawa makanan kesukaan Sofia, agar Sofia mau makan.
"Sayang, kamu makan ya.. Ini mas bawain makanan kesukaan kamu, opor ayam. Ini makanan sehat loh.." Arsya sambil menyuapi Sofia agar mau makan. Namun mendengar baunya saja Sofia langsung muntah.
"Huek, Huek." Sofia langsung menutup hidung dan mulutnya, lalu menyingkirkan makanan tersebut.
"Bawa makanan itu keluar Mas, Aku ga bisa..." Kata Sofia lemas, Arsya pun kebingungan. Baru kali ini Arsya menghadapi Ibu hamil. Bagaimana caranya agar Sofia bisa mau makan.
Arsya bertanya kepada teman Dokternya tentang Makanan yang disukai Ibu hamil. Dokter meminta Arsya agar lebih bersabar lagi. Teman Dokternya menyarankan untuk memberikan biskuit yang sehat khusus Ibu hamil. Dan juga mengonsumsi buah. Karena makanan keduanya selain sehat, juga tidak mengundang rasa mual.
__ADS_1
Arsya mengikuti saran dari temannya itu. Arsya pun memberikan Sofia buah dan biskuit khusus Ibu hamil. Sofia pun tidak mual lagi, bahkan Sofia sangat menyukai makanan tersebut.
"Sayang, Aku berangkat kantor dulu ya?" Arsya berpamitan kepada Sofia, dan tidak lupa mengelus perut Sofia. Sofia merasa bahagia saat itu. Arsya pun mencium kening Sofia.
"Sayang, baik-baik di rumah ya.." Kata Arsya, dan Sofia pun melambaikan tangan.
...************...
Lagi-lagi Radit gagal untuk mengganggu Sofia. Radit juga melihat di setiap sudut rumah ada CCTV. Hal ini membuat Radit sangat kesulitan untuk menjalankan rencananya.
Sekarang adalah waktunya untuk Sofia cek up ke Dokter. Arsya juga siap mengantarkan Istrinya terlebih dahulu. Sementara Radit telah siap untuk membuat Sofia panik. Radit mengikuti mereka dari belakang. Namun Radit menutupi wajahnya dengan menggunakan penutup wajah.
Mobil Arsya telah di pepet oleh Radit, Sofia menjadi panik. Dan Radit pun mulai menyuruh Mobil Arsya untuk berhenti. Radit juga tidak segan-segan untuk memecahkan kaca mobil milik Arsya.
__ADS_1
Arsya seketika memberhentikan mobilnya. Arsya turun dari mobil dan Melawan Radit. Arsya akhirnya beradu silat dengan Radit. Karena khawatir akan keselamatan suaminya, akhirnya Sofia menelfon polisi. Selang berapa menit, Polisi pun segera datang. Dan Radit pun berlari.
Sofia segera turun dari mobilnya untuk menghampiri suaminya.
"Terimakasih atas bantuan bapak," Kata Sofia kepada polisi.
"Sama-sama Bu, terimakasih juga karena telah mempercayai kami." Jawab Polisi tersebut.
"Jadi kamu yang sudah lapor polisi?" Tanya Arsya kepada istrinya itu.
"Iya mas, Aku tidak mau jika kamu sampai terluka." Kata Sofia terhadap suaminya.
Arsya memeluk istrinya dan mencium keningnya. Sofia sangat menyayangi suaminya itu.
__ADS_1